Kebohongan Baru Gedung Putih dalam Perang Iraq


Hidayatullah.com–Lima tahun telah berlalu sejak dimulainya serangan militer Amerika ke Iraq. Sejak saat itu pula hingga kini satu persatu kebohongan Gedung Putih mulai terbongkar. Kali ini terbukti Gedung Putih memalsukan surat Tahir Jalil Al-Habbush, Kepala Badan Intelijen Iraq waktu itu yang diserahkan kepada Saddam Hussein. Surat yang dipalsukan Gedung Putih itu menyebutkan bahwa rezim Baats Iraq punya hubungan dengan Mohammed Atta, salah seorang penyandera pesawat dalam peristiwa 11 September.

Amerika memanfaatkan surat yang telah dipalsukan itu guna menjustifikasi perang yang dilakukannya. Tidak cukup memalsukannya, Gedung Putih ternyata sengaja menyerahkan surat palsu itu kepada media untuk dicetak.

Ron Suskind dalam buku terbarunya “The Way of the World” membongkar kebohongan surat tersebut. Dalam bukunya Ron mengungkapkan, Al-Habbus sempat bertemu dengan seorang agen senior Inggris dan menyatakan bahwa Rezim Baats tidak memiliki senjata pemusnah massal.

Setelah sampai ke tangan Gedung Putih informasi tersebut hanya diarsip. Para pengamat politik menilai diterbitkannya buku Ron Suskind menampar keras kredibilitas Gedung Putih, pribadi George W. Bush dan keyakinan rakyat Amerika soal perang Iraq.

Terbongkarnya kebohongan Gedung Putih soal perang Iraq bukan yang pertama kalinya. Sebelum ini juga telah diumumkan bagaimana George W. Bush, Presiden Amerika berbohong soal dokumen yang menyebut Saddam Hussein membeli uranium dari Nigeria.

Tidak tanggung-tanggung ucapan bohongnya itu disampaikan dalam pidato tahunan bulan Januari tahun 2003. Tujuan Bush agar dapat memobilisasi opini dunia menyepakati perang terhadap Iraq.

Sejak September 2001 hingga Maret 2003 para pejabat Gedung Putih berulang kali melontarkan tuduhan bahwa Iraq tengah sberusaha mencapai senjata pemusnah massal dan punya hubungan dekat dengan kelompok AlQaeda. Collin Powel, Menlu Amerika waktu itu dalam sidang Dewan Keamanan PBB tanggal 5 Februari 2003 malah menyerahkan dokumen palsu tentang uji coba senjata kimia Iraq.

Segala kasak-kusuk Amerika memang berbuah hasil. Pada tanggal 20 Maret pasukan multinasional yang dikomandoi Amerika menyerang Iraq. Perang Iraq menjadi mimpi buruk terbesar bagi rakyat Amerika setelah perang Vietnam. Apa lagi korban yang jatuh akibat perang ini telah melebihi satu juta orang.

Ironis memang, bagaimana satu juta orang menjadi korban hanya karena perang yang dilakukan atas informasi bohong.

Hakikatnya, hingga tahun 2003 Iraq tidak punya senjata pemusnah massal dan tidak juga punya hubungan dengan Al-Qaidah. Namun kenyataan ini tidak penting bagi George W. Bush dan Dick Cheney. Buat mereka yang penting adalah mengagresi dan menduduki negara seribu satu malam ini. Dan untuk itu mereka tidak segan-segan untuk berbohong, bahkan memalsukan dokumen guna membenarkan sikap arogan mereka. Oleh karenanya, dapat dikatakan perang Iraq sebagai “Perang Berdasar Kebohongan” dalam sejarah kontemporer.

  1. #1 by muchlis on July 5, 2009 - 6:53 pm

    minyak menciptakan surga dan neraka bagi Islam.Kalau kita mau terbuka mengakui.Emas itu, tidak menciptakan univeristas yang bermutu tinggi.Dan tidak ada perhatian sama sekali untuk terus mengejar riset baru baik di angkasa maupun di lautan.Kebekuan ilmu. Itulah yang terjadi di Islam. Apa boleh buat ?
    Jalan kita tempuh, mengejar ilmu dan ilmu.Dan iman tetap di dada dengan hati bertaqwa.

  2. #2 by muchlis on July 5, 2009 - 7:03 pm

    MM(Indonesia ) Jackie Kennedy(Amerika).Menelpon Jackie dalam frustrasi, ” Jackie ! Turun kami dari kursi ibu negara,” katanya parau dan marah. ” Jhon tak mencintaimu. Hanya aku layak di sisi Jhon.”Sekaligus menjadi ibu negara.
    Jackie, ” Baik, ” balas Jackie,”Tapi apa kau sanggup memerintah Amerika dengan tubuhmu ?” Bisa kau bayangkan profesor jenius muda Amerika akan menguliti otak udangmu.Dalam diskusi yang panjang dan maraton berpolitik. Kau akan menjadi lelucon mereka mengelikan.Mempermalukan Amerika – Artinya tubuh seksi ( minyak berlimpah) tanpa ilmu yang hebat. Berlutut juga di kaki orang yang cerdas.Besoknya tubuh MM, ditemukan terbujur kaku di tempat tidur. Begitu juga minyak, terbujur kaku di kaki Amerika yang cerdas. Jadi Arab di barisan negara yang bodoh di belakang Amerika.Bisakah kita realitas melihat semua ini ? Dan mengatasi dengan cara apa ?

    • #3 by hamba allah on July 7, 2009 - 5:12 am

      Amerika adalah penjajah yg menanmkan cengkeramannya ke negri Islam
      menyelamatkan negri Islam satu-satunya dengan mengekkan syriat Allah dalam sistem pemerintahan Islam yaitu Khilafah Islamiyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: