Sesumbar AS Berujung Pada Ambruknya Dollar


NEWYORK (SuaraMedia News) – Kurs dollar AS anjlok pada hari Rabu waktu setempat. Ironisnya, nilai dollar justru ambruk setelah Federal Reserve (dana cadangan federal atau yang biasa disingkat dengan sebutan Fed) menyampaikan sebuah optimisme dan keyakinan mengenai ekonomi AS dan menyatakan bahwa tingkat pinjaman bankmencatat rekor terendah dan mendekati nol.

Sementara itu, departemen perdagangan AS mengatakan bahwa perdagangan AS mengalami peningkatan angka defisit pada bulan Juni. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya jumlah impor untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 11 bulan, sebuah pertanda lain “mengendurnya” tekanan resesi keuangan global terhadap ekonomi AS.

Dollar, sebuah mata uang yang secara tradisional selalu berada dalam keadaan aman, telah mengalami hantaman telak, hal tersebut terjadi disaat terlihat tanda-tanda pemulihan keadaan ekonomi dari berbagai penjuru dunia. Berbagai pemberitaan baik seringkali membantu menyeimbangkan ekuitas (perbedaan nilai pasar dari sebuah properti dan klaim terhadap properti yang bersangkutan), serbuan mata uang yang membanjiri pasar, dan sejumlah investasi beresiko lainnya.

Mata uang euro yang diusung 16 negara membeli $1.4214 dalam sebuah pembelian akhir di bursa dagang New York, angka tersebut naik dari $1.4148 yang tercatat pada hari Selasa. Mata uang pound Inggris juga naik menjadi $1.6511 dari angka sebelumnya sebesar $1.6511. Dollar merangkak naik dari 96,23 dari 96,02.

Fed, pasca mengakhiri rapat kebijakan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, memberikan pandangan yang lebih optimistis mengenai ekonomi AS dan mengatakan bahwa keadaan ekonomi sudah semakin “normal”. Hal tersebut merupakan sebuah perubahan signifikan dari perkiraan bank sentral pada bulan Juni yang menyatakan bahwa keadaan ekonomi menyusut dalam langkah yang cenderung lebih lambat.

Fed mengatakan bahwa keadaan ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda “positif”, dua tahun setelah serbuan krisis keuangan terbesar dalam berpuluh-puluh tahun sehingga pihaknya memutuskan untuk melangkah keluar dari keadaan siaga. Fed menambahkan bahwa pasar keuangan yang sebelumnya tercabik-cabik, kini telah mulai mengalami pemulihan.
Pernyataan tersebut menjadi pernyataan positif yang pertama kalinya dilontarkan oleh komite sejak bulan Agustus 2008, sebelumnya komite selalu menjabarkan keadaan ekonomi dengan sebutan melemah atau melambat.

Banyak pihak yang menyatakan bahwa permulaan krisis ekonomi diawali dari langkah yang diambil oleh bank Perancis, BNP Paribas, pada bulan Agustus 2007 untuk membekukan dana karena adanya masalah denganhipotek subprimer di AS. Dalam beberapa bulan berikutnya, keadaan ekonomi AS ambruk dan krisis tersebut berubah menjadi sebuah krisis keuangan yang paling merusak dan resesi paling menyakitkan dalam krun waktu berpuluh-puluh tahun, penyakit ekonomi tersebut kemudian mennjalar dan menulari seluruh dunia.

Fed memperingatkan bahwa keadaan ekonomi masih tetap rapuh disaat para pemilik perusahaan terus melakukan pemutusan hubungan kerja dan dunia usaha membabat investasi.

Resesi global membuat pemasukan pajak anjlok dan pengeluaran melonjak naik, hal tersebut mengarah pada rekor defisit dana federal yang diperkirakan mencapai $1,84 triliun dalam tahun keuangan 2009.

Kepala Fed, Ben Bernanke, mengharapkan bahwa tahapan kedua nantinya akan banyak mengalami kenaikan berdasarkan pada kemampuannya untuk memulihkan pertumbuhan dan lapangan kerja setelah peranan Fed dalam penyelamatan keuangan yang kontroversial dan gelombang pertanyaan yang mencari tahu mengapa Fed tidak melakukan pengumpulan data lebih awal dan mengambil langkah untuk mencegah krisis.

Bank sentral mengatakan bahwa pihaknya pada akhirnya akan memperlambat laju programnya untuk membeli surat hutang negara senilai $300 miliar hingga akhirnya benar-benar dihentikan pada akhir bulan Oktober mendatang, satu bulan lebih lambat dibandingkan dengan yang dijadwalkan. Bank sentral sejauh ini telah membeli surat hutang senilai $253 miliar.

Jika para investor memperlihatkan keragu-raguan untuk mendanai hutang pemerintah, maka hal tersebut dapat menghantam kurs dollar. Langkah memborong dollar yang dilakukan oleh pihak asing dilakukan untuk mendapatkan surat hutang.

Fed juga berjanji untuk tetap menjaga suku bunga pinjaman serendah mungkin hingga mendekati nol untuk “jangka waktu yang diperpanjang.”

Tingkat bunga yang lebih rendah dapat pula menghantam kurs mata uang karena para investor akan memindahkan dana mereka ke tempat dimana mereka akan mendapatkan pemasukan yang lebih besar.

Dalam perdagangan bursa pada hari Rabu senja, nilai tukar dollar anjlok menjadi 1.0772 franc swiss dari angka sebelumnya, 1.0819 franc. Kurs dollar juga turun menjadi 1.0879 dollar Kanada, turun dari angka sebelumnya, 1.1015. (dn/ap) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Advertisements
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: