PKS: Budaya Kami adalah Pluralitas


Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku tetap akan mengusung isu “pluralitas”. Pluralitas sesuai dengan Piagam Madinah, katanya

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

Hidayatullah.com–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap mengusung kader-kader nonmuslim pada pemilu 2009. Langkah itu sejalan dengan nilai-nilai pluralitas yang dikembangkan partai untuk mewujudkan Indonesia yang adil. Pernyataan tersebut dikemukakan Presiden PKS, Tifatul Sembiring ketika bersilaturahmi dengan jajaran redaksi Suara Pembaruan di Jakarta, Jumat (22/8).

Kehadiran kader nonmuslim di jajaran legislatif, bukan hal baru bagi PKS. Di Nabire, Papua, ada kader PKS yang nonmuslim duduk sebagai anggota DPRD. “Semangat menerima perbedaan sudah dilakukan sejak Pemilu 1999. Ada dua anggota DPRD PKS di Papua yang Kristiani. Mereka mewakili suara umat Kristiani di sana,” ujarnya.

Tifatul memaparkan semangat mengusung pluralitas sesuai dengan Piagam Madinah yang menjadi kiblat PKS. Di Madinah, ada berbagai macam agama dan kepercayaan, namun masing-masing pemeluk agama dan kepercayaan bisa secara bebas melaksakan ibadahnya. Selain itu, setiap orang juga harus menyelesaikan permasalahanm, tanpa menggunakan kekerasan. “Budaya kami adalah pluralitas dan paham keberagaman. Kami tidak harus membenarkan keyakinan orang lain, namun menghargai keyakinan, Semangat Piagam Madinah adalah semangat pluralitas,” tegasnya.

Pada pemilu mendatang, PKS tetap akan mengusung nilai-nilai pluralitas dalam upaya menciptakan Indonesia yang adil, sejahtera, dan bermartabat. Keadilan, katanya, menjadi salah satu isu yang sangat kuat dalam reformasi. Apalagi belakangan ini, bangsa Indonesia sering mendapat sorotan dari negara-negara lain

Calon Presiden

Menyinggung calon presiden yang bakal diajukan PKS, Tifatul menyatakan sejauh ini partainya belum membahas masalah itu. Namun secara internal partai, telah ada kesepakatan bahwa PKS akan mengajukan calon presiden atau wakil presiden sendiri, apabila mampu meraih 20 persen suara pemilih. “Kalau mencapai 20 persen, kita akan mencalonkan capres atau cawapres dari kader sendiri,” katanya.

Mengenai sosok presiden dan wakil presiden mendatang, Tifatul menyatakan faktor-faktor kombinasi, antara lain suku Jawa-non-Jawa, nasionalis-Islam, serta sipil-militer, tetap harus dipertimbangkan. Selain itu, presiden-wakil presiden juga harus paham betul potensi yang ada, sehingga mampu membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. “Bagi kami, presiden yang layak bukan hanya tebar pesona dan pasang iklan, ia harus mengerti integritas dan mengarahkan negara ini untuk lebih baik lagi. Karena itu, kami tetap memperhatikan isu yang terbesar, yaitu pertumbuhan ekonomi yang harus dibenahi, yang menyangkut kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Komentar:

Beginikah katanya Partai Dakwah? Ketika Syariat dari dasar Akidah Islam mulai tergadaikan dengan kepentingan politik?

Mengapa bangga dengan mencalonkan non Islam? bukankah dalam surat Al Maidah tentang seruan partai dakwah adalah yang menyeru kepada Islam, amar ma’ruf nahi mungkar?

Bagaimana mungkin non Islam akan melakukan hal itu semua?

Kekuasaan dan kekayaan telah membuat warna PKS menjadi abu-abu.

  1. #1 by dadangmustofa on September 1, 2008 - 8:00 pm

    . Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,

  2. #2 by dadangmustofa on September 1, 2008 - 8:03 pm

    assalamu ‘alaikum…
    apakah perintah Alloh belum jelas…..
    (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

  3. #3 by dadangmustofa on September 1, 2008 - 8:05 pm

    lupa uy.. itu adalah QS Annisa ayat 139-140 hehehe, maaf yaa numpang lagi…😀

  4. #4 by baguscokie on September 3, 2008 - 5:35 am

    Sayang sekali…

    partai yang banyak disebut sebut sebagai partai islam ternyata….

    kekuasaan itu memang menyilaukan

  5. #5 by Mbah Wagijo on September 4, 2008 - 1:38 pm

    Al-Baqara
    2:62 Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: