BERSABAR DALAM KETAATAN DAN MENINGGALKAN KEMAKSIATAN

Oleh: Hisyam Rusyda
Kesabaran itu adalah salah satu sifat terpuji yang diperintahkan Allah kepada hamba yang bertaqwa. Sabar bukan hanya ketika mendapat musibah melainkan juga dalam melaksanakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Bersabar dalam menghadapi musibah adalah kesabaran yang sifatnya dirasakan oleh semua manusia sedangkan sabar dalam ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan adalah sabar bagi orang-orang yang beriman dalam keistiqomahan.
Allah SWT berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.(QS.Ali Imran:200)
Ketika diri ini diuji dengan musibah (bencana) lebih siap daripada ujian ketaatan dan kemaksiatan. Kita cenderung lupa bahwa jabatan dan kekayaan yang diperoleh dengan cara haram adalah buah dari ketidaksabaran dalam mencari rizki Allah. Begitu pula ketika kita mudah melalalaikan kewajiban-kewajiban syariat seperti menuntut ilmu syariat, mengamalkan dan mendakwahkannya karena kita tidak sabar dalam menjalani syariat Islam tersebut.
Bersabar laksana bahan bakar yang akan terus menjaga diri ini bergerak dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Jika memang ingin menjadi orang beruntung yang dijanjikan surga maka carilah rizki-Nya dengan cara yang hanya diridhoi-Nya sajaSegera tinggalkan korupsi, berbohong (manipulatif), kolusi, suap menyuap demi sebuah jabatan dan harta dunia yang nilainya tak seberapa bila dibandingkan dengan surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi.
Allah SWT berfirman:

Read the rest of this entry »

Leave a comment

Saat Khalifah terakhir diusir dari Konstantinopel

Assalamualaikum Wr Wb.
Ada hal yang menarik mengenai lokasi makam Khalifah kita yang terakhir.
Seperti kita ketahui bahwa Khalifah dari Bani Utsmaniyah (Ottoman) mulai dari Khalifah Salim I hingga Khalifah Muhammad V semuanya dimakamkan di Konstantinopel. Sedangkan makam dua orang Khalifah yang terakhir (Khalifah Muhammad VI dan Khalifah Abdul Majid II) berada di tempat lain.
Saat Kesultanan Ottoman dihapuskan pada tahun 1922 (terutama oleh Kemal Attaturk, gerakan Turki Muda, dan Inggris), Khalifah Muhammad VI meninggalkan Konstantinopel tanpa membawa barang2 berharga. Beliau hidup di pengasingan (negara Italia) selama 3 tahun hingga wafatnya. Untuk menyambung hidup di pengasingan, beliau terpaksa berhutang (Ingat: beliau tidak membawa banyak harta untuk bertahan hidup). Saat beliau meninggal (dalam kesedihan), ternyata harta yang beliau miliki tidak cukup untuk melunasi hutang2 tersebut. Akhirnya beberapa orang Eropa yang memiliki piutang menyita jenazah beliau hingga ahli warisnya membayarkan hutang2 beliau. Ahli warisnya-pun tidak sanggup melunasi hutang2 tersebut, mengingat bahwa Kesultanan Ottoman sudah jatuh, dan saat itu Khilafah juga sudah dihapuskan (Khalifah Abdul Majid II juga sudah diusir). Akhirnya salah seorang pembesar dari Damascus (Syria) merasa tersentuh hatinya: “bagaimana mungkin seorang Khalifah Islam meninggal dunia tanpa ada yang mau merawat jenazahnya?” Pembesar itu akhirnya melunasi hutang2 almarhum Khalifah Muhammad VI dan membawa jenazahnya ke Damascus. Selama hidup dalam pengasingan, Khalifah Muhammad VI pernah memiliki keinginan untuk dimakamkan di dekat Makam Shalahuddin Al Ayubi di Damascus. Nah, pembesar itu hendak melaksanakan keinginan almarhum Khalifah Muhammad VI. Tetapi sayang, ternyata disekitar makam Shalahuddin Al Ayubi sudah penuh dengan makam orang lain. Akhirnya almarhum Khalifah Muhammad VI dimakamkan agak jauh dari makam Shalahuddin Al Ayubi tetapi masih dalam satu kompleks makam. Read the rest of this entry »

Leave a comment

Berakhirnya Khilafah: Bagaimana Kemal Ataturk Mengubah Turki Menjadi Sekular

Apakah teman2 tahu peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 3 Maret?

Ya, peristiwa bersejarah itu terjadi pada tanggal 3 Maret 1924, tepat 90 tahun yang lalu. Peristiwa itu adalah peristiwa yang paling kelam dalam sejarah Islam. Ya, pada saat itulah Khilafah Islamiyah dihapuskan. Khalifah Abdul Majid II, sang Khalifah terakhir, dijemput secara paksa oleh pasukan militer saat beliau sedang membaca Al Quran di perpustakaan dan diusir secara paksa dari Konstantinopel. Khilafah Islamiyah, suatu bentuk negara yang didirikan oleh Rasulullah, dan kemudian disambung oleh para Khulafa-ur Rasyidin, dan disambung lagi secara berturut-turut oleh Khilafah Umayyah, Abbasiyah, dan Ottoman, kini harus berakhir secara tragis. Pada tanggal 4 Maret 1924 berita penghapusan Khilafah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Umat Islam di seluruh dunia syok mendengar berita ini, dan seolah-olah tidak percaya. Umat Islam di Afrika Utara, Mesir, Turki, Arab, India, Asia Tenggara, dll, berusaha menggalang kekuatan untuk menyelamatkan Khilafah, tetapi tidak berhasil. Kini 90 tahun telah berlalu dan tidak ada institusi negara yang mengawal penerapan syariat Islam, yang mengawal persatuan umat Islam, dan yang mengadakan pembelaan terhadap umat Islam yang tertindas. Read the rest of this entry »

1 Comment