Konsumsi Alkohol Remaja Meningkat di Iraq


Demi demokrasi Amrik datang ke Iraq. Atas nama demokrasi Amrik membunuh banyak orang tak berdosa. Setelah amrik puas dengan demokasrinya, ia pun menjanjikan kemerdekaan. Jika sebelum demokrasi datang alkohol mash menjadi barang haram, maka kini sudah marak diperjualbelikan secar bebas. Jika sebelum demokrasi datang, homo adalah perbuatan haram, kini pun sudah marak. Iraq korban keganasan demokrasi amrik. 

Konsumsi alkohol meningkat di Iraq, terutama di kalangan generasi muda dari berbagai lapisan masyarakat dan jender

Hidayatullah.com—Pasca invasi Amerika, maksiat merajalela di Iraq. Kaum homo tumbuh subur dan konsumsi alkohol naik pesat, khususnya bagi pengguna remaja.

“Usai kuliah, saya dan teman-teman biasa nongkrong di restoran lokal di kawasan Mansour sambil minum bir. Tak ada yang kami lakukan di sini dan kami harus menemukan cara yang nyaman untuk bersenang-senang dengan teman-teman. Alkohol adalah jawabannya dan bisa membuat kami rileks dalam hidup yang keras,” ujar Khalid, seorang mahasiswa sekolah bisnis di Baghdad.

Khalid mengaku dirinya bukanlah pecandu alkohol. Ia minum sedikit saat bersama teman-teman. Padahal Islam melarang umatnya minum alkohol. Konsumsi alkohol kini sudah mencapai tingkat mengkhawatirkan di Iraq, terutama generasi muda lintas jender.

Bahkan di kalangan keluarga yang relijius, minum alkohol kini sudah hal umum.

“Ayah tidak tahu dan mengira saya kuliah. Sebelum invasi AS, saya masih sekolah. Tapi kakak tertua sudah kuliah. Dan satu hal yang mereka lakukan untuk bersenang-senang adalah pergi ke luar untuk makan sandwich. Saya tidak ingin mengalaminya,” aku Khalid.

Masalah ini muncul ke permukaan belakangan ini setelah seorang ayah di Baghdad memukul putrinya hingga tewas karena mendapati anaknya minum alkohol usai kuliah bersama teman-temannya.

Selama pemerintahan Saddam Hussein, konsumsi alkohol di tempat umum dilarang.

Tapi pada 2005, Kementerian Dalam Negeri menghapuskan UU pembatasan minum alkohol yang diberlakukan Saddam di berbagai klub malam dan kasino. Padahal UU ini mulai diberlakukan pada tahun 1990-an.

Pemerintah yang baru beralasan bahwa penghapusan UU ini dilakukan karena dianggap telah mencampuri dan membatasi kebebasan pribadi warga Iraq. Kini bisnis penjualan alkohol harus mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan. [iol/www.hidayatullah.com]

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: