FUI Gebrak Pansus Pornografi


ImageForum Umat Islam (FUI) dipimpin Sekjen FUI M.Al Khaththath Selasa siang ( 22/09/08) mendatangi Pansus RUU Pornografi Porno Aksi (APP) dan diterima Ketua Pansus RUU-APP, Balkan Kaplale didampingi Ali Mochtar Ngabalin.  Sekjen FUI ini membacakan  Tiga Pernyataan Sikap FUI, antara lain yang utama meminta kepada Pansus agar mengembalikan format RUU Pornografi yang segera akan disahkan sebagai UU, kepada format semula yakni RUU-APP yang sekaligus diwarnai oleh fatwa MUI (Majlis Ulama Indonesia).

Pada akhir pernyataannya Khaththath membacakan daftar nama  sekitar 50 Ormas Islam yang mendukung FUI, di antaranya: Kisdi, Dewan Dakwah, Asyafiiyah, NU. Muhammadiyah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dll.

Setelah Sekjen FUI menyampaikan sikap resmi FUI terhadap RUU Pornografi tersebut, para pimpinan ormas juga diberi kesempatan oleh Sekjen FUI untuk menambahkan pandangan dan sikap dari masing-masing ormas.  Kesempatan pertama oleh Al Khaththath diberikan kepada Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto.  Sikap HTI ditegaskan, agar RUU-APP yang kini banyak berubah dan kini berganti menjadi RUU Pornografi itu, menurut Ismail agar dikembalikan kata “Anti” seperti format semula. Jubir HTI ini didampingi anggota dan pimpinan HTI antara lain : Hafidz Abdurrahman, Rakhmad S.Labib, MR Kurnia, Abu Zayd, Abdullah Fanani, Abu Fikri, Agung Wisnu Wardhana, dan Anwar Iman,  Selain itu juga ikut menjadi rombongan  DPP HTI adalah para pimpinan Muslimah HTI seperti Mariah Qibtiyah, Rahmah dan Qatrun Nada.

Selanjutnya menyampaikan pandangan kepada Ketua Pansus antara lain dari KAHMI disampaikan M.Rasyid, FPI disampaikan Sobri Lubis, GPI disampaikan Sekjen GPI, juga Khairu Umah disampaikan Heikal dan Iqbal, GPMI disampaikan Carum Widodo dan jajaran berbagai ormas wanita yakni : Wanita Islam, Aisyiah dll.

Usulan paling fundamental datang dari delegasi kalangan pimpinan ormas wanita Islam yang lantang menilai RUU-APP yang kini berubah dan akan disahkan menjadi UU Pornografi ini Nafas dan Roh nya telah berubah total mengikuti pemaksaan golongan minoritas sehingga aspirasinya menjadi Tirani Minoritas terhadap mayoritas bangsa Indonesia terdiri umat Islam. Bahkan secara eksplisit dikatakan, aspirasi UU Pornografi ini didominasi oleh sikap dan pendirian Ratna Sarumpaet, yang sejak awal selalu menghantam aspirasi Islam di dalam butir-butir RUU-APP.

Ketua Pansus RUU-APP Balkan Kaplale berulang-ulang menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam. Digambarkan perjuangan gigih yang dilakukannya sudah sangat maksimal, walau tetap menjanjikan akan memasukkan usulan yang disampaikan FUI ini. Mengingat waktunya yang pendek, yakni seminggu seusai Lebaran, 8 Oktober Pansus RUU-APP sudah menggelar Rapat Kerja membahas Laporan Panja kepada Pansus dll disusul Rapat Bamus keesokan harinya, akhirnya pada 14 Oktober 2008 RUU-APP akan disahkan sebagai UU dalam rapat paripurna.

Mengingatkan Demo Sejuta Umat

Mendengar sikap Ketua Pansus RUU-APP ini– yang tidak tegas mengubah RUU-APP agar sesuai dengan aspirasi yang disampaikan–, Sekjen FUI mengingatkan FUI pernah menggelar demo satu juta orang yang merupakan demo terbesar yang pernah digelar di ibukota Jakarta. “Jika ternyata pada 14 Oktober mendatang ternyata RUU-APP disahkan seperti tercermin dalam draft perbaikan sekarangn ini, maka FUI bersama seluruh komponen ormas Islam se-Indonesia akan turun berdemonstrasi dengan kekuatan lebih besar lagi. Pernyataan Khathath ini juga disampaikan kepada pers dan ia katakan bukan gertak sambal belaka. Kami pernah membuktikan demo terbesar di Indonesia itu,” ujarnya  menggebrak.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: