Kemiskinan Merundung Hidup Muslim Uganda


Konon, ketika Khilafah Islamiyah masih ada, penerapan syariat Islam berhasil menjamin kesejahteraan dan keadilan hingga ke negeri Afrika. Setelah Khilafah Islamiyah tiada, potret buram negeri-negeri muslim selalu menjadi headline tentang kemiskinan dan kenestapaan. Tiada lagi yang melindungi kaum muslimin, tiada lagi yang menjamin kesejahteraan dan keamanan, tiada lagi yang memberikan kemudahan fasilitas dan keadilan distribusi kekayaan.

Kapitalisme sekuler telah merenggut semua kehidupan indah ummat Islam. Kapankah penderitaan ini akan berakhir? Ya Allah segerakanlah datangkan pertolongan untuk tegaknya syariat Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah.

Balada Muslim Uganda, memasak daging hanya impian. Memakan tanaman liar untuk bisa bertahan hidup.

muslim afrika

muslim afrika

Hidayatullah.com–Tiga ekor ayam, rumah tua beratap jerami, dan kasur dari kayu yang sudah reyot, adalah tiga harta yang dimiliki Adupa (70) dalam hidupnya.

“Saya sudah merasakan hidup yang penuh duka dalam waktu yang lama sehingga saya tidak ingat lagi kapan terakhir kali mendapatkan kesenangan.” Demikian ujar sesepuh Muslim dari distrik Bukadea, sekitar 250 km di timur Kampala, ibukota Uganda, pada IslamOnline.net.

Banyak Muslim yang mempunyai nasib serupa dengan Adupa. Hidup di pedalaman Afrika Timur yang langka akan sumber daya –dalam kesedihan dan kemiskinan yang merajalela.

 

 

 

 

 

 

Adupa, lelaki yang telah kehilangan istri dan dua anaknya pada pemberontakan 1986 saat pengikut setia Presiden Uganda Yoweri Museveni menyerang desanya, kini hidup dari hasil kerjanya sebagai seorang buruh tani.

“Meskipun saya sudah tua dan tidak sehat lagi, saya selalu bangun sekitar pukul 4.00 di pagi hari dan pergi untuk menggali lahan saya di peternakan.” Sebagai imbalannya, pemilik lahan akan memberinya makanan atau beberapa Shilling (mata uang Uganda).

“Namun, itu tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan, bahkan sehari pun. Terkadang, saya tidur dalam kegelapan karena tidak mampu membeli parafin untuk lampu minyak,” katanya dengan muram.

“Jika istri dan anak-anak saya masih hidup, tentu saya tidak akan menderita dalam usia tua penuh kesendirian seperti ini.”

Kemiskinan meluas di Uganda, sehingga hampir semua penduduknya hidup dengan biaya kurang dari $1 per hari.

Berdasarkan dokumentasi CIA, terdapat 14% Muslim di negara yang berpopulasi 32 juta penduduk itu.

Buah-buahan Liar

Adupa mengatakan bahwa mendapatkan sesuatu untuk dimakan telah menjadi menu hariannya. “Daging adalah sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan untuk dinikmati sejak saya tidak bisa membelinya dengan pendapatan yang sangat rendah.”

Ia menyebut bahwa ada banyak penduduk di desa-desa miskin yang hidup serba kekurangan karena pendapatannya yang kecil.

Berdasarkan penelitian Afrobarometer, lembaga riset terkemuka, kemiskinan dan kekurangan makanan merupakan peringkat teratas masalah keprihatinan di Uganda.

Ia meminta belas kasih orang-orang di jalanan Kota Mbale, daerah Muslim di timur Kampala. 

“Apa yang bisa saya lakukan saat ini hanyalah mengemis makanan atau uang di jalan-jalan.” 

“Terkadang, orang-orang muak melihat saya mengemis sepanjang waktu,” ujarnya dengan air mata yang berlinang.

“Ketika tak ada lagi alternatif, saya bersama ketiga cucu saya akan berjalan menyusuri 

Ilustrasi :bbc.co.uk 

  1. #1 by riauku on May 25, 2009 - 2:58 am

    kilafah? kenapa tidak dibangkitkan lagi? bangkitnya islam dunia………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: