Kiriman tulisan: Saya Mau Mengkritik Suara Islam Edisi Cetak


Alhamdulillah, kemarin saya mendapat Suara islam edisi cetakke 55. Namun ada sedikit keterkejutan karena ada yang beda. Ingin tahu perebedaanya dengan edisi-edisi sebelumnya?

Pertama, personil-personilnya banyak berubah meskipun penulisnya masih itu-itu saja yaitu Abu Zahra, Shodiq, M. Al Khaththat, Nurbowo (personil baru), Amran N.(wartawan senior). Di Pimpinan redaksi dipegang Aru yang wajahnya sekarang nampang di “Dari Redaksi”.

Kedua, Tabloid yang katanya ingin menyuarakan Suara Ummat dan banyak mengkritik pemerintah. Di edisi 55 yang saya baca kemarin malah menjadi tempat iklan dan nebengnya pemerintah dan calon pemerintah. (Ada apakah gerangan?)

Ketiga, Iklan-iklan sudah banyak bergentayangan termasuk iklan pemerintah, iklan obat, iklan pengobatan alternatif, dan iklan partai peserta pemilu 2009. Sudahkan Suara Islam bergeser menjadi pragmatisme dan alat kampanye partai politik 2009?

Jika kita bandingkan dengan situs di internetnya yang beralamatkan http://www.suara-islam.com, masih lantang menyuarakan Pembubaran Ahmadiyah dan berita-berita seputar dalam dan luar negeri. Namun, jika anda membaca edisi cetaknya, sudah mulai terasa “garing”. Terasa muatan politis praktisnya.

Jika ada isu bahwa FUI sebagai penggerak media ini telah dimasuki jajaran intelijen? Saya antara percaya dan tidak. Namun jika melihat kualitas isinya memang sepertinya ada kekuatan di luar FUI yang mengendalikan, yaitu kekuatan “uang dan invisible hand” sebagai penyokong media tersebut, karena menurut sumber yang terpercaya diantara mereka sudah banyak yang dekat dengan kalangan “invisible hand” atau intelejen.

Maka, sudah wajarlah jika orang-orang seperti Ustadz Mashadi keluar dari FUI dan jajaran Suara Islam. Politik praktis membuat orang menjadi pragmatisme, begitulah kata seorang teman padaku.

Ataukah mungkin karena saking FUI sangat “cair” sehingga mengakomodir semua ide-ide dan orang-orang yang bisa mengendalikan gerak mereka? Jawaban ini juga belum saya ketahui kecuali ketika saya membaca media Center For Moderate Muslim: Humanity, Social Juctice & Democracy. Disana ada nama Tabrani Syabirin, MA yang aktif di http://www.cmm.or.id/ dan di Suara Islam menjadi Direkturnya.

Tapi, siapapun yang dibalik Suara Islam, Saya memberikan dukungan sepenuhnya untuk SI agar memperjuangakn Ummat Islam ini. Bravo SI, semoga pejuangnya selalu dilindungi Allah dari makar-makar orang-orang kafir dan yang ingin menyelahgunakan gerakan islam untuk kepentingan kekuasaan sesaat.

Dan, semoga SI tetap dalam idealisme Islam Kaffahnya tidak terjebak pada politik praktis pragmatis.

Tulisan ini dikirim oleh: aya_xxyy@yahoo.com

Atas permintaan penulis, pengelola blog tidak mencantumkan namanya.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: