Kala Kader Tarbiyah Jatuh Hati dengan HTI


Pada era tahun 90-an tepat 1998 kupernah bertemu dengan aktivis LDK (Lembaga Dakwah Kampus) universitas Jember. Seorang lelaki, sebut saja namanya Ahmad, dengan jenggot tipis selalu membawa Al qur’an dan buku yang selalu dibacanya jika ada waktu luang. Tak terasa sudah sepuluh tahun lebih waktu berlelu, Allah mempertemukan kami kembali. Rasa gembiraku tak tertahankan dan langsung kusapa Kang Ahmad yang dari Cianjur ini.

Singkat cerita kami saling bertukar cerita dan betapa terkejutnya ketika kang Ahmad berkeluh kesah tentang PKS. Berikut ini penuturanku dalam bentuk tanya jawab:

Kang bagaimana ceritanya Akang bisa memiliki sejarah dengan PKS?

Sejak SMA kakak akang aktif juga di tarbiyah bahkan rumah kami di Cianjur sering dijadikan pertemuan. Namun tarbiyah jaman itu masih kental dengan nilai-nilai tsaqofah Islam. Halal-haram menjadi dtandar prilaku kami. Sekarang semuanya berubah drastis

Maksud Kang Ahmad tarbiyah beda dengan PKS?

Basis PKS adalah gerakan tarbiyah. Tapi jangan pernah samakan kualitas pembinaan tarbiyah masa 90-an dengan sekarang ini. Kader-kader di PKS lebih suka membahas pemilu daripada menguatkan dakwah Islam.

Apa berarti Akang sudah keluar dari PKS?

Ana (saya) tidak pernah masuk ke PKS. Karena sebelum PKS ada, saya sudah meninggalkan gerakan tersebut. Saat itu ketika aktif di LDK saya bertemu dengan seorang ustadz di Jember dan ketika saya banyak berdiskusi dengannya banyak hal yang sebelumnya saya tidak ketahui ketika di tarbiyah. Kajian-kajiannya sangat hidup dengan tsaqofah Islam dan bagaimana menanamkan ke jiwa ini lebih kuat memegang syariat Islam. Disitulah saya baru tahu bahwa ustadz tersebut dari Hizbut Tahrir. Pemikiran-pemikiran Islam yang disampaikan selalu saya diskusikan dengan Murrabi yang di Cianjur. Namun, murrabi ku tak bisa menjawab dan malah menghindar ketika saya ajak diskusi. Alhamdulillah pilihan saya tepat. Waktu yang menjawab, bagaimana mirisnya saya melihat kader-kader PKS yang telah melemah tarbiyahnya. Dan saya menemukan ketsiqohan dalam memegang prinsip Islam ya di HTI.

Apa Akang pernah dikecewakan oleh PKS (tarbiyah) atau mungkin akang tidak suka warna benderanya, karena ada lo akhwat HTI yg ikut PKS gara-gara suka melihat benderanya?

Hehe… bisa saja pertanyaanmu. Akhwat macam apa yang beralih gerakan dakwah hanya gara-gara melihat bendera. Jangan-jangan jika dia suka warna hijau bendera NU nanti dia akan ke NU, suka warna biru milik muhammadiyah atau PAN pindah juga ke PAN. Sungguh dangkal sekali cara berpikirnya  jika itu memang terjadi. Anta (kamu) akan mengalami proses pendewasaan dalam berdakwah dan para pencari kebeneran atau pecinta ilmu tidak akan pernah memilih hanya gara-gara HTI benderanya hitam dan putih kemudian ikut berdakwah bersamanya. Kamu harus banyak membaca pemikiran-pemikiran Islam dan akan menemukan kebenaran dengan indikasi: hatimu tenang, akalmu terpuaskan, tidak menyalahi fitrah manusia. Apa anta sekarang aktif di PKS? (Kang Ahmad balik bertanya).

Tidak Kang

Kenapa?

Melihat dai-dai PKS saja saya resah, dengan banyaknya hal-hal negatif yang terjadi menimpa partainya seperti ketahuan tertangkap kamera anggota dewan melihat gambar porno ketika sidang, ketuanya jadi tersangka kasus pencucian uang dan korupsi, ada yang tertangkap di panti pijat plus dll lah. Banyak hal yang bertentangan dengan pemikiran Islam dari prilaku politiknya. 

Nah itu dia, kamu sudah bisa memahami apa yang saya pikirkan. bagaimana mungkin saya bertahan dengan berbagai keresahan di hati dan akal ini selalu bertanya-tanya tentang ide-ide menikamti demokrasi nya yang ahirnya menjerat kader-kadernya sendiri dengan kemewahan dan kekuasaan. kemana dakwahnya?

Sudahlah tidak perlu dibahas kembali, jika kamu banyak membaca buku, majalah, kitab klasik dan berita-berita sekarang ini. Orang yang ikhlas dakwah karena Allah akan tahu mana yang haq dan yang batil.

Apa karena akang sudah di HTI kemudian akang menjelekkan PKS?

Astaghfirullah, apa untungnya? Tapi akang bisa memahami posisi kedua gerakan ini sebagaimana di kitab Takatul Hizby. PKS yang semakin moderat (menengah) akan menjadi fitnah (cobaan) bagi HTI yang dengan tegas dan lantang menentang Demokrasi dan menawarkan Islam. Begitu pun sebaliknya, PKS melihat HTI sebagai batu sandungan untuk meraup suara-suara kaum muslimin yang tercerahkan karena HTI menyerukan penolakannya terhadap demokrasi. Ya, kamu bisa kaji tentang keduanya di kitab-kitab yang bertebaran di dunia maya. Tapi ingatlah satu hal, peganglah yang terkuat yang berdasarkan dalil qur’an sunnah.

Apa keluarga Akang masih di PKS?

Kakakku yang dulu juga di tarbiyah malah mendukungku untuk berdakwah bersama HTI, adik-adiku juga, tapi yang lain juga masih sesuai dengan pilihannya ada yang di PKS. Alhamdulillah toh kita tetap rukun dan berlomba dalam ketaqwaan. Dan ingat, saya tidak pernah mengajak mereka ke HTI gara-gara mereka suka melihat bendera HT. Semuanya melalu proses berpikir sehingga mereka secara sadar meyakini yang haq.

 

Demikianlah pertemuanku dengan kakak tingkat yang dulu pernah di tarbiyah dan sekarang jadi aktivis HTI. Sebenernya masih banyak yang ingin kutulis dari hasil pertemuanku dengan beliau, namun akan saya lanjutkan tulisan ini jika diperlukan. Semoga tulisan ini bisa sebagai pembanding dari link berikut ini: http://www.pkspiyungan.org/2013/03/kala-akhwat-ht-jatuh-hati-dengan-pks.html

Tulisan ini sudah saya sesuaikan dengan bahsa tulisan karena terkadang kang Ahmad masih sering menggunakan bahsa Arab untuk menerangkan beberapa idenya.

Kiriman dari Yoshi (atsumori.arihyoshi@gmail.com)

 

Advertisements
  1. #1 by Fifi on April 5, 2013 - 12:09 pm

    Apa perlu hal seperti ini dipublikasikan?
    Saya rasa tulisan di PKS Piyungan itu sudah cukup menggelikan. Tak perlu dijawab pun saya rasa orang-orang sudah cukup mengerti bahwa itu hanya “dagelan”.
    Hehehe…

    • #2 by Handayani on May 1, 2013 - 12:29 am

      Kalau faktanya memang demikian..tak perlu risih.. karena tidak terelakan lagi keadaan yang diketahui oleh publik tentang kiprah PKS diparlemen yang justru memberikan citra buruk bagi politik islam..

  2. #3 by Devi Indah Sari on December 8, 2013 - 4:22 pm

    maaf … saya hanya mengingatkan jika ingin bersuara, ada baiknya melihat, merasakan bahkan memegang langsung objek yang diperbincangkan. agar penilaian lebih objektif dan fair

  3. #4 by Nissa on January 17, 2014 - 4:20 am

    Apakah postingan ini akan menguatkan keimanan masyarakat yang membaca ? Atau sebaliknya ?

  4. #5 by mario putih on May 13, 2014 - 7:28 am

    Hahaha,, baca tulisan di atas lucu dan geli.. Tersurat sekali niat penulis nulis tulisan itu… Awal bacanya masih mengerutkan kening, “oh iya ya” semakin dibaca “ahahaha, ternyata niatnya membuka aib untuk menjatuhkan golongan”.. Tp yakinlah bhw Allah selalu bersama “dia” yang menurut Allah benar.. Bagi penonton pks kena musibah/ujian yg besar, tp bagi orang pks “kita peroleh ujian untuk menjemput karunia”… Seperti kata @aagym “tidak selalu ujian itu adalah musibah, ujian hidup akan menjadi karunia jk dgn ujian tersebut kita bisa menjadi lebih dekat dgn Allah.. Jk dgn ujian tersebut kita bs meraih cinta Allah.. Sdgkan sebaliknya, tidak semua keindahan itu karunia, bisa jadi keindahan itu menjadi bencana jk dgn keindahan yg dimiliki ia menjadi jauh dari Allah, ia menjadi gelap hati untk saling menghargai”… Selamat beresah hati.. Mhon maaf lahir dn batin..

  5. #6 by adinda on July 23, 2014 - 8:21 am

    Saya pun memperhatikan bahwa tulisan diatas ditujukan untuk artikel di PKSPIYUNGAN yg kurang bermutu sehingga kalo mau dibuka testimoni2 orang yg keluar dari tarbiyah atau PKS pasti akan lebih banyak
    Saran saya bagi kader PKS, jangan jadi orang yang tahu banyak ttg partai anda dan jangan belajar mendalam ttg akidah dan syariat shg anda akan meninggalkan partai.
    Semakin anda paham akidah islam dan terikat dengan syariat semakin anda ingin segera meninggalkan PKS
    hehehe… pengalaman pribadi

  6. #7 by Yesus on March 9, 2015 - 4:35 pm

    AAhhhhh…. PKS Gaje.. HTI juga gaje.. Bagus sih ukhwahnya.. Tapi dulu waktu indonesia dijajah kmna aja… Giliran udah merdeka udah demokrasi dengan Sangenahna dateng2 mau ganti sistem gtu aja pake khilfah .. Apakah mungkin bisa… Coba tafsirin dlu yang bner arti kaffah itu apa…memang khilfah bagus.. Tapi kan smuanya ada takaran dan tempatnya.. Bukan sistem yang diganti.. Tapi di pwrbaiki orang2nya.. Bgitu… Sangenahna wae…

  7. #8 by hasan on April 6, 2015 - 4:24 pm

    Ya semua adalah pilihan.

    http://www.kompasiana.com/hasan.yusuf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: