Hadapi Ramadhan, Hentikan Tayangan Maksiat di TV


ImageSebentar lagi umat Islam akan kedatangan tamu istimewa, yakni bulan suci Ramadhan. Tentu saja umat akan menyambut bulan penuh berkah itu dengan suka cita. Mereka pun mempersiapkan diri agar bisa mengisi bulan penuh berkah itu dengan amal ibadah. Namun sayang seperti Ramadhan tahun lalu, kekhusuan umat Islam dalam beribahan itu sering kali terkotori oleh berbagai tayangan TV yang bertentangan dengan syariat.

Untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan tersebut, umat Islam sangat berharap para pengelola stasiun TV untuk menghormati umat Islam.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Lembaga Sensor Film (LSF) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) jauh-jauh hari telah meminta stasiun TV untuk berhati-hati dalam mempersiapkan tayangan Ramadhan.

Walaupun di bulan-bulan lain, hal-hal seperti ini tetap tidak diperbolehkan, namun, pada bulan Ramadhan, secara khusus KPI meminta lembaga penyiaran untuk lebih berhati-hati agar :
·  Tidak menayangkan program yang berisi kekerasan, baik verbal maupun fisik termasuk penggunaan kata-kata yang cenderung merendahkan/menghina martabat manusia, makian, serta menghina agama dan Tuhan.
·  Tidak menayangkan program yang bermuatan seks, vulgar dan mesum.
·  Tidak menayangkan program infotainment yang mengandung unsur pergunjingan (ghibah) seperti, membicarakan persoalan rumah tangga dan kejelekan orang lain tanpa bukti-bukti.
·  Tidak menyiarkan program yang berisi penyebaran ajaran sekte, kelompok atau praktek agama yang secara resmi dinyatakan dilarang oleh Pemerintah.
·  Tidak menayangkan iklan, program dan promo program faktual yang bertemakan dunia gaib, klenik, praktek spiritual magis, mistik dan kontak dengan roh.
·  Tidak menayangkan film atau sinetron yang kesimpulannya berisi menghalalkan apa yang dilarang agama seperti, kumpul kebo, hubungan sejenis, hubungan seks di luar nikah, minum-minuman keras dan lain-lain.
·  Melakukan sensor internal terhadap film-film asing.
“Sebagaimana yang telah diketahui, bagi Umat Islam, bulan Ramadhan adalah bulan suci yang dianggap memiliki kekhususan sebagai masa penyucian diri. Dalam kaitan itu, KPI Pusat meminta agar lembaga penyiaran menghormati nilai-nilai tersebut dengan tidak menyajikan program-program yang mengandung muatan yang bertentangan dengan semangat penyucian diri tersebut.” Demikian rilis yang disampaikan Komisi Penyiaran Indonesia di Jakarta, pada 8 Juli 2008.

Said Budairy, wakil  MUI saat mengadakan pertemuan dengan  KPI, MUI, LSF dan ATVSI pada Jumat (11/7) mengharapkan agar pihak televisi menjalankan secara penuh P3 dan SPS yang dibuat KPI.

Menurutnya, cukup banyak tayangan-tayang televisi yang melanggar aturan P3 dan SPS. “Jika P3 dan SPS sudah dijalankan oleh pihak televisi, tentunya tayangan-tayangan yang ada sekarang akan jauh lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Said juga menyinggung persoalan infotainment yang menurutnya banyak melanggar aturan yang ada di P3 dan SPS. Selain itu, dirinya berharap agar pada bulan puasa nanti tayangan-tayangan yang bersifat menggunjing dan ghibah tidak ditayangkan saja.

Di pertemuan ini dibicarakan juga mengenai tayangan-tayangan iklan pada bulan puasa dan hal itu perlu diperhatikan oleh pihak televisi khususnya untuk iklan yang bisa membuat terganggunya ibadah puasa.

Sementara itu wakil ketua KPI Pusat, Fetty Fajriati mengingatkan KPI akan tetap terus melakukan teguran-teguran kepada lembaga penyiaran yang melanggar aturan yang ada meskipun hal itu kurang disukai oleh kalangan lembaga penyiaran. “Mengingatkan atau menegur itu bukanlah tugas yang mudah. Teguran kami sering membuat beberapa pihak jadi tidak senang,” tegasnya

Umat Islam tentu beraharap kiranya himbauan KPI itu bisa ditaati oleh para pengelola stasiun TV. Kalau masih dihiraukan juga, maka hendaknya KPI memberi teguran keras  dan sangsi yang tegas kepada para pengelola TV yang membandel. Tidak salah juga bila umat Islam melakukan boikot terhadap acara TV tersebut.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: