Keberanian Syabab Remaja Hizbut Tahrir Untuk Menolong Syam Dihalangi Syeikh Salafi di Allepo, Suriah


Syabab.Com – Khilafah benar-benar sedang tumbuh, namun mereka para penentangnya pun tak henti-henti membencinya, hingga Khilafah yang merupakan bisyaroh nabi itu terwujud secara nyata. Seruan seorang syabab remaja Hizbut Tahrir untuk mendukung penduduk Syam itu diupayakan untuk dihentikan oleh Syeikh Salafi di Allepo, Suriah negeri Syam.

Dengan kegigihan tanpa rasa takut serta penuh keberanian, tiga orang remaja Hizbut Tahrir berdiri di hadapan para jamaah di sebuah masjid. Dua orang diantaranya membentangkan panji Rasulullah ar-royah, sementara seorang lagi berbicara untuk menyampaikan pesan tentang nusyroh bari penduduk Syam. 

Saat seorang remaja itu menyampaikan seruan Hizbut Tahrir, seorang syeikh dari Salafi mencoba untuk menghentikannya, dan menghasut para jamaah agar keluar dari Masjid untuk tidak mendengarkan pidato remaja kecil tersebut.Ia menggambarkan bagi syabab Hizbut Tahrir itu sebagai pemilik fitnah dan kekafiran.

Syeikh Salafi tersebut berusaha membungkam rakyat dan memadamkan revolusi. Dia berdiri bersama penguasa mereka yang tiran dan berdiri di depan setiap panggilan untuk penegakkan Khilafah. Mereka adalah para syeikh Salafi. Mereka berdalih, bahwa Rasulullah Saw mengharamkan keluar dari waliyul amri yakni pemerintahan. Maka lihatlah ia memperingatkan orang-orang dan mencegah mereka menggulingkan penguasa. Ia mengatakan bahwa siapa pun yang melakukannya maka mereka kafir dan sesusungguhnya mereka ingin membesarkan fitnah.

Seperti di dalam video tersebut, di mana Syeikh menghasut para jamaah keluar dari Masjid, dan enggan mendengarkan apa yang disampaikan oleh seorang remaja belia syabab Hizbut Tahrir tersebut. Mereka seolah lupa, bahwa Masjid adalah milik Allah, Rabbul’alamin.

Namun, upaya dari syeikh tersebut tidak menghentikan sedikitpun kata-kata yang keluar dari anak muda yang terus menerus menyampaikan seruannya. Sampai akhirnya, Syeikh itu keluar bersama beberapa orang, sementara jamaah yang lainnya menyimak pidato dari syabab muda tersebut.

Tampak, para remaja dan anak-anak serta jamaah lainnya menyimak apa yang disampaikan oleh remaja syabab Hizbut Tahrir tersebut. Generasi tersebut benar-benar akan menjadi generasi pemilik masa depan Islam, seperti Ali bin Abi Thalib, pada usia 8 tahun sudah berjuang bersama Rasulullah Saw. Mereka juga berdoa untuk kemenangan bagi penduduk Syam yang tengah menghadapi penindasan rezim korup Assad.

“Di Syam telah melanggar kesucian dan membunuh para wanita, saya menyerukan anda dan meminta anda untuk berdiri menyelamatkan para janda dari tiran Bashar al-Assad. Umat kalian dibantai dari urat ke urat,” seru anak muda tersebut.

“Di manakah kemanusian? Di manakah ksatriaan? Di manakah kemuliaan? Di manakah Shalahuddin untuk mengembalikan umat bermartabat dan mulia? Di manakah Anda wahai kaum Muslim? Apa yang Anda akan katakan kepada Tuhanmu pada hari kiamat? Mengapa Anda tidak menanggapi firman Rabb Anda yang memerintahkan anda dan mewajibkan atas anda menolong saudara-saudara anda!” serunya lagi dengan tegas dan lantang.

Seruan kemudian diakhiri dengan doa kepada Allah, Rabbul’alamin, memohon pertolongan dan kemenangan dengan tegaknya kembali Khilafah yang akan menyelamatkan kaum Muslim di bumi Syam dan negeri-negeri lainnya.

Semua ini mengingatkan kita kepada Rasulullah Saw. yang telah bersabda:

“Saat ini akan tiba masa berperang, akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang menampakkan (kebenaran) di hadapan manusia, Allah mengangkat hati-hati suatu kaum, mereka akan memeranginya dan Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kepada mereka (kemenangan), dan mereka tetap dalam keadaan demikian, ketahuilah bahwa pusat negeri kaum mukminin itu berada di Syam, dan ikatan tali itu tertambat di punuk kebaikan hingga datangnya hari kiamat.” (HR Ahmad : IV/104; an-Nasa`i : VI/214-215; Ibnu Hibban : 1617-Mawarid; al-Bazzar dalam Kasyful Astaar : 1419; dari jalan al-Walid bin Abdurrahman al-Jarsyi dari Jabir bin Nufair.)

Sementara Anas bin Malik ra. menuturkan sebuah hadis:

وَيْلٌ ِلأُمَّتِيْ مِنْ عُلَمَاءِ السُّوْءِ يَِتَّخِذُوْنَ هَذَا الْعِلْمَ تِجَارَةً يَبِيْعُوْنَهَا مِنْ أُمَرَاءِ زَمَانِهِمْ رِبْحاً ِللأَنْفُسِهِمْ لاَ أَرْبَحَ اللهُ تِجَارَتَهُمْ

Kebinasaan bagi umatku (datang) dari ulama sû’; mereka menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang mereka jual kepada para penguasa masa mereka untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberikan keuntungan dalam perniagaan mereka itu. (HR al-Hakim).

Demikianlah, keberanian dan ketegaran remaja belia syabab Hizbut Tahrir untuk menyampaikan suara kebenaran kepada umat ini, agar umat Muhammad, dan ummat Al-Quran ini memberikan nusyroh kepada penduduk Syam. Sekalipun ada upaya untuk membungkam kebenaran, umat akan terus bangkit hingga Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian kembali tegak sebagai satu-satunya penegak syariah yang akan memberikan kesejahteraan bagi umat manusia. Semakin dekat. [m/f/z/dp/tahrir.syria2011/sp/syabab.com]

http://syabab.com/akhbar/ummah/2525-keberanian-syabab-remaja-hizbut-tahrir-untuk-menolong-syam-dihalangi-syeikh-salafi-di-allepo-suriah-video.html

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: