‘Aidh Al Qarni Menolak Dianggap Pro Barat


Dai dan penulis buku terkenal, Syaikh ‘Aidh Al Qarni membantah berbagai tulisan di internet seolah-olah dirinya membela Barat

ImageHidayatullah.com–Dai dan penulis terkenal ‘Aidh Al Qarni menolak bahwa tulisan yang tersebar di internet yang berjudul, ” Al Farqu Bainana wa Bainahum Nuqthah” (Perbadaan antara Kita dan Mereka (Barat) hanya Satu Titik) adalah tulisannya.

Menurut keterangan Muhammad Al Maliki, Direktur Pelaksana Syeikh ‘Aidh Al Qarni, bahwa sudah 146 ribu situs internet yang menyebarkan tulisan yang berjudul Al Farqu Bainana wa Bainahum Nuqthah, yang berisi tentang hal-hal negatif di Arab dan hal-hal positif di Barat.

Penulis buku best seller “La Tahzan” ini menyatakan kepada www.islamonline.net, bahwa dirinya berlepas diri dengan tulisan tersebut.

”Saya berlepas diri kepada Allah dari tulisan yang dinisbatkan kepada saya, di mana di situ disebutkan bahwa saya mengatakan bahwa perbadaan antara Arab dan Barat hanya satu titik saja, anatar kita dengan Yahudi satu titik, mereka kaum pilihan Allah sedangkan kita juga kaum pilihan Allah. Ini adalah perkatakan zindiq dan kufur,” katanya.

Ia menilai bahwa penulis tulisan itu adalah”Pembohong paling buruk, dan semoga Allah menghinakannya di hadapan mereka yang bersaksi sesuai kenyataan.”

Dalam tulisan itu disebutkan perbedaan antara Barat dengan Arab adalah “saling memahami dengan (khiwar) dialog, sedangakan kita dengan (khawar) menguak. Mereka hidup dengan saling bersekutu (tahaluf) sedangkan kita (takhaluf) saling berbeda. Masyarakat mereka sudah sampai pada tahapan dewasa (al hashanah), sedangkan masyarakat kita masih kanak-kanak (al hadhanah). Mereka memiliki penguasa yang memerdekakan rakyatnya (istiqlal) sedangkan kita memiliki penguasa yang menyempitkan rakyatnya (istighlal)”.

Sebagaiman diketahui, bahwa Syaikh Aidh Al Qarni atau bernama lengkap Aidh bin Abdullah Al-Qarni, adalah seorang dai terkenal yang lahir pada 1379 H di desar Al Qarn. Hafal Al-Quran dan sekitar 5000 hadits, serta 50 ribu bait qasidah.

Beliau pernah masuk tahanan, dikarenaka menulis 50 bait qasidah (syair) yang berisi dinilai mengandung unsur politik. Di dalam tahanan, ia menyelesaikan 100 halaman dari buku La Tahzan. Kabarnya bukunya telah tercetak sampai 1,5 juta copi di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam 29 bahasa.

Advertisements
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: