Mufti Arab Malah Anggap “Tak Berguna” Seruan Boikot


 

Kemanakah para salafiyun itu? ketika melihat penguasa atau Raja arab Saudi bergandeng tangan dengan AS untuk mendukung teroris Israel? ketika semua negara sepakat mendesak Israel hanya Mesir dan Arab Saudi yang menolaknya dan tetap mendukung AS.

Kemanakah para pejuang wahabi itu? mengapa masih berdiam diri meliha Raja mereka yang dzalim dan berkhianat terhadap ummat islam ini.

Berikut ini ada berita tentang “ulama penguasa” yang bertolak belakang dengan ulama-ulama kebanyakan.

Hidayatullah.com–Mufti Agung Kerajaan Saudi Arabia as-SyeikhAbdul Aziz ibn Abdullah Ali as-Syeikh mengkritik keras ulama-ulama dan para penyeru pemboikotan atas produk-produk Israel dan Amerika, juga produk-produk Barat lainnya yang memiliki jaringan bisnis Zionis.

Sebagaimana dilansir situs Islam rujukan Islamonlione (24/1), dalam keterangan resminya as-Syeikh mengatakan jika ulama-ulama dan para penyeru tindakan pemboikotan tersebut sebagai “kalangan ‘mutha’tha’in’, atau golongan yang asal bicara tanpa didasari oleh ilmu”, sekaligus menganggap aksi boikot sebagai “tindakan tak berguna.”

“Memboikot produk dagang tidak akan berguna sama sekali. Sebaiknya, sebagai seorang Muslim, kita tidak boleh tha’tha’ah, tidak boleh asal bicara,” ungkap as-Syeikhsaat memberikan pengajian umum di Mesjid Turki ibn Abdullah di Riyadh.

Ungkapan kontroversial Mufti Agung Saudi Arabia ini dikeluarkan menyusul pernyataan sikap 55 ulama besar Saudi Arabia yang menegaskan wajib hukumnya untuk memboikot produk-produk Israel dan Amerika. Hemat 55 ulama, boikot adalah salah satu “jihad” yang dipercaya dapat melumpuhkan roda perekonomian Zionisme.

Selain itu, ke-55 ulama Saudi Arabia juga menyerukan agar negara-negara Muslim yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk segera memutuskan hubungan tersebut. Sebelumnya, langkah pemutusan hubungan ekonomi dan politis dengan Israel telah dilakukan oleh Qatar dan Muritania pada minggu lalu.

Sejak invasi brutal Israel ke jalur Gaza, para ulama, cendikiawan, akademisi, dan beberapa pejabat kerajaan Saudi Arabia menandatangani kesepakatan gerakan “Gaza Terbakar dan Remuk Redam, Matikan Api dan Bangun Kembali dengan Boikot Produk Israel”.

Dr. Aidh al-Qarni, penasihat utama gerakan tersebut menyatakan jika “boikot adalah senjata yang ampuh. Ini adalah perang ekomoni.”

Al-Qarni menambahkan, jika dalam teks-teks primer hukum Islam, dapat ditemukan jika aspek enomoni dapat menjadi senjata utama yang dapat melumpuhkan kekuatan musuh.

“Dalam kacamata fikih, hukum boikot adalah mubah, dan tak ada asal pengharaman atasnya. Namun hukum boikot, melihat kondisi saat ini, adalah menjadi wajib hukumnya,” tegas al-Qarni. [atj/iol/www.hidayatullah.com]

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: