Dakwaan Alternatif Untuk Habib Rizieq Shihab


Habib Rizieq Syihab menolak mengajukan eksepsi sebagai terdakwa insiden Monas sejak sidangnya dimulai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/8). Dengan tidak adanya eksepsi ini, maka sidang bisa berlangsung lebih cepat. Hal ini disampaikan oleh salah satu pengacara Habib Rizieq Mohamad Assegaf SH seusai sidang perdana kliennya tersebut.

Mohamad Assegaf mengatakan, alasan Habib menolak mengajukan eksepsi didasari pengalaman selama ini bahwa biasanya eksepsi selalu kalah. Tanpa eksepsi, sidang bisa melampui tiga proses yang memakan waktu yakni eksepsi terdakwa, jawaban jaksa atas eksepsi, dan putusan sela. ‘’Habib berharap sidang segera selesai,’’ kata Assegaf.

Ketua Majelis Hakim Panusunan Harahap SH pun setuju dengan keinginan terdakwa. Karenanya, ia meminta jaksa segera menghadirkan saksi-saksi pada sidang berikutnya yang akan digelar pada Senin (25/8). Ia juga memutuskan sidang selanjutnya berlangsung dua kali seminggu yakni hari Senin dan Kamis.

Jaksa Mustaming SH sempat ragu memenuhi permintaan majelis hakim untuk menghadirkan para saksi korban Senin pekan depan. Jawaban atas pertanyaan majelis hakim dijawabnya mengambang. Ini membuat hakim mengulang-ulang pertanyaan. Para pengunjung sidang yang didominasi anggota FPI pun gemuruh dan berteriak “Huuuuuu..”

Sidang akhirnya dilanjutkan Senin pekan depan dengan agenda utama pemeriksaan para saksi. Hakim meminta saksi yang dihadirkan berjumlah lima orang. Hakim mengatakan kalau jaksa tidak bisa menghadirkan saksi korban, ini bisa menguntungkan terdakwa.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum mendakwa Ketua Front Pembela Islam ini pasal 156 KUHP dan pasal 170 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1. Ia didakwa menghasut jamaahnya sehingga terjadi insiden Monas 1 Juni 2008.

Assegaf menilai persidangan ini penuh dengan nuansa politik. Selain itu, persidangan ini sebenarnya ditujukan untuk mendeskreditkan Front Pembela Islam (FPI). Dakwaan yang diajukan, menurut pengacara senior ini, terlihat mengada-ada. Misalnya saja, Habib dikatakan menyebarkan kebencian pada golongan. ‘’Definisi golongan itu apa? Apa Ahmadiyah itu golongan? Selain itu, MUI dan sebagian besar umat Islam menyatakan Ahmadiyah sesat. Lho apakah kita tidak boleh menyatakan mereka sesat?’’ kata Assegaf.

ImageTerkait Insiden 1 Juni 2008 di Monas, sidang  Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab digelar di di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (21/8). Menurut Tim Penuntut Umum dakwaan yang dikenakan kepada terdakwa adalah dakwaan alternatif. “Jadi tergantung hasil pemeriksaan persidangan, mana yang sesuai dengan fakta yang terungkap di persidangan dengan dakwaan dari Tim JPU yaitu alternatif dua pasal itu, itulah yang kita ajukan sebagai dakwaan terbukti, jadi tidak dibuktikan kedua-duanya,” ujarnya

Habib Rizieq yang dalam dakwaan JPU didakwa berdasarkan pasal 156 KUHP dan pasal 170 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 dituduh sengaja menggerakkan anggota FPI melakukan unjuk rasa pada 1 Juni 2008 lalu dan dia dianggap melakukan kegiatan pada tanggal 28 Mei 2008 di Petamburan yang sengaja menggerakkan anggota FPI dalam pengajian untuk menyebarkan kebencian terhadap suatu golongan.

Sedangkan pada persidangan ketika Hakim Ketua Panusunan Harahap bertanya kepada terdakwa. “Apa Saudara paham dengan dakwaan saudara jaksa penuntut umum?” Habib Rizieq Shihab lalu menjawab, “Justru itu yang tidak saya pahami. Yang disampaikan jaksa penuntut umum saya tidak paham pasal 170 jo 55,”ujarnya.

“Saya tidak pernah ada di Monas dan tidak pernah menggerakkan massa untuk unjuk rasa,” tambahnya lagi.

Ada satu pasal lagi yang tak dimengerti oleh Habib Rizieq yaitu pasal 156. Habib Rizieq merasa lebih tidak mengerti lagi, jika menurut JPU ceramahnya mengenai kesesatan Ahmadiyah diartikan sebagai penyebaran kebencian terhadap suatu golongan.

  1. #1 by hadi on August 27, 2008 - 2:21 pm

    Apa maksudnya?

    Kalau memang mereka adalah Front Pembela Islam, garis depan pejuang umat Islam di muka bumi. Maka berlakulah seperti perilaku para pejuang. Benar-benar memperjuangkan umat yang mereka bela.

    Mengapa FPI berdemo sambil merusak warung-warung pinggir jalan menentang Amerika. Mengapa mereka tidak berdemo, agar anak-anak yang belajar di madarasah-madrasah dan pesantren-pesantren Islam di seluruh Indonesia dapat memperoleh ilmu IT dan akses internet gratis?

    Mengapa FPI menghancurkan seluruh buku-buku yang berisikan pemikiran ‘kiri’ bahkan menghancurkan serta memukuli tukang bukunya. Mengapa mereka tidak menulis buku mengenai Islam dalam versi mereka. Apakah jihad harus memakai pentungan dan C4… tidak boleh melalui tulisan?

    Mengapa FPI ribut memusingkan goyangan Inul daripada memikirkan nasib TKW-TKW Indonesia yang digoyang-paksa, dicambuki, diperlakukan lebih buruk daripada binatang di Timur Tengah?

    Mengapa FPI yang mengaku organisasi internasional, tidak melakukan konsolidasi dan lobi internasional ketika Islam dijadikan bulan-bulanan dalam agenda politik sayap kanan di Eropa dan Amerika?

    Mengapa FPI lebih memilih menghancurkan majalah playboy ketimbang membuat sebuah majalah yang berdisain baik dan berisikan akhlak mulia untuk konsumsi kalangan anak muda Islam?

    Mengapa FPI lebih memilih menyerbu kontes waria daripada mengadakan reshuffle yang demokratis sesuai Islam dalam organisasi mereka?

    Mengapa FPI tidak banyak membantu Jogja yang mayoritas masyarakatnya adalah pemeluk Islam disaat mereka butuh bantuan ketika gempa?

    Mengapa FPI lebih banyak punya pemukul rotan dan para anggota bersenjata-tajam ketimbang punya website atau para penulis blog?

    Saya menulis ini dengan amat subjektif sekali. Semuanya dinilai dari kacamata saya pribadi. Tapi, kalau FPI adalah para pembela Islam mengapa kelakuan mereka tidak mirip sama sekali?

    Sebagai salah seorang umat Islam (*KTP saya ada tulisan islamnya, Je. Hehe*), saya malu, nama agama saya dicatut-catut oleh preman-preman yang tidak bertanggungjawab. Dengan menggunakan jubah putih agama, preman-preman itu menganggap dirinya messias, juru selamat di muka bumi.

    menyedihkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: