PDIP Ngawur! Tuding Ustadz Baasyir Terlibat Praktik Narkoba & Terorisme


Cuma bisa tertawa mendengar tuduhan para pendengki Islam. Proyek yg dimotori oleh USA dg program war on trrorism nya telah banyak mengadu domba dan menuduh Islam sebagai biang terorisme, sekarang menuduh pake narkotika untuk membiayai? bagimana mungkin melakukakn sesutu yg diharamkan oleh Islam itu sendiri. jika org sekuler atu kafir memang masuk akal menggunakann segala cara untuk meraih tujuan.

JAKARTA (voa-islam.com) – Badai ujian seolah tak berhenti menimpa ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Meski sudah berada di balik jeruji besi, ulama sepuh ini masih saja difitnah.

Bahkan kali ini lebih keji, kakek berusia 74 tahun yang harus menghabiskan usia tuanya dengan 15 tahun penjara ini dituding mengendalikan praktik narkotika dan terorisme atau yang biasa disebut narcoterrorism.

Pernyataan tersebut dilontarkan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari. Ia menyatakan jaringan teroris menjadikan bisnis narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) sebagai sumber pendanaan dalam menjalankan aksinya.

“Dikaitkan temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), berupa mulai adanya praktik ‘narco-terrorism’ yang mengindikasikan keterlibatan ustad Abu Bakar Baasyir mengendalikan dari Solo,” ungkap Eva, kepada wartawan, Sabtu (30/6/2012), di Jakarta seperti dikutip gatra.

Menurutnya, hal ini terungkap dalam rapat BNPT dengann Pansus Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT) di DPR.

Dikaitkan temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), berupa mulai adanya praktik ‘narco-terrorism’ yang mengindikasikan keterlibatan ustad Abu Bakar Baasyir mengendalikan dari Solo

Sementara itu direktur JAT Media Center (JMC), ustadz Son Hadi, dengan tegas membantah, pernyataan anggota Komisi III DPR RI, Eva K. Sundari. Menurutnya itu merupakan pernyataan ngawur dan fitnah semata.

“Itu fitnah dan ngawur, karena tidak menyebutkan indikasinya apa,” tegas Son Hadi, Selasa (3/7/2012).

Selain itu, ia juga mempertanyakan pernyataan itu lantaran tak didukung fakta sedikit pun. “Indikasinya apa? Ini konten hukum, dan harusnya polisi yang menyampaikan itu. Kita minta indikasinya apa? Apalagi sudah menyebutkan nama,” tandasnya.

Atas dasar itu, ustadz Son Hadi menyayangkan pernyataan menyudutkan tersebut yang tidak sepantasnya dilontarkan seorang anggota dewan. [Widad/gtr]

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: