Meruntuhkan Teori Evolusi, Harun Yahya Divonis Penjara


Untuk kesekian kalinya, Adnan Oktar alias Harun Yahya dipenjarakan. Inilah penindasan para ilmuwan yang berani mengungkap kekeliruan ilmiah teori evolusi

ImageHidayatullah.com–Penindasan terhadap para ilmuwan dan intelektual yang berani mengungkap kekeliruan ilmiah teori evolusi Darwin, dan berbagai sisi gelap teori itu tidak hanya berlaku di Amerika Serikat. Untuk kesekian kalinya, Adnan Oktar, dengan nama pena Harun Yahya, diganjar pengadilan Turki 3 tahun penjara, lantaran mengemukakan kebenaran bahwa teori evolusi Darwin tidaklah ilmiah.

Sebelum ini, Harun Yahya sudah dipenjara beberapa kali. Ia pernah dikurung di rumah sakit jiwa bersama para pasien penyakit jiwa berbahaya. Di tempat itu, beliau dicoba untuk dibunuh beberapa kali.

Meski demikian, Harun Yahya tetap tidak bergeming membongkar kepalsuan teori evolusi, beserta gerakan ideologis yang mendukungnya, termasuk Freemasonry.

Pembunuhan Karakter

Sebagaimana diketahui, ilmuwan Muslim yang karyanya sudah merambah dunia itu beberapa tahun terakhir ini mengagetkan dunia. Buku besar Harun Yahya berjudul Atlas Penciptaan muncul di Eropa, dan mengagetkan pihak berwenang di negara-negara seperti Perancis, Denmark, Austria, dan Italia.

Tidak mampu menanggapi balik secara ilmiah dan intelektual, organisasi dunia setinggi Dewan Eropa mengeluarkan resolusi yang melarang buku Atlas Penciptaan dan pemikiran kritis semacamnya atas teori evolusi diajarkan di sekolah-sekolah Eropa.

Lebih dari itu, tindakan penyusupan agen rahasia Freemasonry pun dilakukan demi membungkam kegiatan Harun Yahya.

Bisa ditebak, media massa pro evolusi memanfaatkan peristiwa ini untuk melakukan pembunuhan karakter Harun Yahya untuk kesekian kalinya dengan berbagai tuduhan negatif, tak terkecuali situs rujukan seperti wikipedia.

Menjawab putusan pengadilan ini, Harun Yahya menyampaikan pernyataan penting dalam sebuah konferensi pers.

“Ini adalah sebuah kasus yang mungkin akan tercatat dalam sejarah. Saya belum pernah mendengar, melihat atau membaca kasus yang penuh tipu daya semacam ini. Namun kami masih menaruh rasa hormat yang sepatutnya.

Kami menghormati sistem keadilan. Kami menghormati keputusan pengadilan. Ada suatu kebaikan dalam segala hal. Keputusan itu telah ditakdirkan dalam pandangan Allah sebelum para orang tua hakim itu dilahirkan. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan hakim ketika saatnya tiba. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan pengadilan yang ada dalam takdir mereka. Tak seorang pun dapat menentukan untuk dirinya sendiri, tidak pula membuat pernyataan apa pun sekehendaknya sendiri. Setiap orang membuat pernyataan yang telah ditetapkan dalam takdirnya. Mengapa ini terjadi dengan cara sedemikian itu? Sebab kebaikan akan muncul dengan takdir itu terjadi, “ ujarnya.

Harun Yahya menyebut pemenjaraan dirinya diibaratkan kasus Nabi Yusuf AS. “Insya Allah, kami juga berada pada jalan Nabi Yusuf AS. Kami berada pada jalan para nabi yang dirahmati. Kami menetapi sunnah mereka yang agung. Insya Allah kami melakukan apa yang mendatangkan kebaikan. Orang mukmin berada di jalan para nabi, dan di dalam Al-Quran,” katanya dikutip www.harunyahya.com.

Di bawah ini ia memberikan pernyataan menjawab keputusan pengadilan beberapa hari lalu.

“Ini adalah sebuah kasus yang mungkin akan tercatat dalam sejarah. Saya belum pernah mendengar, melihat atau membaca kasus yang penuh tipu daya semacam ini. Namun kami masih menaruh rasa hormat yang sepatutnya.

Kami menghormati sistem keadilan. Kami menghormati keputusan pengadilan. Ada suatu kebaikan dalam segala hal. Keputusan itu telah ditakdirkan dalam pandangan Allah sebelum para orang tua hakim itu dilahirkan. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan hakim ketika saatnya tiba. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan pengadilan yang ada dalam takdir mereka. Tak seorang pun dapat menentukan untuk dirinya sendiri, tidak pula membuat pernyataan apa pun sekehendaknya sendiri. Setiap orang membuat pernyataan yang telah ditetapkan dalam takdirnya. Mengapa ini terjadi dengan cara sedemikian itu? Sebab kebaikan akan muncul dengan takdir itu terjadi.

Sebagaimana dengan Nabi Yusuf AS. Ia adalah hamba yang dicintai Allah. Meskipun demikian Allah menakdirkannya dijebloskan ke dalam penjara bawah tanah selama tujuh tahun. Insya Allah, kami juga berada pada jalan Nabi Yusuf AS. Kami berada pada jalan para nabi yang dirahmati. Kami menetapi sunnah mereka yang agung. Insya Allah kami melakukan apa yang mendatangkan kebaikan. Orang mukmin berada di jalan para nabi, dan di dalam Al-Quran, Allah berfirman bahwa Dia menghendaki kita mengambil mereka sebagai teladan. Dia memerintahkan kita agar menaati mereka dan menyerupai mereka. Dan kehidupan kita mungkin memiliki sisi yang mirip dengan sisi kehidupan mereka. Ayat-ayat Al-Quran berlaku bagi seluruh Muslim.

Dalam pengertian tersebut, ayat-ayat itu berlaku pula bagi saya dan sahabat-sahabat saya. Dalam ayat ke-35 Surat Yusuf, misalnya, Dia berfirman: “Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu.”

Ayat ini menyiratkan pengertian bahwa ada kebimbangan apakah akan memenjarakannya atau tidak, tapi pilihan pertama pada akhirnya mengemuka. Sungguh terdapat sebuah kemiripan di sini. Allah berfirman perihal Yusuf AS bahwa ia dikenai hukuman sedikitnya tiga tahun penjara. Al-Quran merujuk pada beberapa tahun. Ini berarti sekurang-kurangnya tiga, masa antara tiga dan sembilan. Ini adalah sebuah isyarat. Al-Quran berlaku sepanjang zaman, untuk seluruh manusia dan seluruh peristiwa, dan inilah salah satu keajaiban Al-Quran.

Tak seorang pun dapat melukai saya di mana pun dengan cara bagaimana pun; kecuali hanya hal-hal yang Pencipta saya, Allah Yang Mahakuasa, menghendaki benar-benar terjadi demikian. Saya akan hidup sesuai takdir saya. Apa pun yang ada dalam takdir saya, itulah yang akan terjadi. Saatnya akan datang ketika ruh saya diambil. Ketika saat itu datang, Dia akan mengambil ruh saya. Tapi di luar itu, tidak seorang pun mampu menyakiti saya sehelai rambut pun pada kepala saya. Tidak sesuatu pun akan terjadi pada saya. Apa pun yang ada dalam takdir saya, hal itu akan terjadi ketika saatnya tiba, di waktu yang telah ditetapkan.

Pada peristiwa-peristiwa yang terkini, sedikit tekanan yang terkini, kami menerima kabar bahwa seseorang yang tak pernah kami duga, yang kami yakini sebagai seorang yang teguh, taat beragama, ternyata adalah seorang Freemason. Kami sangat terkejut. Kami dulunya benar-benar yakin bahwa ia orang yang shaleh, beraliran kanan, dan kami menaruh kepercayaan kepadanya sebagaimana mestinya. Akan tetapi ia terbukti seorang Freemason kelas atas.

Ada delapan surat [dari Freemasonry luar negeri], yang dikirim ke sini, ke markas [Freemasonry Turki]. Surat-surat itu membicarakan tentang kami, dan tentang saya secara pribadi, dengan merujuk langsung ke buku saya, Atlas Penciptaan. Mereka merujuk kepada kemampuan saya melakukan kegiatan tanpa kesulitan. Mereka menanyakan bagaimana ini dapat terjadi, bagaimana saya dapat bebas melakukan kegiatan seperti itu.

Mereka mengatakan [buku Atlas Penciptaan] telah menimbulkan dampak dahsyat, seperti bom atom. Itulah yang mendasari adanya tekanan terhadap kami di tahun-tahun belakangan. Kami bahkan berpendapat bahwa tekanan itu dilakukan terhadap pemerintah untuk menekan kami. Saya dapat memahami mengapa tamatnya Darwinisme telah membuat mereka sangat terganggu, sebab hal ini telah benar-benar meruntuhkan keseluruhan sistem mereka. Filsafat-filsafat, cara pandang dan ideologi-ideologi mereka telah terhancurkan. Dan mereka tidak mampu menemukan jawaban atas hal ini. Segala yang dapat mereka lakukan adalah melakukan tekanan.

Kami menerima sebuah ancaman baru berkenaan dengan buku terkini saya [tentang Freemasonry] hanya kemarin, ditujukan kepada saya sendiri, agar buku tersebut tidak beredar; ancaman itu datang dari para Freemason, yang menelpon rekan saya. Mereka menyampaikan pesan bahwa kami akan mendapatkan masalah besar jika buku tersebut beredar. Namun meskipun demikian saya akan memunculkan buku itu, insya Allah. Saya telah diancam sebelumnya, ketika saya di rumah sakit jiwa. Saya diberitahu agar meninggalkan kegiatan saya. Di kala itu selain menawarkan kepada saya uang, mereka juga berkata bahwa mereka akan “membebaskan kesulitan” yang saya alami ini, dan mereka mengatur pengacara saya menyampaikan pesan itu kepada saya. Mereka menawari saya sejumlah besar uang jika saya menghentikan karya saya, dan tidak meneruskan menulis buku, menghentikan buku saya mengenai Freemasonry, dan bahwa siksaan mengerikan yang tengah saya alami akan diakhiri. Tapi saya menolak tawaran tersebut.

Izinkan saya menyatakan sekali lagi bahwa saya tidak memiliki keluhan terhadap pengadilan. Saya tidak menaruh dendam atau tuduhan balik terhadap siapa pun. Allah-lah yang menyebabkan pengadilan menandatangani putusan hakim itu. Hanya satu hal di pengadilan yang mengherankan saya dan membuat saya terdiam sejenak untuk berpikir, yakni bahwa kami memiliki tiga sahabat perempuan. Sebagaimana sahabat-sahabat saya lainnya, mereka sama sekali tidak terlibat dengan tuduhan tersebut. Namun masing-masing mereka dihukum tiga tahun penjara. Mereka ini adalah para pemudi belia yang berpendidikan baik. Hal itu sungguh mengherankan saya. Tapi sekali lagi saya tetap menghormati pengadilan, dan ada sesuatu kebaikan dalam segala hal.”

Advertisements
  1. #1 by Apop Tosis on May 31, 2008 - 2:34 am

    Tidaklah benar kalau pemahaman Harun Yahya tentang evolusi telah menimbulkan dampak dahsyat, seperti bom atom (mengguncang scientist yg meyakini adanya evolusi), apa lagi kalau para scientist tidak mampu menanggapi balik pendapat Harun Yahya. Kalaupun mengagetkan mungkin bukan soal runtuhnya teori evolusi. Pembacaan tanda-tanda alam ciptaan Tuhan ini semakin menguatkan feeling Darwin bahwa secara materi (materi, bukan soal nyawa atau roh), mahluk hidup itu berkekerabatan. Materi itu merupakan ciptaan Tuhan yang bersiklus. Salah satu fase siklusnya adalah tanah. Jadi, materi manusia itu persis seperti pot atau tembikar, atau genthong dari tanah liat karena unsur2 tubuh manusia meripakan siklus sambungn dari dan ke tanah. Yang mengangkat derajat manusia utk lebih dekat dengan Tuhan bukan fisiknya. Anda mestinya bisa menjawab apanya? Bahwa ergonomi manusia di alam sudah sempurna, itu lah rahmat dari Allah SWT.

    Keyakinan saya bahwa evolusi itu ada berpijak dari pengertian saya dari Quran 6: 133 (terjemahan ke Bhs Indonesia oleh Departemen Agama):

    “Dan Tuhanmu Maha Kaya, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendakiNya setelah kamu musnah, sebagaima Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang2 lain”

    Memang memahami quran dgn terjemahan bhs Indonesia pasti bisa kurang pas, karena keterbatasan kata yang mampu mengekspresikan segala yg kita pikirkan. Namun tidak demikian halnya dgn bhs Arab yg di Qur’an yang sempurna utk menyatakan pikiran. Untuk lebih memahaminya, sy coba dgn terjemahan bhs Inggris yg saya kopi dari internet juga:

    (QS 6: 133 ) Your Lord, the Rich and Merciful, if He wishes, can discard you and succeed you with “WHATEVER” He wishes; Just like He created you from the seed of another clan.

    Lantas kita simak lebih jauh tafsiran teman luar negeri kita yg satu ini ttg ayat tsb:

    The Quran specifically uses the word “Whatever” or “What” (“ma” in Arabic). This Arabic word “ma” cannot refer to humans; this word is strictly reserved for nonhumans (the Arabic word that does refer to humans is “men”, meaning “who” or “whoever”). This verse says that if God wishes He can make our descendents Whatever He wishes (nonhuman), just like he created us from our ancestors. This means that by body we are descendents of nonhumans!!!

    Sebetulnya jauh sebelum saya baca pendapat rekan luar negeri kita itu, saya sudah berpendapat bahwa ayat itu memberi tahu bahwa kekayaan luar biasa jenis mahluk hidup di bumi ini adalah rahmat Tuhan. Anda tidak bisa menghitung kekayaan itu meski hanya mahluk yang hidup di halaman rumah anda. Yang dimaksud rahmat Tuhan sebetulnya adalah yang dilihat oleh Darwin sebagai “seleksi alam”. Bagi yang percaya bahwa alam adalah ciptaan Tuhan, maka kita bisa saksikan bahwa apapun yg terjadi di alam adalah kehendak Tuhan yang menguntungkan bagi mahluk. Walau terkadang kita belum bisa paham atas ketentuan Tuhan (misal kanker, flu burung, tsunami, sakitnya orang yang sedang melahirkan dll). Rahmat Tuhan memungkinkan mahluk hidup untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang berevolusi juga. Adaptasi yang berlangsung secara terus menerus dan panjang (panjang dibanding sangat singkatnya usia manusia) menjadikan bentuk mahluk tidaklah tetap tetapi berubah secara dinamis. Namun seperti janji Allah, semua aktivitas itu terekam dan bisa ditunjukkan ke kita. Salah satu catatan rekaman yg bisa ditunjukkan ke kita adalah struktur DNA yg ada dalam tubuh anda juga tubuh binatang atau tumbuhan atau kuman. Semakin pendek sejarah evolusi, semakin mudah kita membacanya. Urutan matarantai dari untaian rantai DNA tertentu terbukti bisa mengatakan si A anaknya si B atau bukan anaknya si C. Dari video Harun Yahya saya kira yang menjadi perdebatan adalah bagaimana detail proses evolusi itu berjalan. Itu memang subyek yang banyak dicari dan diskusi banyak peneliti. Tapi jika ada perbedaan interpretasi proses tidak berarti bahwa evolusi tidak ada seperti yang diklaim Harun Yahya.

    Waktu kecil sih saya membayangkan bahwa surga itu adalah suatu tempat semacam kayangan yang berbeda dengan bumi yang penuh ranjau dan kebusukan. Dan manusia pertama diciptakan dalam kayangan tersebut kemudian karena kesalahannya manusia diusir an “turun” ke bumi. Interpretasi QS 2: 35-36 sebenarnya menurut saya bukanlah seperti khayalan masa kecil saya itu. Kalau seperti bayangan masa kecil saya, cerita manusia itu tidak beda dengan cerita Kera Sakti.

    Demikianlah pendapat saya soal “runtuhnya teori evolusi” yang banyak dipercayai teman2 muslim. Namun, saya kira bukannya tidak ada muslim yang berpendapat bahwa Tuhan memang telah menciptakan mahluk demikian beragamya, berketurunan bercabang-cabang yang sangat rumit dan sempurna dan penuh rahmat. Penciptaan itu telah dipandang sebagai teori evolusi bagi non muslim.

    Bahwa Harun Yahya adalah salah satu Pejuang Islam, itu hal lain.

  2. #2 by Febri on October 15, 2008 - 7:22 am

    Yang saya tahu tentang teori evolusi adalah makhluk hidup merupakan evolusi dari manusia purba dan manusia purba itu sendiri evolusi dari kera. Kera sendiri entah evolusi dari makhluk apa lagi. Bisa saja jika dirunut makin jauh ke belakang kera adalah evolusi dari sejenis amoeba.

    Menurut saya hal tersebut sangat bertentangan dengan Al-Quran yang menyatakan bahwa manusia pertama adalah Adam dan Hawa. Bahwa manusia adalah makhluk mulia yang tercipta dari segumpal darah, hasil pembuahan sperma dan ovum (interpretasi saya dari sebuah surat dalam Al Quran).

    Dengan demikian teori evolusi tidak sejalan dengan Al-Quran. Pada akhirnya, orang yang mempercayai Teori Evolusi akan menyangkal keberadaan Tuhan. Lah orang manusia tercipta sendiri, tidak ada yang menciptakan. Lalu buat apa ada Tuhan?

    Ketiadaan iman sebagai akibat pemikiran seperti ini akan berdampak buruk pada masyarakat, misalnya melalui berkembangnya paham materialisme. Bagaimanapun agama yang mengandung nilai-nilai moral merupakan kontrol sosial yang baik jika dijalankan dengan baik oleh penganutnya. Agama Islam berpedoman Al-Quran bukan sekedar panduan moral, melainkan sebuah sistem yang komprehensif untuk menjaga manusia atau sebagai kontrol masyarakat.

    Jadi, jika Teori Evolusi tertolak oleh Al-Quran dan memiliki implikasi buruk pada manusia, apakah teori ini akan dipertahankan oleh seorang muslim? Pasti seorang muslim atau mukmin akan mencari teori yang lebih sesuai bagi keyakinannya dan akan memberontak bila kondisi masyarakat memaksanya untuk turut mengamini Teori Evolusi dan berbagai dampaknya pada masyarakat, sehingga berimplikasi pada dirinya.

  3. #3 by Febri on October 15, 2008 - 7:24 am

    Ralat: bukan makhluk hidup tapi manusia

  4. #4 by Teori Evolusi on October 18, 2008 - 2:12 am

    Memang benar yg anda katakan : “Bahwa manusia adalah makhluk mulia yang tercipta dari segumpal darah, hasil pembuahan sperma dan ovum (interpretasi saya dari sebuah surat dalam Al Quran)”. Bebek dan burung lain juga begitu, terjadi pembuahan dan bertelur yg bisa menetas. tapi itu bukan berarti tercipta mulai dari situ. Sebelum segumpal daging, perjalanan penciptaan manusia masih panjang. Jangan mengukur dengan umur manusia yg sangat singkat di bumi. Penciptaan adalah sebuah proses: yg pasti dalam proses mengandung kebenaran. Al Qur’an tidak bertentangan dengan interpretasi org adanya evolusi. Allah mencipta mahluk, pelajari lah bagaimana mahluk tercipta, tentunya kecuali nyawa….Kalau fisiknya, kita ini tidak ubahnya sebagai pot bunga yg terbuat dari tanah.

  5. #5 by Takdir on March 4, 2009 - 1:15 am

    Wahai kaum muslim, apakah anda mengerti artinya bahwa manusia tidak beda dengan pot bunga yg terbuat dari tanah? Bahwa tubuh kita sama dengan tembikar? Kalau tidak paham, bagaimana anda tahu kalau evolusi itu hanya teori? Apakah anda paham artinya bayang2 yg memanjang dan memendek yg mengikuti perintah Allah? Kalau belum paham, barangkali anda cuma menghafal bhw Islam adalah agama yg sempurna, tapi belum paham maknanya atau belum bisa menyaksikannya. Maka, bacalah ayat2 Allah di alam ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: