Dr. Hamid Fahmy: Fahri Hamzah Salah Memahami Terminologi Hifz Al Aql Dalam Islam


Terlalu sibuk berjuang demi demokrasi di DPR, Fahri Hamzah abai mengupgrade tsaqofahnya tentang Islam. Dia pun malah terjebak pada pemikiran-pemikiran sekuler. Fahri berkicau dengan pemikiran “jahiliah” nya tentang Islam. Semoga Fahri segera bertaubat dan memperdalam ilmu Islam kembali dengan rajin mendatangi liqo’ keilmuan para ulama.

Ulama dan cendekiawan muslim Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, mengoreksi pemahaman politikus PKS Fahri Hamzah atas pemikirannya tentang arti hifz al-aql (penjagaan akal) yang diartikannya untuk membela kebebasan berbicara Irshad Manji di depan publik.

“Fahri salah paham dalam memaknai arti hifz al-aql,” ujar Hamid Fahmy Zarkasyi kepada MuslimDaily.Net melalui pesan singkat.

Hifz al-aql artinya menjaga akal dari kebodohan dan kesalahpahaman segala hal. Artinya di sini, akal sehat harus dijaga dari pengaruh pemikiran-pemikiran Irsyad Manji, dari kemaksiatan, dan dari bisikan syetan,” jelas putra ke-9 dari KH Imam Zarkasyi, pendiri Pesantren Modern Gontor Ponorogo itu.

“Lalu siapa menjaga? Ya tentunya syariat Islam dan kekuasaan, yaitu agama dan negara atau politik,” urai Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) ini.

Dalam pernyataan pembelaannya terhadap hak dan kebebasan berbicara Irshad Manji yang ditulis dalam Twitter, politikus PKS Fahri Hamzah itu berargumen bahwa Tuhan pun membela kebebasan berbicara dan membiarkan setan hidup.

“Jangan kan negara, Tuhanpun membela #freedomofspeech. Salah satu tujuan syariat adalah hifdzul al aql (memilihara akal). Kalau Tuhan aja membiarkan setan hidup kok kita menentang #freedomofspeech? Negara harus dilarang membatasi kebebasan berbicara,” kata politikus PKS itu.

Irshad Manji

Irshad Manji adalah seorang tokoh penggerak dan praktisi lesbianisme asal Kanada. Majalah Ms. menobatkan dia sebagai “Feminis Abad ke-21”. Maclean’s memberinya penghargaan Honor Roll di tahun 2004 sebagai “Orang Kanada yang Sangat Berpengaruh”.

Dalam salah satu buku yang ditulisnya, Irshad mencaci maki Nabi Muhammad SAW, ”Sebagai seorang pedagang buta huruf, Muhammad bergantung pada para pencatat untuk mencatat kata-kata yang didengarnya dari Allah. Kadang-kadang Nabi sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa untuk menguraikan apa yang ia dengar. Itulah bagaimana ”ayat-ayat setan” – ayat-ayat yang memuja berhala – dilaporkan pernah diterima oleh Muhammad dan dicatat sebagai ayat otentik untuk al-Quran. Nabi kemudian mencoret ayat-ayat tersebut, menyalahkan tipu daya setan sebagai penyebab kesalahan catat tersebut. Namun, kenyataan bahwa para filosof muslim selama berabad-abad telah mengisahkan cerita ini sungguh telah memperlihatkan keraguan yang sudah lama ada terhadap kesempurnaan al-Quran.” tulisnya dalam buku Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini hal. 96-97.

Kedatangan Irshad Manji di Indonesia adalah dalam rangka mengkampanyekan ide dan pemikiran feminisme, lesbianisme dalam Islam, dan liberalisme yang diusungnya ke sejumlah perguruan tinggi Islam, antara lain UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, dan UMS Solo.

[muslimdaily]

*Keterangan gambar: Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, MA

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: