Papua Nugini: Antara Gereja dan Poligami


Pemimpin Gereja mengatakan tak terancam pesatnya pertumbuhan Islam. Para muallaf merasa lebih mudah dengan berislam dibanding agama sebelumnya

Hidayatullah.com—Dari kejauhan, di jantung Port Moresby, Papua Nugini, sayup-sayup terdengar suara panggilan adzan. Pria dan wanita, nampak berbondong-bondong menuju masjid. Pemandangan ini sungguh agak mencengangkan. Sebab beberapa tahun sebelumnya, mereka masih sangat aktiv pergi ke gereja.

Inilah perkembangan terbaru di Papua Nugini. Di mana sebagian besar orang lebih memilih berdoa di sebuah masjid daripada gereja. Jumlah ini sangat tidak sedikit. Bahkah, semakin hari semakin berkembang.

“Banyak warga Papua Nugini memeluk Islam karena agama ini tidak seperti agama lainnya. Aku telah menjadi mereka, kami merasa nyaman di sana,” ujar seorang imam setempat yang namanya kini beralih menjadi Khalid.

“Amalan Islam jauh lebih mudah daripada agama lain. Dalam agama Islam Anda sendiri khatib. Anda mempelajari bagaimana untuk berdoa,” ujar Khalid yang juga seorang muallaf.

Kenyataan ini sungguh memikat hati pemeluk agama lain yang sebelumnya tidak mengenal Islam. Bagi para muallaf, memilih Islam sangat menyenangkan dan begitu mudah.

“Allah tidak hanya di masjid, tapi dia berada di mana-mana. Jika saya tidak datang ke masjid, saya bisa berdoa di rumah, saya dapat berdoa di bawah pohon dan di mana saja.”

Isa Teine, Sekretaris Uumum Komunitas Islam Papua Nugini (PNG) mengatakan, Islam memiliki kesamaan dengan budaya Melanesia.

“Ketika kami menyapa orang kami memeluk mereka. Ini adalah Islam. Kami tidak berjabat tangan dan meninggalkan mereka (pria), sebagian besar dari kami adalah budaya Islam, ” kata Isa.

“Poligami adalah Islam. Islam mendorong empat istri. Sebelum Islam datang, orang sudah mempunyai dua, tiga, empat istri. Ini adalah Islam.”

“Jadi ketika agama datang dan berkata, hai kami harus melakukan ini, kami budaya Islam, kita harus melakukan ini dan sangat cocok dengan begitu mudah. Jadi sangat mudah untuk Papua Nugini untuk memeluk agama Islam.

Namun pemimpin gereja negeri itu tak merasa terancam dengan kehadiran Islam. Pastor Yusuf Walters, salah tokoh Kristen setempat mengatakan, mereka tidak merasa terancam oleh pesatnya pertumbuhan Islam.

“Ini adalah bangsa ini sangat kuat dengan Negara Kristen. Perjalanan saya dalam mengkhotbahkan injil di seluruh Negara dan masyarakat umum sangat kuat, sangat gigih, sangat berbakti kepada keyakinan Kristen, “ katanya.

Walters mengatakan, meski kelihatannya Kristen sedang terancam, namun sesungguhnya Kristen bahkan lebih kuat dari sebelum.

20 Tahun

Papua Nugini adalah negeri kecil di bagian timur Indonesia, diapit Australia dan Filipina. Memiliki luas 178.000 mil persegi, merupakan sebuah Negara pegunungan dan hutan. Sebelumnya, negeri ini pernah dikendalikan Belanda, Jerman, dan Inggris secara berturut-turut. Namun kemudian diserahkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga mencapai kemerdekaan pada tahun 1975.

Muslim pertama yang tiba di Papua Nugini adalah para buruh kontrak, yang datang ke sana pada 1972, diikuti oleh diplomat dari Malaysia dan Indonesia setelah negara ini merdeka.

Pada tahun 1981, seorang Britania yang kebetukan seorang penduduk permanen di Papua Nugini memeluk agama Islam, dan tahun berikutnya, sejumlah warga asli Papua Nugini mengikuti jejaknya.Tahun 2000, jumlah orang Muslim sudah bertambah mencapai 2.000 orang. Jumlah pemeluk Islam terus bertambah.

Seiring perkembangan Islam, simpati dunia Islam juga bertambah. Tahun 1998 dibangun Pusat Islam atas bantuan Lembaga Dakwah Asia Tenggara yang bermarkas di Malaysia. Pemerintahan Saudi juga mengirimkan Imam.

Hingga saat ini, lebih dari tiga pusat Islam telah berdiri di negeri itu. Dengan bantuan dari Liga Muslim Dunia, sekarang sebuah masjid sedang dibangun yang memiliki kapasitas 1500 orang. Saat ini, terdapat lebih dari 4.000 pengikut dalam laporan terbaru.

Isa memprediksi, dalam waktu tidak lama lagi Islam akan mendominasi dan “merangkul” negeri itu. “Saya hanya memprediksi dalam 20-30 tahun lagi, semua wilayah Papua Nugini akan menyerahkan kepada Islam.” [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: