Presiden Wajib Lindungi Umat Islam, Bubarkan Ahmadiyah!


Sebuah bukti bahwa pemerintah Indonesia tidak berpihak kepada ummat Islam. Ketika jutaan ummat Islam meneriakkan aspirasinya untuk pembubaran Ahmadiyah, pemerintah lemot banget bahkan sok budeg. Coba yang berbicara AS dan antek-anteknya menyuarakan kepentingan mereka untuk menjajah, maka pemerintah pasti “saya mendengar dan saya taat”. Inikah pemerintah di negeri yang mayoritas ummat islam?

Eramuslim.com–Bubarkan Ahmadiyah…Bubarkan Ahmadiyah…Bebaskan Habib Rizieq…Bebaskan Munarman…Adili AKKBB!!! Teriak ribuanorang yang dari Forum Umat Islam bersama Forum Ulama Habaib serta gabungan Pondok Pesantren dan Majelis Taklim se-Jabodetabek dalam aksi damai, di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (18/6). Selain berorasi menuntut pembubaran Ahmadiyah dengan Keppres, mereka juga mengumandangkan salawat Badar dan kalimat-kalimat Dzikir.

Dalam kesempatan itu Pimpinan Perguruan As-Syafi’iyah Abdulrasyid Abdullah Syafii membaca Surat Terbuka yang akan disampaikan perwakilan tokoh ulama kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“SKB tersebut belum menghilangkan substansi masalah Ahmadiyah, yakni pengakuan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi yang jelas menodai aqidah Islam. Adanya kitab Tadzkirah dan berbagai penerbitan yang bersumber lainnya bersifat menodai Al-Quran, tentunya ini melanggar UU No.1/PNPS/1965, maka Presiden sebagai pihak yang diberi amanat oleh UU untuk melindungi segenap rakyat, khususnya umat Islam sebagai mayoritas dinegara ini, ” tegasnya.

Ia juga mengingatkan Presiden agar dapat menjalannya fungsinya sebagai penguasa sesuai dengan sabda Rasul SAW, yang berbunyi “Imam ibarat perisai, umat Islam berlindung dibawahnya.”

Sementara itu, Pimpinan Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia KH. Ahmad Cholil Ridwan menyatakan, berdasarkan data base sekitar 2.000 pesantren mendukung pembubaran Ahmadiyah.

Ketua MUI itu juga menyinggung, pemberitaan media televisi yang cenderung diskriminatif dan menyudutkan kelompok Islam, pasca Insiden Monas.

“Setelah Insiden Monas TV-TV tidak adil, tidak fair membuat pemberitaan tidak berimabng, terutama Metro TV, mengatakan FPI sinting, karena itu umat Islam sebaiknya berhenti menonton Metro TV, ” tegasnya di sela-sela aksi.

Ia kembali menegaskan, apabila Ahmadiyah tidak dibubarkan sama saja mengotori tanah suci, karena pemerintah Arab Saudi telah tegas mengharamkan warga Ahmadiyah masuk ke Makkah dan Madinah. (novel)

  1. #1 by Aat Royhatudin on June 20, 2008 - 3:38 am

    kita harus menghormati dan menghargai hak orang untuk hidup apalagi untuk beragama, kita tidak berhak memvonis atau mengklaim orang itu tidak benar apalagi urusan dengan Tuhan. yang mesti kita lakukan adalah selalu menjaga bumi pertiwi dengan tidak merusak hak hidup orang dan tidak mengganggu orang lain.

  2. #2 by iwan on January 17, 2009 - 1:02 pm

    Assalamu’alaikum…

    Sobat, jangan coba ngomong soal agama deh kalo belom tahu tentang agama,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: