Awas, Timun Beracun?


Sayuran berasa pahit, bisa jadi pertanda ada racun di dalamnya

Hidayatullah.com–Anda suka mengkonsumsi timun? Hati-hati. Para dokter dan ahli kesehatan India memperingatkan akibat buruk mengkonsumsi timun, labu dan sejenisnya, setelah seorang ilmuwan India meninggal akibat minum jus.

Sushil Kumar Saxena, 59, seorang deputi sekretaris senior di Council of Scientific and Industrial Research (CSIR), meninggal pada 10/7/2010 setelah minum jus labu air (bottle gourd). Sebelum meminum jus tersebut, ia sempat mengeluhkan betapa pahit rasanya. Meskipun demikian Saxena tetap meminumnya. Tidak berapa lama kemudian ia mulai muntah darah dan akhirnya meninggal.

“Orang sebaiknya tidak meminum jus sayuran semacam itu karena beracun. Jus itu bia mengakibatkan diare, pendarahan dan muntah-muntah. Jus berasa pahit harus dihindari,” terang AK. Seth dari  B.L. Kapoor Memorial Hospital kepada IANS.

Menurutnya, beberapa kejadian serupa juga terjadi di ibukota India belakangan ini.

Sebagian dokter menilai jus labu air baik untuk kesehatan, tapi menyarankan untuk tidak meminumnya jika terasa sangat pahit.

“Jus labu air merupakan obat yang sangat baik untuk mengatasi kehausan akibat diare, terlalu banyak makan lemak atau goreng-gorengan dan diabetes. Tapi sebelum membuat segelas jus dari labu jenis apapun, orang sebaiknya menghindari sayuran yang terlalu pahit, karena mungkin mengandung racun,” kata Subha Sabarwal, Kepala Departemen Dietetik RS. Apollo, India.

Menurut ahli gizi Saschi Sohal, sayuran seperti labu air, timun, squash (labu kecil / marrow, sejenis zukini / courgette), labu dan melon menyehatkan, tapi bisa mematikan jika bagian yang pahit tidak dibuang sebelum dimakan.

“Pada bagian itu terdapat zat berbahaya bernama tetracyclic triterpenoids atau cucurbitacins, yang bisa sangat beracum jika sangat pahit. Sebaiknya dimasak terlebih dahulu atau menghindari segala jenis sayuran dari keluarga timun-timunan,” katanya.

“Akibat tingginya pemakaian zat kimia dan pupuk, zat beracun dalam sayuran meningkat. Itu mengapa lebih baik memasak sayuran ini terlebih dahulu lalu memakannya,” pesan Sohal.[di/ians/klj/hidayatullah.com]

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: