Australia Terus Bela Israel, Korban Tewas Terus Bertambah


Syabab.Com – Korban tewas warga Palestina akibat kebrutalan teroris Israel telah mencapai 660 orang syahid dan lebih dari 2950 terluka. Kebrutalan teroris Israel semakin membabi buta di tengah-tengah diamnya para penguasa Muslim dan tentara Muslim yang membiarkan Muslim Palestina dibantai. Semua kebrutalan Israel itu dapat disaksikan oleh mata dunia melalui televisi atau foto-foto yang tersebar luas. Tetapi lagi-lagi, para penguasa Muslim seolah telah dungu, masih berharap pada PBB lalu diam.

Sedikit-dikitnya 12 anggota sebuah keluarga besar, di antaranya tujuh anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel di rumah mereka di Kota Gaza, beberapa petugas medis dan saksi mengatakan, Selasa (06/01/09).

AFP melaporkan jenasah keluarga Daya itu dikeluarkan dari puing sebuah rumah di lingkungan permukiman Zeitun di selatan Kota Gaza, yang dihantam oleh dua rudal Israel.

Para korban terdiri dari tujuh anak berusia satu hingga 12 tahun, tiga wanita dan satu pria dewasa. Seorang yang lewat juga tewas dalam serangan itu dan sedikitnya sembilan orang lainnya diperkirakan masih terkubur dalam reruntuhan rumah tersebut.

Para pekerja pertolongan tiba di tempat terjadinya pemboman beberapa jam setelah serangan itu. Menurut beberapa saksi, satu anggota keluarga itu, Abu Hamza, adalah anggota HAMAS dan tinggal di bangunan tujuh apartemen tersebut. Dia meninggalkan bangunan itu dengan isteri dan anak-anaknya pada awal serangan Israel 27 Desember.

Sekolah PBB pun Jadi Korban Israel

Sementara itu, di hari yang sama, tembakan tank Israel menewaskan 40 warga Palestina di sebuah sekolah PBB di Jalur Gaza, sumber medis di dua rumah sakit mengatakan.

Tembakan dua tank telah meledakkan sebelah luar bangunan sedangkan pecahan bom menghantam orang-orang di dalam dan di luar bangunan tersebut. Tempat itu digunakan ratusan warga Palestina untuk mencari perlindungan dari pertempuran antara tentara Israel dan pejuang Muslim Palestina.

Wartawan Reuters mengambil gambar mayat-mayat yang bertebaran di tempat itu di tengah kolam darah dan sepatu serta pakaian robek. Selain mereka yang tewas itu, beberapa puluh orang terluka, para pejabat tersebut mengatakan.

Beberapa dokter mengatakan semua orang yang tewas adalah orang yang berlindung di sekolah itu atau warga pengungsi Jabalya, di bagian utara Jalur Gaza. Serangan udara Israel lainnya di dekat sekolah PBB menewaskan tiga warga Palestina, beberapa petugas medis dan saksi mengatakan.

Sampai Kapan?

Korban-korban Palestina terus berjatuhan. Teroris Israel yang diamini oleh Amerika Serikat dan Australia serta para penguasa kaki tangan Barat, terus membababi buta melakukan pembantaian di tengah-tengah diamnya tentara kaum Muslim dunia.

Entah sampai kapan kita menyaksikan saudara Muslim Palestina terus menerus dibantai. Sampai kapan juga, kita menyaksikan para penguasa sibuk dalam perbincangan, sementara tentara-tentara mereka hanya menjadi hiasan di negeri-negeri mereka.

Batas-batas semu kebangsaaan dalam bingkai ikatan nasionalisme yang telah dipaksakan Barat membuat para penguasa Muslim tak peduli lagi, kecuali hanya sebatas mengecam dan menunggu korban tewas yang lebih banyak lagi, lalu mengirimkan bantuan kesehatan. Sementara, serangan brutal Israel itu tidak juga dihentikan.

Sebagain berharap pada PBB, padahal lembaga busuk dunia ini lah yang telah membantu berdirinya negara ilegal Israel di atas tanah milik kaum Muslim Palestina. Sebagian juga tergiring pada solusi palsu, dua negara, satu Paletina Merdeka dan satu Negara Israel. Padahal, keberadaan Israel benar-benar ilegal. Lalu kepada siapa lagi berharap?

Kaum Muslim dunia di berbagai negeri sudah tak bisa menahan kemarahan atas para penguasa mereka yang lebih memilih diam dan sibuk menghitung jumlah korban tewas, sementara pasukan yang mereka miliki hanya dijadikan sebagai hiasan saja. Padahal Allah Swt. telah berfirman, “Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan terhadap meraka” (TQS. 8: 72).

Demikianlah, ketiadaan Khilafah sebagai institusi pelindung umat mengakibatkan kehormatan umat tak terlindungi. Sementara nasionalisme suntikan Barat telah menjadikan umat ini terkeping-keping dan sibuk dengan urusan bangsanya sendiri.

Persoalan Palestina bukanlah persoalan Hamas dan Gaza, bukan juga persoalan Bangsa Palestina, bukan pula persoalan Bangsa-bangsa Arab, tetapi masalah Palestina adalah masalah Islam, persoalan umat Islam. Solusi bagi Palestina bukanlah perbincangan dan perdamaian palsu, bukan pula solusi Palestina Merdeka di bawah panji nasionalisme.

Hanya Khilafah Islamiyyah yang akan mengerahkan jihad fiisabilillah di bawah panji liwa dan roya yang dapat menghentikan kebrutalan Israel tuannya, serta membebaskan negeri-negeri Muslim atas kezhaliman para penjajah. [f/mh/z/ant/mna/syabab.com]

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: