Munarman Dikenakan Dakwaan Berlapis


Panglima Komando Laskar Islam (KLI) Munarman, SH didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jum’at (29/8). Dakwaan ini terkait dengan bentrokan di Monas tanggal 1 Juni 2008 yang melibatkan massa KLI dan Massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

Munarman dijerat pasal berlapis, yakni pasal 170 ayat 1 KUHP yakni secara terbuka dan secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap manusia atau barang. Atau dikenai pasal 351 ayat 1 yaitu melakukan, menyuruh melakukan atau ikut melakukan perbuatan penganiayaan, atau dengan dakwaan pasal 160 jo pasal 55 ayat 1, yakni melakukan, menyuruh melakukan atau ikut melakukan perbuatan secara lisan atau tulisan di depan umum menghasut untuk melakukan suatu perbuatan yang dapat dihukum.

Munarman pun dituntut penjara bervariasi antara 4 sampai dengan 7 tahun penjara. “Ancaman hukuman bervariasi antara 7, 5, dan 4 tahun,” kata JPU Sigid Januaris Pribadi usai persidangan

Munarman, seperti yang disampaikan pengacaranya M Assegaf, tidak akan melakukan eksepsi. Usai persidangan, Munarman tak memberikan keterangan pada wartawan. Munarman hanya sempat berkomentar sebelum sidang dimulai dengan mengatakan, “Tuntutan masih sama, bubarkan Ahmadiyah dan jangan pilih SBY lagi!”

Panglima Komando Laskar Islam Munarman SH  menyatakan tidak mengerti dengan sebagian pasal yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) untuknya, dalam persidangan perdananya pada Jumat (29/8) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terkait insiden Monas antara massa Komando Laskar Islam dengan massa AKKBB, 1 Juni lalu.

Munarman didakwa pasal berlapis, yaitu pertama, dakwaan primer pasal 170 ayat 1 KUHP, yakni secara terbuka dan bersama-sama melakukan kekerasan terhadap manusia atau barang. Subsider pasal 406 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang perusakan suatu benda. Dakwaan kedua, pasal 351 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang penganiyaan. Dan dakwaan ketiga, pasal 160 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang penghasutan untuk melakukan suatu perbuatan yang dapat dihukum, untuk bertindak dengan kekerasan  terhadap kekuasaan umum atau suatu ketidaktaaatan lainnya.

“Secara teknis yuridis surat dakwaan jaksa penuntut umum itu ada lompatan-lompatan logika yang tidak menguraikan secara rinci sebetulnya, misalnya peran dari masing-masing laskar yang disebut namanya,” ujar Munarman saat ditanya ketua Majelis Hakim, Panusunan Harahap apakah mengerti dengan isi dakwaan itu atau tidak.

Kemudian, khusus untuk dakwaan ketiga, yang menyatakan bahwa dirinya dituduh selain menghasut untuk melakukan perbuatan yang dapat dihukum, juga untuk bertindak dengan  kekerasan terhadap kekuasaan umum atau melakukan suatu ketidaktaatan lainnya, baik terhadap suatu peraturan undang-undang maupun terhadap suatu perintah jabatan  yang diberikan berdasar peraturan undang-undang, ia bertambah tidak mengerti lagi. “Nah di sini tak tergambar bagaimana saya, melawan kekuasaan umum itu. Kekuasaan umum siapa yang saya lawan, ini tidak terurai di sini,” ujar Munarman.

Namun demikian, Munarman tidak melakukan eksepsi atas kelemahan dakwaan itu. “Saya tidak mengajukan eksepsi di sini, cuma mohon dicatat supaya kelemahan-kelemahan ini tidak diulangi, karena saya beberapa kali melihat JPU ini melakukan berbagai kelemahan,” kritik Munarman. Sikap yang sama juga disampaikan tim penasehat hukum Munarman, mereka tidak melakukan eksepsi atas dakwaan yang dibacakan JPU.

Koodinator Tim Pengacara Munarman, Syamsul Bahri mengatakan dakwaan yang ditujukan kepada Munarman itu kabur, tidak jelas dan tidak lengkap. “Dakwaan yang dijatuhkan ke terdakwa Munarman kabur, tak jelas dan tak cermat,” ujar Syamsul. Tim Pengacara, kata dia, akan melakukan pembelaan pada waktunya, termasuk menghadirkan saksi yang meringankan terdakwa.

Minta Penahanan Munarman Ditangguhkan

Sebelum persidangan ditutup Majelis Hakim, M Assegaf, juru bicara Tim Pengacara Munarman meminta majelis hakim menangguhkan penahan Munarman, karena saat ini istrinya akan melahirkan. “Kami minta majelis hakim menangguhkan penahanan Munarman karena dalam waktu dekat istrinya akan melahirkan,” ujar  Assegaf.

Persidangan perdana Munarman ini dihadiri ratusan massa pendukungnya dari komando laskar Islam. Hadir juga sejumlah tokoh Forum Umat Islam seperti KH Cholil Ridwan, Jose Rizal, KH M Al Khathath dan lainnya. Sekitar 34 orang dari Tim Pengacara Munarman juga ikut mendampingi Munarman. Sementara itu ratusan aparat kepolisian dari polda Metro Jaya tampak menjaga ketat jalannya persidangan.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: