London Yakini Syariah Sebagai Solusi Masalah Perdata


LONDON (SuaraMedia News) – Jumlah non-Muslim yang beralih ke pengadilan Syariah untuk menyelesaikan sengketa perdata komersial dan hal-hal sipil lainnya meningkat belakangan ini, lapor The Times.

The Muslim Arbitration Tribunal (MAT) mengatakan bahwa 5 persen dari kasus-kasus yang melibatkan non-muslim yang menggunakan pengadilan syariah karena pengadilan-pengadilan tersebut lebih tidak rumit dan informal dibandingkan dengan sistem hukum Inggris.

Freed Chedie, seorang juru bicara untuk Sheikh Faiz-ul-Aqtab Siqqiqi, seorang pengacara yang mengatur hakim, berkata, “Kami memberatkan pada perjanjian lisan, sedangkan pengadilan Inggris tidak.”

Dalam kasus bulan lalu seorang non-muslim dari Britania Raya mengajak partner muslimnya ke pengadilan untuk menyelesaikan sengketa melalui keuntungan dalam armada perusahaan mobil. “Non-muslim tersebut menyatakan bahwa telah ada kesepakatan secara lisan antara mereka,” kata Mr Chedie.

Ia berkata bahwa hakim telah menjalani sedikitnya 20 kasus yang melibatkan non-Muslim sampai saat ini tahun ini. Peraturan pengadilan mengikat secara hukum, asalkan kedua belah pihak sepakat untuk kondisi apapun yang diberikan pada awal persidangan.

Namun, kampanye anti-Syariah, menyatakan bahwa sistem Islam radikal dan tidak adil terhadap perempuan. Denis MacEoin, yang menulis laporan untuk para pemikir civitas yang meneliti penyebaran Syariah di Inggris, mengatakan bahwa klaim dari MAT tentang klien non-muslim “menimbulkan berbagai pertanyaan”.

Inayat Bunglawala, seorang juru bicara untuk Dewan Muslim Inggris, mengatakan bahwa organisasi harus bebas untuk melakukan arbitrasi di bawah Syariah, asalkan tidak melanggar hukum Inggris dan merupakan proses sukarela.

Baronesse Warsi, Menteri Bayangan untuk  Kohesi Masyarakat dan Aksi Sosial, yang seorang Muslim, mengatakan bahwa terdapat banyak forum untuk arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa di Inggris. “Tidak ada masalah dengan itu, selama selalu tunduk pada hukum Inggris,” ujarnya.

The Times juga melaporkan bahwa MAT sedang merencanakan untuk membesarkan jumlah dari pengadilannya dengan mendirikan di sepuluh kota baru di Inggris pada akhir tahun. Akan memperluas jaringan lebih lanjut dengan bertindak sebagai badan penasihat untuk puluhan pengadilan Islam lainnya, dengan tujuan mencapai konsensus nasional di atas pemerintahan dan prosedur.

Walaupun pengadilan Syariah telah beroperasi di wilayah hukum perdata sejak awal tahun 1980-an, mereka telah melakukan hal tersebut hanya dalam bayangan dan dalam mode ad-hoc. Civitas melaporkan diperkirakan terdapat 85 Dewan Syariah di Inggris.

Chedie mengatakan bahwa rencana tersebut akan melegitimasi Syariah karena semua pengadilan di bawah payungnya akan menjadi “konsisten dalam peraturan mereka”. MAT, yang memiliki legitimasi hukum di bawah Undang-undang Arbitrase 1996, sudah beroperasi di London, Birmingham, Bradford, Manchester dan Nuneaton, Warwickshire. Pada konferensi tahunan di bulan Oktober, mereka  akan memutuskan dengan sepuluh lokasi baru, yang kemungkinan akan mencakup Leeds, Luton, Blackburn, Stoke dan Glasgow.

Tribunal yang mengundang 24 dewan Syariah untuk menghadiri konferensi itu sehingga dapat melatih mereka pada prosedur dan peraturan dalam upaya untuk mencapai konsistensi nasional. Sebagian besar pengadilan Syariah hanya berurusan dengan perceraian dan sengketa keluarga tetapi MAT juga berurusan dengan hal-hal komersial dan menengahi perjodohan dan kekerasan dalam rumah tangga.

Chedie berkata, “Kami akan melatih sebagian besar imam agar seorang wanita di Glasgow akan menerima bentuk layanan yang sama seperti seorang wanita di London. Dewan syariah sudah sejalur dengan kami. Ada histeria dan prasangka terhadap Syariah, tetapi terdapat banyak pendapat yang mengatakan bahwa hukum Inggris dan Syariah itu kompatibel. Hanya orang-orang di ujung kanan spektrum politik yang membesar-besarkan masalah ini.” Chedie berpendapat bahwa legitimasi dari MAT lebih ditingkatkan karena non-muslim sudah mulai menggunakannya untuk arbitrase. (iw/to) dikutip oleh www.suaramedia.com

Advertisements
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: