Strategi Partai Terbuka Ala PKS


Banyak yang menyayangkan peralihan metode PKS menjadi Partai sekuler sehingga banyak mengabaikan jalan- Islam yang telah umum dikenal kaum muslimin. Salah satu conyoh nyata adalah polemik yang dibuat oleh kader PKS di anggota dewan yang mengambil Injil sebagai rujukan dan “malu” untuk secara terbuka mengungkapkan Islam, demi sebuah status yaitu Partai Terbuka. Berikut ini komentar-komentar yang menyayangkan dan kontra terhadap sikap PKS yang mengatasnamakan dakwah tetapi jauh dari Kaidah-kaidah islam itu sendiri.

Sebaiknya memang PKS merubah ideologinya saja, supaya makin jelas mau dibawa kemana partai ini. Dan juga agar para kader yang tetap berpegang pada ideologi awal berdirinya PKS bisa menentukan sikap apakah tetap bersama PKS atau meninggalkan PKS. Karena pertanggungjawaban di akhirat kelak adalah tanggung jawab pribadi bukan tanggung jawab kolektif. Seperti halnya syaithan yang berlepas diri dari manusia yang mengikutinya di akhirat kelak. Takutlah kalian wahai ulil abshar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari melihat di tangan Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu ada selembar dari Taurat, dan Umar mengagumi isinya,, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam marah dengan kemarahan yang keras. Dalam hadits diriwayatkan:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكِتَابٍ أَصَابَهُ مِنْ بَعْضِ أَهْلِ الْكُتُبِ فَقَرَأَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَغَضِبَ فَقَالَ أَمُتَهَوِّكُونَ فِيهَا يَا ابْنَ الْخَطَّابِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةً لَا تَسْأَلُوهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوا بِهِ أَوْ بِبَاطِلٍ فَتُصَدِّقُوا بِهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي

Dari Jabir bin Abdullah ‘Umar bin khatab menemui Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dengan membawa tulisan yang dia dapatkan dari Ahli Kitab. Nabi Shallallahu’alaihiwasallam terus membacanya dan marah seraya bersabda: “Bukankah isinya hanya orang-orang yang bodoh Wahai Ibnu Khottob?. Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, saya datang kepada kalian dengan membawa cahaya yang terang. Janganlah kalian bertanya kepada mereka tentang sesuatu! Bagaimana jika mereka mengabari kalian kebenaran lalu kalian mendustakannya atau mereka (menyampaikan) kebatilan lalu kalian membenarkannya?. Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa ‘alaihissalam hidup maka tidak ada jalan lain selain dia mengikutiku.” (Sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya 3/387 nomor 14623, dan Al-Baihaqi dalam Syu’bul Iman, dan Ad-Darimi 1/115-116 dengan lebih sempurna. Hadits ini menurut Abdur Rahman Abdul Khaliq berderajat Hasan, karena punya banyak jalan menurut Al-Lalkai dan Al-Harwi dan lainnya).

Dalam Hadits itu terdapat pengertian sebagai berikut:

Pertama: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam heran adanya orang yang mulai mencari petunjuk kepada selain Al-Quran dan As-Sunnah sedangkan beliau masih hidup. Termasuk tuntutan iman kepada Al-Quran dan As-Sunnah adalah meyakini bahwa petunjuk itu adanya hanyalah pada keduanya (Al-Quran dan As-Sunnah) itu.

Kedua: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membawa agama yang suci murni, tidak dikaburkan oleh pembuat kekaburan berupa perubahan, penggantian, atau penyelewengan. Sedang para sahabat menerima agama Islam itu dengan wungkul (utuh) dan murni. Maka bagaimana mereka akan berpaling darinya dan mencari petunjuk kepada hal-hal yang menyerupai penyelewengan, penggantian, dan penambahan serta pengurangan.

Ketiga: bahwa Nabi Musa as sendiri yang dituruni Kitab Taurat seandainya dia masih hidup pasti dia wajib mengikuti Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan meninggalkan syari’at yang telah dia sampaikan kepada manusia.

Hadits ini adalah pokok mengenai penjelasan manhaj (pola) Al-Quran dan As-Sunnah. Tidak boleh seorangpun mencari petunjuk (untuk mengetahui bagaimana cara mendekatkan diri pada Allah dan memperbaiki diri) kepada ajaran yang tidak dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, hatta walaupun dulunya termasuk syari’at yang diturunkan atas salah satu nabi yang dahulu. (Ibn Abd Muis)

Secara pribadi saya ngerasa para petinggi PKS makin aneh. Sekarang ini apa bedanya PKS dengan partai lain. Sejujurnya saya sangat khawatir jika PKS kini seperti Mengharap hujan dari langit air di tempayan di tumpahkan. Simpatisan or pendukung partai dari luar belum tentu di dapat, Tapi Kader dan simpatisan malah berlarian meninggalkan. Mudah2an sich tidak. Wallahu alam….(Bingung)

Apa bedanya merujuk Injil dgn merujuk pada demokrasi? Kan sama2 rujukkan yg bathil….(Budi K)

Masalahnya apa memang YAKIN dengan strategi Terbuka seperti ini maka suara PKS akan semakin bertambah pada pemilu 2014 nanti. Atau justru malah sebaliknya malah semakin nyungsep ??? (Erabaru)

PKS, dulu partai dakwah sekarang menjelma menjadi partai syahwat. Gak tahu kalo benar-benar menguasai parlemen, seperti apa polah dari pimpinannya ? mungkin sudah tiak mengakui lagi Islam sebagai dasarnya…..

Tapi keterbukaan membawa berkah yang besar bagi person-personnya…..masya Alloh mewah dan megah nya rumah Pak Hilmi, masya Alloh bung Annis Matta punya duit 10 Milya dan juga masysa Alloh bung Fahri punya rumah mentereng di Puri Cibubur dah lupa dengan rumah kecil + toyotra kijang tua di Kotawisata…..

Hebat bung untuk anda semua…tapi ingatlah anda semua telah menyesatkan, memanipulasi banyak orang dan ingatlah balasan nanti diakherat… (Bambang)

Inilah karakter orang2 munafik mereka MENJUAL ayat2 Alloh demi mendapat KURSI dan PUJIAN dgn harga MURAH mereka menjual petunjuk dgn kesesatan,”Telah sempurna Firman2 Tuhanmu (Alqur’an) sebagi Firman yg BENAR dan ADIL, tidaak ada yg bisa merubah Firmannya itu, Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” nah kalo Mr. Nasir Jamil menggunakan Kitab Injil sebagai rujukan artinya dia sudah mengingkari ayat diatas, dia sudah tidak beriman kepada Al Qur’an dia lebih bangga dgn kitab orang lain demi kekuasaan, Inalilahi Waina Ilaihi Roji’un. (Jundullah)

Komentar-komentar tersebut sangat mudah ditemui di berbagai artikel yang menyangkut PKS. Artikel yang dikomentari berjudul Strategi Partai Terbuka ala PKS di eramuslim .com. Anda bisa klik disini ke artikel aslinya dan membaca puluhan komentar yang lain.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: