Akibat Utang, Pemerintah Diatur Negeri Asing


JAKARTA,— Saat ini, Indonesia dinilai sangat tergantung pada pihak asing karena pemerintah selalu tergantung pada utang luar negeri meskipun sebenarnya kebutuhan akan utang tidak terlalu tinggi.

“Tapi memang ada semacam kecenderungan ditumbuhkan seolah-olah kita perlu utang,” ucap Drajat Wibowo anggota DPR dan kader PAN saat diskusi di Chemistry Media Center (CMC) Jakarta, Senin (22/6).

Drajat mengatakan, akibat ketergantungan utang tersebut, pemberi utang bisa sesukanya meminta melakukan banyak hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh pemerintah. Contohnya, saat Drajat di DPR, ia pernah membongkar perjanjian antara Indonesia dan Asian Development Bank (ADB).

Di situ diketahui, untuk dapat mencairkan utang berikutnya sebesar  150 juta dollar AS, pemerintah harus menjual 16 BUMN. “Di bidang pangan, kita diminta meliberalisasi sektor pertanian dan pangan,” tegasnya.

Karena itu, menurut Drajat, jika JK terpilih sebagai presiden, masalah liberalisasi dan ketergantungan dengan asing ini dapat diatasi. Tahun 1998, misalnya, ketika JK menjabat sebagai Menkokesra, ia pernah menolak letter of intent yang menghapuskan bea masuk untuk pangan menjadi 0 persen dan non-pangan 5 persen.

“Itu mengakibatkan beras impor membanjir dan harga dari petani anjlok,” tegasnya. Pihak JK juga berjanji bakal mendorong produksi pertanian dengan menyediakan pupuk, bibit, dan sarana pengairan. [Kompas.com, 22/06/2009]

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: