Ilmuwan AS Mengaku Jadi Mata-Mata Israel


 

Kamis, 08 September 2011

Hidayatullah.com–Seorang mantan ilmuwan pemerintah Amerika Serikat hari Rabu (07/9) mengaku baersalah, karena berusaha menjual informasi rahasia kepada seorang agen FBI yang sedang menyamar menjadi agen Israel.

Atas pengakuan Stewart Nozette, 54, warga Chevy Chase, Maryland, itu ia dituntut 13 tahun penjara. Dia bisa saja dikenai hukuman mati atas empat dakwaan melakukan aksi spionase untuk Israel.

Nozette mengaku bahwa pada tahun 2009 ia membocorkan informasi tentang satelit-satelit Amerika Serikat, sistem peringatan dini, sistem pertahanan atau pembalasan atas serangan besar, sistem komunikasi intelijen dan elemen-elemen pertahanan strategis.

Menurut dakwaan, Nozette sengaja melakukan hal itu untuk membahayakan Amerika dan menbantu Israel. Sebagai bagian dari kesepakatan, ia bersedia mengaku bersalah atas satu dakwaan, dengan imbalan tiga dakwaan lain akan digugurkan.

“Stewart Nozette mengkhianati kepercayaan Amerika dengan berusaha menjual sebagian rahasia negara yang paling dijaga demi mendapatkan keuntungan,” kata Lisa Monaco, asisten jaksa umum yang bertugas di divisi keamanan negara pada Departemen Kehakiman.

Nozette pernah bekerja di berbagai lembaga milik pemerintah, termasuk  Departemen Energi dan NASA.

Dia bekerja di Gedung Putih di Dewan Antariksa Nasional pada tahun 1989 dan 1990. Di sana Nozette membuat radar percobaan yang membantu menemukan air di kutub selatan bulan.

Nozette juga pernah menjabat sebagai presiden dari Alliance for Competitive Technology, sebuah lembaga nirlaba di mana ia bisa mengakses aneka informasi rahasia.

Nozette mendekam dalam tahanan selama hampir dua tahun, sejak ia ditangkap karena melakukan spionase. Oleh karena bersedia mengakui kesalahannya, Nozette akan menerima potongan hukuman dari masa tahanan yang telah dijalaninya, demikian kata hakim.

Hukuman atas dakwaan spionase akan dijalani Nozette bersamaan dengan hukuman dalam kasus pemalsuan pajak.

Menurut jaksa penuntut Anthony Asuncion di dalam persidangan, kata-kata yang diucapkan Nozette saat bertemu dengan agen FBI yang menyamar menjadi agen Israel pada 3 September 2009 adalah “senang dapat membantu.”

Dalam pertemuan keesokan harinya dengan agen tersebut, Nozette mengatakan, “Ada di kepala saya.” Maksudnya adalah informasi penting yang ia miliki disimpan dalam ingatannya, kata Asuncion.

Kemudia di akhir bulan itu, Nozette menyerahkan informasi rahasia yang dimilikinya dan menrima uang USD 11.000 dari agen yang menyamar tersebut.

Pada pertemuan tanggal 19 Oktober 2009, Nozette mengatakan kepada agen FBI itu bahwa uang sejumlah USD 50.000 yamg ia minta itu terlalu sedikit, kata Asuncion. Nozette bilang, total anggaran yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat untuk menluncurkan satelit saja hampir USD 1 milyar, untuk itu ia seharusnya paling tidak mendapat 1 persennya.

Dalam sidang Nozette mengki semua dakwaan yang dituduhkan jaksa. Hakim Paul Fridman akan melanjutkan sidangnya pada tangga 15 Nopember mendatang.*

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: