Ribuan Massa HTI Tolak Kenaikan Harga BBM


fotobbmjkt01.JPGHTI Press. Protes dan kecaman terhadap keputusan Pemerintah yang ngotot menaikkan BBM terus bergulir. Untuk kesekian kalinya pada Ahad (1/7) siang, ribuan massa Hizbut Tahrir Indonesia kembali berunjuk rasa di depan Istana Presiden untuk menolak kenaikan harga BBM. Massa datang dari sejumlah daerah seperti Jakarta, Purwakarta, Depok, Karawang, Bekasi, dan Tangerang. Khusus dari Jakarta, sebelumya massa melakukan long march yang dimulai dari sejumlah titik di ibukota menuju Istana Presiden. Diselingi teriakan takbir dan yel-yel, massa mengacungkan bendera Islam dan sejumlah poster bertuliskan, Tolak Liberalisasi Migas, Dengan Syariah Menuju Indonesia Lebih Baik, Batalkan Kenaikan BBM, dan Nasionalisasi Perusahaan Migas Asing.

Para pengunjuk rasa menolak keputusan pemerintah menaikan harga BBM, karena kenaikan harga BBM akan menambah kesengsaraan rakyat, dan bukan cara yang benar untuk mengatasi krisis keuangan negara. Pemerintah adalah pemimpin yang mengurus kepentingan rakyat, yang seharusnya mewujudkan kemaslahatan rakyat, bukan malah membuat mereka menderita!

Ada dua alasan kenapa SBY-Kalla ngotot menaikan BBM. Demikian kata Farid Wajdi dari DPP Hizbut Tahrir Indonesia dalam orasinya. Alasan pertama, karena penguasa di negeri ini merupakan antek-antek Kapitalis. Mereka lebih mengabdi pada tuannya, dibanding mengabdi kepada rakyatnya sendiri. “Mereka adalah pemimpin yang tega dan tanpa nurani, karena ngotot menaikkan harga BBM, padahal itu jelas akan memiskinkan rakyat,” ujar Farid.

Alasan yang kedua, lanjutnya, karena sistem yang diterapkan di negeri ini sejak merdeka hingga sekarang adalah sistem Kapitalis. Kenaikan BBM tidak bisa dilepaskan dari liberalisasi minyak dan gas. Dan siapa yang diuntungkan dengan hal ini? Tiada lain adalah perusahaan-perusaahaan asing. Farid mencontohkan pada 2007 Exxon Mobil telah meraup keuntungan 40, 6 Million US dolar atau lebih kurang 400 Trilyun. Ini artinya perusahaan-perusaahaan asing meraup keuntungan yang berlipat dengan adanya liberalisasi itu. Mereka hidup bergelimpangan harta sementara rakyat Indonesia mati kelaparan.

“Karena itu saya garis bawahi solusi kita hanya satu, yakni Syariah dan Khilafah,” tegas Farid. Menurutnya, berdasar syariah ini negara wajib menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat, sandang, pangan dan papan. Dengan berdasarkan syariah, negara pun wajib memberikan pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat. Berdasar syariah pula harga BBM harus murah.

KH Muhammad Al Khaththath, sekjen Forum Umat Islam mengatakan, dengan menaikan harga BBM berarti SBY-JK telah melakukan kedzaliman terhadap rakyat. Padahal yang menciptakan BBM itu bukan SBY-JK. Yang menciptakan BBM itu adalah Allah SWT. “Lalu apa haknya SBY-JK membuat batasan, harga minyak harus disetarakan dengan harga internasional. Apakah ada alasan yang sah untuk SBY-JK? Apakah SBY-JK punya hak untuk menaikan BBM saudara?” tanya Al Khaththath kepada massa. “Tidak!” jawab massa.

Menurut Al Khaththah, Rasulullah SAW dalam sebuah hadistnya telah menyampaikan wahyu Allah SWT, yang mengatakan bahwa kaum Muslimin berserikat di dalam memiliki tiga barang yang penting, yakni air, padang rumput dan api. BBM, gas dan batu baru termasuk dalam kategori api. Tiga sumber energi adalah ciptaan Allah. Oleh karena itu, SBY-JK bersama kroni-kroninya tidak layak menguasai BBM, gas dan batu bara. “Saudara-saudara kita tahu BBM, batu bara dan gas sekarang dirampok oleh SBY-JK dan kroni-kroninya sehingga membuat salah satu kroni SBY-JK, yakni Aburizal Bakri menjadi orang yang terkaya di Asia Tenggara,” ujarnya.

Melihat kondisi demikian, Al Khaththath kemudian berpesan kepada para pengunjuk rasa untuk menyatukan barisan, menyatukan sikap dan langkah, dan mengatakan kepada rakyat termasuk kepada polisi dan TNI agar menjadi alat keamanan rakyat, bukan keamanan SBY-JK. “Sebab SBY-JK tidak berhak lagi menguasai negeri ini karena mereka ternyata bukan untuk kepentingan rakyat, tapi mereka ternyata untuk kepentingan kapitalisasi asing. Karena itu SBY-JK harus dicabut mandatnya,” tegasnya. Kalau SBY turun, maka yang naik itu katanya adalah khalifah. Dengan demikian maka yang dilakukan bukan hanya mengganti rezim tapi mengganti sistem. “Ganti sistem, ganti rezim, ganti sistem ganti rezim!” tegasnya diikuti berulang-ulang oleh massa.

Aksi unjuk rasa Hizbut Tahrir di Jakarta ini juga menghadirkan orator Mashadi (ketua Forum Umat Islam), perwakilan dari Serikat Pekerja, Gerakan Reformis Islam (Garis), Hari Mukti dan lainnya. Aksi yang dijaga ratusan aparat kepolisian ini berjalan dengan damai dan tertib.

Selain di Jakarta, unjuk rasa HTI juga dilakukan di sejumlah daerah di Indonesi seperti NAD, Medan, Padang Palembang, Lampung, Pekan Baru, Bandung, Cirebon, Solo, DIY, Surabaya, Makasar, Kendari Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, Palangkaraya, Pontianak, Jayapura, Palu Ternate dan Bogor.

Di Bogor, ribuan massa HTI daerah Bogor Raya melakukan long march sejak jam 07.30 pagi mengelilingi Kebun Raya Bogor. Massa kemudian berhenti di sekitar tugu kujang dan mendengarkan orasi yang disampaikan oleh Ust Rosyid, Gus Uwik dan KH M Al-Khaththath. Selanjutnya massa bergerak melewati Jl Pajajaran, dan berakhir di depan balai kota.[Abu Ziad/LI]

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: