Yang Paling Ditakuti AS Saat ini: Al Qaida dan Iran


Maling teriak malaing itulah Amerika. Naegara AS adalah negara penjajah berideologi Kapitalisme. Ketika Uni Soviet telah berhasil dikalahkan maka musuh yang ditakuti AS hanyalah Islam Ideologis. Namun, untuk menyerang secara langsung kepada Islam AS akan berhadapan dengan miliaran orang islam, sehingga dibuatlah stigma negatif terhadap kelompok Islam yang mereka sebut dengan “teroris”. Istilah tersebut sengaja AS gunakan agar semua negara berdiri dibelakangnya ntuk membantu pembantaian terhadap ummat Islam. Atasa nama war on terrorism, AS layaknya Firaun yang bisa menghabisi siapa saja. 

Sebenarnya, yang ditakuiti AS adalah munculnya sebuah negara adidaya baru yang akan menyatukan ummat Islam dengan penerapan syariat islam secara kaffah, ialah KHILAFAH ISLAMIYAH.

Senjata makan tuan, mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa takutnya AS pada kelompok al-Qaida. Karena kelompok al-Qaida dibentuk oleh AS sendiri saat menghadapi Uni Soviet di Afghanistan.

Dalam laporan tahunanannya, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan sejumlah kelompok yang dianggap sebagai ancaman teror bagi AS dan sejumlah negara yang dituduh menjadi sponsor kegiatan-kegiatan terorisme.

Laporan itu menyebutkan bahwa Al-Qaida adalah kelompok yang paling membahayakan bagi negara AS karena AS melihat indikasi bahwa potensi al-Qaida makin kuat dibandingkan sebelum melakukan serangan 11 September 2001 ke AS.

“Al-Qaida tetap menjadi ancaman teroris terbesar bagi AS dan sekuru-sekutunya, meskipun dari sisi struktur al Qaida sudah melemah dan dukungan publik pun sudah berkurang,” demikian laporan Deplu AS. Tapi AS mengingatkan bahwa al-Qaida membangun kembali kekuatannya terutama dari sisi operasional di perbatasan-perbatasan Afghanistan-Pakistan. Untuk membangun kembali kekuatannya itu, menurut laporan tersebut, al-Qaida mengganti pimpinan-pimpinan kuncinya dan memperbaharui pimpinan-pimpinan puncaknya yang selama ini menempati “posisi sentral” dalam jaringan al-Qaidah.

“Sejak serangan 11 September, al-Qauda dan sekutu-sekutunya pindah tempat dari Afghanistan ke Pakistan dan membangun kekuatan di sana. Pakistan menjadi tempat yang aman bagi al-Qaida untuk bersembunyi, melatih para teroris, berkomunikasi dengan para pengikutnya, merencanakan serangan dan mengirimkan pasukannya ke Afghanistan,” tulis laporan itu.

Para pakar terorisme di AS mengklaim bahwa serangan-serangan yang terjadi di Pakistan meningkat dua kali lipat pada tahun 2007, dari 890 serangan menjadi 1.839 insiden serangan sepanjang tahun 2008 kemarin. Serangan-serangan itu menyebabkan jumlah korban juga meningkat dari 1.340 orang pada tahun 2007 menjadi 2.293 orang pada tahun 2008.

“Dari angkanya saja terlihat adanya eskalasi kekerasan, yang membuat kami sangat prihatin,” kata kordinator anti-teroris, Ronald Schlicher.

Para pakar anti-terorisme di AS tidak menyebutkan serangan-serangan AS di perbatasan Pakistan yang juga telah menelan korban jiwa di kalangan rakyat sipil. Serangan itu dilakukan pasukan AS di Afghanistan dengan alasan memburu para anggota al-Qaida dan Taliban yang bersembunyi di Pakistan.

Dalam bagian lain laporan tahuan Deplu AS, disebutkan bahwa Iran, Suriah, Sudan dan Kuba adalah negara-negara yang menjadi sponsor berbagai aktivitas terorisme.  (ln/YN/AFP)

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: