Tahun 2050 Banyak Wilayah Dunia Tenggelam


Terbukti, jika sistem kapitalis sekuler liberal ini dibiarkan semakin lama berkuasa maka kerusakan dan kepunahan manusia yang akan terjadi. Telah terjadi keruskan baik di darat maupun di lautan bahkan di udara akibat ulah-ulah manusia yang mengusung sekulerisme dan liberal. Marilah kita bersatu untuk menyelamtkan dunia ini dengan Islam. Dan membuang jauh-jauah sistem kapitalis liberal.

Pakar Lingkungan Hidup, Emil Salim menegaskan, pemanasan global akan membuat dunia “berperang” melawan kenaikan permukaan air laut pada 2050

 

Hidayatullah.com— Akibat perubahan global,  peta batas negara di dunia akan berubah pada tahun 2050 nanti. Demikian disampaikan pakar lingkungan hidup Prof Dr. Emil Salim.

“Akan banyak wilayah dunia yang tenggelam karena kenaikan air laut semakin tinggi setiap tahunnya,” kata Emil Salim pada Seminar Konferensi Kelautan Dunia di Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4).

Menurut Emil, kenaikan air laut rata-rata setiap tahunnya mencapai 2,53 mili meter (mm). Padahal di tahun 2006 kenaikan air laut baru mencapai 1,7 mm. Bagi negara-negara kepulauan yang memiliki daratan yang tidak tinggi, seperti Maladewa yang hanya 1,3 meter, maka kondisi ini sangat mengkhawatirkan.

“Negara kepulauan yang terancam hilang ini bahkan sudah mulai mencari dan membeli daratan dari negara-negara lain,” ujarnya.

Karena itu, mantan Menteri Lingkungan Hidup ini menjelaskan, peta batas negara di dunia akan berubah pada tahun 2050 nanti. Ini yang membuat dunia sibuk “berperang” melawan laut menyelamatkan penduduknya.

“Karena itu tidak bisa jika dunia tidak bergabung untuk mengatasi dampak dari pemanasan global ini terhadap laut,” ujar Emil.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Pulau-Pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Alex SW Retraubun mengatakan, konstalasi negara akan berubah pada tahun 2050 karena diperkirakan 2.000 pulau akan tenggelam di Indonesia.

“Kita tahu kalau batas laut Indonesia mengikuti rezim Zona Ekonomi Eksklusif di mana batas tersebut ditarik 200 mil dari pulau terluar. Kalau pulau tersebut hilang maka batas negara akan berubah,” ungkap Alex.

Menurutnya, tidak bisa semua pulau yang terancam tersebut dapat diselamatkan. Oleh karena itu, upaya pencegahan abrasi dilakukan, terutama pada pulau-pulau kecil yang berpenduduk.

Hal penting yang harus dilakukan guna menghadapi kenaikan muka air laut ini adalah, segera mensosialisasikan soal dampak pemanasan global ini kepada masyarakat. Selain itu, perlu segera dilakukan pemetaan wilayah yang rentan tenggelam. Sehingga pencegahan dan mitigasi bencana dapat dilaksanakan dengan tepat.

“Pemetaan ini tidak memakan waktu lama jika kita lakukan dengan serius. Saya melakukan penamaan pulau saja tiga tahun selesai,” ujar Alex. [ant/sur/www.hidayatullah.com]

Advertisements
  1. #1 by infoGue on May 2, 2009 - 6:40 am

    Hi salam kenal, ayo gabung bersama kami dan promosikan artikelmu di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur musikgue.infogue.com, game online & kamus online untuk kamu para netter Indonesia. Salam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: