Hizb ut-Tahrir Pakistan Kecam Tindakan Represif terhadap Demonstrasi Damai 31 May 2009


Kami mengecam keputusan pemerintah yang melarang Hizbut Tahrir secara paksa dalam melaksanakan demonstrasi yang bertajuk “Perang Amerika yang Mengadu Domba Muslim.” Hizb ut-Tahrir Wilayah Pakistan sebelumnya telah memulai kampanye yang mengutuk perang buatan Amerika yang menggunakan tentara muslim sebagai mesin perang Obama yang gagal di Afghanistan dan menyebarkan kekacauan dan ketidakstabilan.

Tindakan pemerintah yang mengirim ratusan polisi dan intel, lengkap dengan pentungan dan gas air mata, melarang warga untuk berkumpul di tempat berlangsungnya aksi damai. Pemerintah lalu memukuli aktifis Hizb dan peserta demonstrasi lainnya dan menahan kurang lebih 30 orang dari Lahore, Karachi, dan Rawalpindi.

Hizb ut Tahrir secara jelas adalah partai politik non kekerasan dan tidak mentolerir tindakan fisik. Oleh karenanya, meskipun di provokasi oleh langkah represif pemerintah tersebut, Hizb memilih untuk membubarkan diri secara damai tanpa melakukan perlawanan fisik.

Lebih jauh lagi, Hizb berbeda dengan partai politik lainnya karena ia tidak melakukan tindakan pengrusakan benda milik umum dan pribadi, karena tindakan anarkis seperti itu tidak termasuk dalam metoda Shar’iy dalam memperjuangkan Negara Islam. Maka dari itu, kami mempertanyakan ‘nilai toleransi’ macam apa yang didengungkan oleh demokrasi dimana warga ditahan hanya karena menyuarakan pendapat secara damai dalam melawan ketidakadilan pemerintah? Maka tidak syak lagi bahwa sesungguhnya diktatorisme dan demokrasi adalah sama saja! Masyarakat kini sadar bahwa demi menyenangkan majikan kolonial, demokrasi dan diktatorisme adalah setali tiga uang.

Pemerintah kini menunjukkan sekali lagi bahwa ia tidak peduli nasib warganya, dan justru menunjukkan kemampuan untuk bertindak brutal melawan warganya sendiri. Ini tidak mengejutkan karena pemerintah Pakistan memang tega membunuh penduduk di Swat, menumpahkan darah tentara muslim Pakistan, dan menghancurkan kedamaian lebih dari 2 juta penduduk demi menyenangkan Amerika.

Pemerintah telah menekan aktifitas Hizb ut Tahrir yang mengungkap kejahatan Amerika dan antek-anteknya di pemerintah Pakistan. Pemerintah menjadi takut terhadap sikap Hizb dan berusaha untuk membungkamnya. Dengan melarang Hizb ut Tahrir, pemerintah sekali lagi menunjukkan kenyataan bahwa ia bekerja demi kepentingan kaum kolonialis.

Hizb ut-Tahrir Wilayah Pakistan akan terus melancarkan kampanye untuk mengundang masyarakat, partai politik lain, dan para ulama khususnya untuk menolak semua tindakan yang mengancam muslim dan Islam.

Hizb ut-Tahrir Wilayah Pakistan mengulang kembali beberapa tuntutan, yaitu;

1. Perang buatan Amerika ini harus segera dihentikan dan tidak boleh lagi anak-anak muda kita dalam militer Pakistan digunakan sebagai pion Obama.

2. Semua keberadaan Amerika baik secara militer, politik, dan intelijen harus diusir karena mereka adalah penyebab kekacauan dalam negeri Pakistan.

3. Tentara harus menolak perintah komandan mereka dalam membunuh sesama muslim, dan memberikan dukungan kepada Hizb ut Tahrir untuk menegakkan Khilafah dan membebaskan Aghanistan dari pendudukan Amerika dan Kashmir dari pendudukan negara musyrik India.

Naveed Butt Juru Bicara Hizb ut-Tahrir Pakistan

(Sumber : Kantor Berita HT Pakistan; Siaran PERS No: PR09026; Tanggal: 7 Jama’di al-Thaani 1430 H / 31 Mei 2009 M)

Kami mengecam keputusan pemerintah yang melarang Hizbut Tahrir secara paksa dalam melaksanakan demonstrasi yang bertajuk “Perang Amerika yang Mengadu Domba Muslim.” Hizb ut-Tahrir Wilayah Pakistan sebelumnya telah memulai kampanye yang mengutuk perang buatan Amerika yang menggunakan tentara muslim sebagai mesin perang Obama yang gagal di Afghanistan dan menyebarkan kekacauan dan ketidakstabilan.

Tindakan pemerintah yang mengirim ratusan polisi dan intel, lengkap dengan pentungan dan gas air mata, melarang warga untuk berkumpul di tempat berlangsungnya aksi damai. Pemerintah lalu memukuli aktifis Hizb dan peserta demonstrasi lainnya dan menahan kurang lebih 30 orang dari Lahore, Karachi, dan Rawalpindi.

Hizb ut Tahrir secara jelas adalah partai politik non kekerasan dan tidak mentolerir tindakan fisik. Oleh karenanya, meskipun di provokasi oleh langkah represif pemerintah tersebut, Hizb memilih untuk membubarkan diri secara damai tanpa melakukan perlawanan fisik.

Lebih jauh lagi, Hizb berbeda dengan partai politik lainnya karena ia tidak melakukan tindakan pengrusakan benda milik umum dan pribadi, karena tindakan anarkis seperti itu tidak termasuk dalam metoda Shar’iy dalam memperjuangkan Negara Islam. Maka dari itu, kami mempertanyakan ‘nilai toleransi’ macam apa yang didengungkan oleh demokrasi dimana warga ditahan hanya karena menyuarakan pendapat secara damai dalam melawan ketidakadilan pemerintah? Maka tidak syak lagi bahwa sesungguhnya diktatorisme dan demokrasi adalah sama saja! Masyarakat kini sadar bahwa demi menyenangkan majikan kolonial, demokrasi dan diktatorisme adalah setali tiga uang.

Pemerintah kini menunjukkan sekali lagi bahwa ia tidak peduli nasib warganya, dan justru menunjukkan kemampuan untuk bertindak brutal melawan warganya sendiri. Ini tidak mengejutkan karena pemerintah Pakistan memang tega membunuh penduduk di Swat, menumpahkan darah tentara muslim Pakistan, dan menghancurkan kedamaian lebih dari 2 juta penduduk demi menyenangkan Amerika.

Pemerintah telah menekan aktifitas Hizb ut Tahrir yang mengungkap kejahatan Amerika dan antek-anteknya di pemerintah Pakistan. Pemerintah menjadi takut terhadap sikap Hizb dan berusaha untuk membungkamnya. Dengan melarang Hizb ut Tahrir, pemerintah sekali lagi menunjukkan kenyataan bahwa ia bekerja demi kepentingan kaum kolonialis.

Hizb ut-Tahrir Wilayah Pakistan akan terus melancarkan kampanye untuk mengundang masyarakat, partai politik lain, dan para ulama khususnya untuk menolak semua tindakan yang mengancam muslim dan Islam.

Hizb ut-Tahrir Wilayah Pakistan mengulang kembali beberapa tuntutan, yaitu;

1. Perang buatan Amerika ini harus segera dihentikan dan tidak boleh lagi anak-anak muda kita dalam militer Pakistan digunakan sebagai pion Obama.

2. Semua keberadaan Amerika baik secara militer, politik, dan intelijen harus diusir karena mereka adalah penyebab kekacauan dalam negeri Pakistan.

3. Tentara harus menolak perintah komandan mereka dalam membunuh sesama muslim, dan memberikan dukungan kepada Hizb ut Tahrir untuk menegakkan Khilafah dan membebaskan Aghanistan dari pendudukan Amerika dan Kashmir dari pendudukan negara musyrik India.

Naveed Butt Juru Bicara Hizb ut-Tahrir Pakistan

(Sumber : Kantor Berita HT Pakistan; Siaran PERS No: PR09026; Tanggal: 7 Jama’di al-Thaani 1430 H / 31 Mei 2009 M)

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: