Perancis Tolak Wanita Bercadar Jadi Warga Negaranya


ImagePemerintah Perancis melarang wanita muslimah bercadar menjadi warga negaranya karena dinilai tidak dapat berasimilasi dengan masyarakat. Majelis Negara (council of state) yang merupakan peradilan administasi tertinggi di Perancis, menolak permohohan kewarganegaraan wanita muslimah bercadar karena bertentangan dengan nilai-nilai dasar masyarakat Perancis.

Pada 27 juni lalu, Majlis Negara memutuskan bahwa wanita muslimah berinisial ‘Faiza X’ memiliki perilaku keagamaan yang radikal. Hal ini tidak sesuai dengan nilai-nilai dasar masyarakat Perancis yang menjunjung tinggi persamaan jenis. Oleh karena itu, dia tidak memenuhi persyaratan untuk diterima sebagai warga negara Perancis sesuai UU yang berlaku.

Dewan Negara menyatakan putusan ini tidak bermaksud menyerang kebebasan dalam beragama. Namun putusan itu telah membuat kemarahan para tokoh muslim di Perancis dan menuduh sistem Perancis sengaja menyebarkan ketakutan dan iklim intoleransi dengan alasan memperkokoh sekularisme.

“Kami tidak habis pikir, seseorang dikatakan radikal dan ditolak menjadi warga negara hanya karena penutup kepalanya panjang atau hanya karena memakai pakaian arab,” ujar Presiden Federasi Nasional Muslim Perancis, Mohammed Bechari.

Meskipun terdapat sekitar 5 juta muslim di Perancis, namun pemerintah Perancis berlaku diskriminatif terhadap komunitas ini. Pada tahun 2004 lalu melarang wanita berjilbab atau bercadar masuk di sekolah-sekolah pemerintah.

‘Faiza X’ sendiri merasa terzalimi dan menganggap putusan dewan Negara ini sangat diskriminatif. “Para imigran yang lain diijinkan mendapat kewarganegaraan Perancis, padahal mereka masih memiliki hubungan dengan budaya asal mereka, tapi kenapa saya tidak,” kata ‘Faiza X’ dalam suratnya yang dikirim ke kantor imigrasi Paris.

Fouad Alaoui, Wakil Presiden Uni Organisasi Islam Perancis, juga menyayangkan kenapa soal pakaian dipermasalahkan, padahal itu adalah hak kebebasan seseorang untuk memilihnya.

  1. #1 by dina on September 5, 2008 - 3:52 am

    post artikel ini sangat bagus banget, mengangkat wanita bercadar dan berpakaian tertutup.., mereka layak untuk memakainya dan itu hak setip orang. yang pantas men judge cuma Tuhan. btw aku lagi ulas/ mengankat esay photo ttng wanita bercadar dan biksuni, bisa bantu aku untuk mendapatkan infonya yang tinggal di jakarta, krn aku hrs mendalaminya.
    makasih
    dina

  2. #2 by dina on September 5, 2008 - 3:59 am

  3. #3 by Wahid on September 9, 2008 - 9:03 am

    Saya setuju….

    mereka adalah terorism…yg sngat identik dngan pembunuhan….
    mengapa harus radikal seperti itu, Tuhan tidak melihat penampilanmu tapi hatimu..
    Tuhan juga mnciptakan manusia sma dihadapan-Nya…..

  4. #4 by Mr. Zid Dane on September 10, 2008 - 1:28 am

    Memang tidak semua orang Arab (Maghrebin) di Prancis itu kelakuannya minus. Namun lepas dari masalah agama, banyak orang Maghrebin menunjukkan sikap yang minus gitu loh…Jika punya kesempatan, coba saja naik taxi mereka, atau bahkan coba lah tawar menawar dengan penjual daging halal. Ketidak klopan kultur mereka dgn negaranya Zidane ini sering merembet ke masalah jilbab. Jadi gitu lah, repot kan?
    (Eh…Disco Arab di Paris seru loh, walau dipisah cowok ama cewek, tapi lagu sukma gatalnya Earth Wind and Fire masih bisa dinikmati)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: