“Ada Apa Dengan Polisi ( AADP ) ?”


Insiden Monas membuka mata sebagian besar ummat Islam. Kita semakin tahu bagaimana politik di Indonesia dan peran media nasional dalam “menyerang” Islam. Politik tidak pernah lepas dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di pusat pemerintahan seperti insiden Monas. Setelah beredar email dari Nong (orang JIL) yang menjelakan skenario insiden Monas dibuat di Cikeas. Fakta di Lapan pun semakin membuka pikiran kita, begitu banyak kedzaliman yang menimpa saudara-saudar kita sesama muslim dalam membela Islam. K4etidak adilan media dan aparat Polisi dalam memperlakukan pihak-pihak dalam insiden menunjukkan bagaimana posisi ummat Islam di depan penguasa. Berikut beberapa berita mmengenai insiden monas.Semakin kita tahu siapa yang membela Islam dan siapa yang memusuhi Islam.

Jakarta, Untuk mencari keberadaan Panglima Laskar Islam Munarman, pihak kepolisian menyebarkan foto tersangka Munarman, ke seluruh Polda di Indonesia seolah-olah Munarman teroris . Namun untuk Anggota AKKB yang membawa pistol dan jelas ada fotonya, polisi ” diam saja”.

Pengacara Munarman, Syamsul Bahri meminta agar peserta AKKBB yang membawa senjata saat apel akbar di Monas (1/6) lalu dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Ini bukti baru. Kami minta orang yang di dalam foto ini diberlakukan sama seperti Munarman. Masukkan dia ke dalam DPO, segera tangkap, dan tahan,” kata Syamsul sambil menujukkan foto seoran pria yang mengacungkan pistol dan memakai pita merah putih di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/6/2008).

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya sudah memiliki saksi yang melihat kejadian tersebut. “Saksi itu masih kami simpan, karena nanti akan menimbulkan fitnah,” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Syamsul, dirinya meminta polisi segera melakukan pencarian pria tersebut. “Orang yang ada di dalam foto itu harus ditangkap,” tandasnya.

Sementara itu kriminolog dari UI Erlangga Masdiana menduga, polisi berhati-hati dalam menangkap dan mengumumkan identitas pria tersebut lantaran kasus ini berbau politis.

“Kasus ini politis. Oleh karena itu aparat hati-hati,” ujar kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Erlangga Masdiana kepada detikcom, Senin (16/6/2008).

AKKBB Trauma Kalimat ” AllahuAkbar “

AKKBB Patut di pertanyakan ? padahal Salah satu ciri seorang yang beriman adalah ketika disebut nama Allah maka bergetarlah hatinya.Bergetar karena takut akan azab-Nya,Bergetar karena mengharap Ridho-Nya,Dan bergetar karena rindu ingin berjumpa dengan-Nya

Jakarta, Tim Advokasi Pembela Pancasila Saor Siagian mengatakan tiga anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) belum memenuhi panggilan Mapolda Metro Jaya karena masih trauma.

Ketiga orang itu yakni Febi Yonesta (penasehet hukum AKKBB), Anick HT (koordinator AKKBB), dan Tri Agus (seksi acara).

“Jika ada yang menkonfrontir dengan teriakan Allahuakbar, mereka bisa pingsan,” kata Saor saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (16/6/2008).

Dia meminta, agar polisi untuk sementara memfokuskan diri untuk menjera para pelaku pemukulan saat insiden Monas yang masih buron.

“Fokus dulu dong dengan pelaku kejahatn kriminal yang masih buron. Tolong kasih waktu untuk pemulihan (psikologi) korban,” imbuhnya. (Okezone)

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: