Penyebab Gagalnya Dakwah : Israaf (Berlebihan)


Artikel selengkapnya ada di Eramuslim.com. Dampak buruk dari Israaf adalah mudah terjerumus mencari harta dengan cara haram dan cenderung hidup mewah serta berbuat dosa. Membaca artikel ini seolah secara eksplisit ditujukan kepada kader-kader PKS yang selama ini telah “gagal” dalam mebangun partai sesuai Islam. Kasus “aib” partai yang diungkap oleh ustadz Yusuf Supendi menjadi bukti bahwa PKS terkena masalah Israaf ini, ditambah dengan Arifinto yang tertangkap kamera tengah membuka video porno di tengah sidang paripurna. Apalgi jika wartawan Media Indonesia (irfan) bisa membuktikan bahwa Arifinto membukanya dari folder buka dari web sebagaimana yang di kalim oleh Arifinto, telah lengkap kebohongan yang dilakukan di depan publik oleh Arifinto. Mari kita doakan agar kita semua dijauhkan dari penyakit ini, dan bagi kader-kader PKS agar kembali berpegangteguh terhadap Islam dan bisa selamat dari jebakan-jebakan syetan politik.

Penyebab Gagalnya Dakwah : Israaf (Berlebihan)
Oleh Dr. Sayyid Nuh

Israf mempunyai makna melakukan sesuatu, tetapi tidak dalam rangka ketaatan, atau boros dan melampui batas. (kitab al-Qumus al-Muhiith, 3/15). Tetapi, israaf ialah penyakit rohani berupa perbuatan yang melampui batas kewajaran, baik dalam hal makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan lai sebagainya.

Faktor-Faktor Penyebab Israaf

Pertama, latar belakang keluarga. Sikap israaf dapat timbul akibat pengaruh situasi dan kondisi serta latar belakang keluarga. Seseorang yang dibesarkan disebuah lingkungan keluarga yang diwarnai oleh sikap senang berlaku israaf dn berfoya-foya , maka kmungkinan besar dirinya akan tertulari oleh penyakit itu, kecuali mereka dikasihi oleh-Nya. Seorang penyair melukiskan fenomena tersebut dalam untaian syairnya seperti :
“Seseorang akan tumbuh berkembang, sebagaimana yang dibiasakan oleh orang tuanya”.

Dari keterangan diatas agaknya kita dapat memetik hikmah rahasia ajaran Islam yang meminta kepada para orang tua agar mereka menjadikan tuntutan syariah Allah sebagai rujukan dalam memilih jodoh bagi putra-putrinya :

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang sendirian (belum kawin) diantara kamu, dan (kawinkanlah) orang-orang yang shaleh (baik) di antara hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.” (QS. An-Nuur [24] : 32)

وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik walaupun ia menarik hatimu. Jangahlan kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik perhatian hatimu. Mereka akan mengajakmu ke neraka, sedang Allah mengajakmu ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2] : 221)

Kedua, keluasan rezeki yang diperoleh setelah kesempitan. Sebab lain yan dapat mendorong sikap israaf adalah keluasan atau kemudahan dalam mendapatkan rezeki atau kesenangan hidup yang sebelumnya sangat sulit didapatkan. Di kalangan umat ini kerap terjadi kasus orang-orang yang selagi mereka dicoba oleh Allah dengan kesempaitan rezeki dan aneka kekurangan hidup lainnya, mereka mampu bersikap sabara dan tabah menerima keadaan tersebut.

Mereka masih tetap bertahan memegang kendali prinsip-prinsip Ilahi. Akan tetapi manakala mereka dicoba oleh Allah dengan kelapangan rezeki dan kemudahan mendapatkan kesenangan hidup, justru mereka tidak mampu bersikap tawassuth (pertengahan) dan I’tidal (seimbang) dalam mempergunakan harta dan kenikmatan hidup yang ada pada dirinya untuk menuju keridhaan –Nya. Sebaliknya, sikap hidup mereka berbalik drastis dan berlaku israaf dan tabdziir (menyia-nyiakan harta).

Amr bin Auf r.a. meriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, bersabda : “Sebarkanlah berita gembira dan bercita-citalah dengna sesuatu yang membuat kalian senang. Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku kawatirkan atas kalian, tetapi aku kawatir jika dunia telah dihamparkan kepada kalian sebagaimana dihamparkan kepada umat terdahulu, kemudian kalian akan saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, sehingga akhirnya, hal iu akan membinasakan kalaian, sebagaimana telah membinasakan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Abu Sa’id al Hudri r.a juga meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalahu Alaihi Wa salam, bersabda : “Sesungguhnya kehidupan dunia itu manis dan menawaan, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian Khalifah diatasnya. Maka takutlah kalian dengan manisnya kehidupan dunia dan waspadalah terhadap wanita , karena sesungguhnya awal fitnah yang menimpa Bani Israel adalah wanita.” (HR. Muslim)

 

Mudah Terjerumus Mencari Harta Dengan Jalan Haram

Suatu saat, orang yang berlaku israaf tentu akan mengalami masa-masa kesulitan. Jika keinginannya tidak terpenuhi, maka akan mudah mengantarkan dirinya berbuat apa saja, termasuk hal-hal yang dilarang oleh agama, untuk mempertahankan pola hidup israaf-nya itu. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melindungi kita dari perilaku yang semacam itu. Rasulullah shallahu alaihi wa sallam“Setiap badan yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka neraka adalah lebih utama baginya.” (HR. Tirmidzi)

Menjadi Saudara Setan

Pengaruh yang yang sangat berbahaya dari israaf yakni mereka akan menjadi saudara setan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Sesungguhnya orang yang menyia-nyiakan harta dalah saudara setan. Dan sesungguhnya setan it telah ignkar terhadap Tuhannya.” (QS. al-Israa’ [17] : 27)

Jika mereka sudah menjadi saudara setan, maka sudah pasti mereka akan tergolong sebagai manusia yang merugi. Sebagaimana firman-Nya :

إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Sesungguhnya kelompok setan (itu) adalah yang merugi.”(QS. Al-Mujadalah [58] : 19)

Tidak Dicintai Allah

Dampak selanjutnya dari israaf ialah terhalangnya diri kita dari kecintaan Allah. Sebagaimana firman-Nya :

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang-orang yang boros.” (QS. al-An’am [6] : 141)

Apalagi yagn dapat dilakukan oleh seseorang jika dirinya sudah tidak lagi dicintai Allah? Sungguh, kita akan hidup dalam kegelisahan, keserahan, penuh dengan penyakit kejiwaan, sekalipun kita memperoleh segala fasilitas yang bersifat duniawi.

Terhadap Amal Islami

Adapun pengaruh-pengaruh yang menimpa amal Islami antara lain akan menjadi kalah, atau paling tidak, surut ke belakang. Sebenarnya hal ini dapat kita pahami mengingat satu-satunya senjata kaum muslimin dalam menghadapi kekuatan musuh-musuh Allah adalah kekuatan iman. Sedangkan iman akan mudah dipengaruhi oleh sifat boros, mewah, mengumbar kenikmatan dan berfoya-foya. Wallahu’alam.

 

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: