Gusdur Dukung Penjajahan Israel atas Palestina


Syabab.Com – Abdurrahman Wahid atau  Gusdur direncanakan akan bertemu Presiden AS George W. Bush di Israel untuk menghadiri peringatan 60 tahun berdirinya Israel yang juga berarti 60 tahun penjajahan Israel atas tanah kaum Muslim Palestina. Menurut jadwal, Gusdur akan terbang ke Tel Aviv, Israel, setelah mengadakan kunjungan ke Washington dan New York pada 7-12 Mei ini.
“Saya punya banyak teman di Israel, termasuk (mantan) Presiden Shimon Peres yang mengundang saya untuk menghadiri peringatan ini,” jelas Gusdur.

Entah apa yang ada dibenak Gusdur untuk berteman dengan penjajah Israel yang telah merampas tanah Palestina dari kaum Muslim. Teroris Israel yang didukung oleh mbah-nya teroris, AS, telah membunuh ribuan kaum Muslim dan mengusirnya dari rumah-rumah mereka.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena kasih sayang. Sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu…”
(TQS. Mumtahanah: 1).

Kedatangan Gusdur ke Amerika untuk menerima penghargaan diantaranya dari Simon Wiethemthal Center, sebuah yayasan pembela Yahudi.

Gusdur Dukung Israel

Gusdur juga mengatakan Indonesia harus mengakui negara Israel. Tentu saja, pengakuan terhadap negara Israel sama artinya menerima penjajahan Israel atas bumi kaum Muslim Palestina.

“Indonesia harus mengakui negara Israel untuk menghilangkan Indonesia anti Yahudi,” kata Gusdur.

Padahal, israel telah nyata bagi siapa saja yang memiliki mata merupakan penjajah yang telah merampas tanah milik kaum Muslim.

Di Washington, Gusdur juga menyatakan dukungannya kepada Senator Barack Obama sebagai Presiden Amerika, salah satu calon yang mendukung penjajahan Israel atas Palestina.

”Saya lebih senang Obama karena dia menyatakan perlunya perubahan. Kita perlu perubahan. Bagaimana perubahan itu, nanti kalau dia telah terpilih sebagai presiden,” ujar Gus Dur di Washington, AS, Jumat (9/5) lalu.

Jelas saja Gusdur mendukung Obama. Obama termasuk salah satu calon Presiden yang membela Yahudi dan mendukung Negara Israel.

“Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin kemanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” kata Obama dalam sebuah acara yang disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington untuk menghormati hari jadi negara Israel yang ke-60. Dia diperkenalkan oleh duta besar Israel kepada AS, Sallai Meridor.

Tiada lain mendukung penjajahan Israel atas tanah kaum Muslim Palestina. Tidak akan ada kebijakan bagi AS yang mengemban ideologi kapitalisme ini. Kecuali AS akan selalu menjalankan termasuk mendukung penjajahan di negeri-negeri Muslim khususnya.

Sudah 60 tahun, Israel menduduki dan menjajah tanah milik kaum Muslim Palestina. Israel dibantu PBB merampas dan merobohkan rumah-rumah muslim Palestina. Mereka pun tak henti membunuh siapa saja yang berada di depan moncong senjata mereka. Lalu atas dasar apa seorang yang mengaku muslim malah berjabat tangan dengan para penjahat itu?

Kaum Muslim Palestina hari ini menjerit memanggil kalian, kaum Muslim untuk bersegera mengakhiri persoalan ini dengan merebut kembali Palestina dari tangan penjajah Israel. Muslim Palestina pun tiada henti berteriak kepada tentara-tentara kaum Muslim di dunia, “Hilangkanlah batas-batas kalianm wahai tentara Muslim,” demikianlah diantara salah satu seruan ribuan kaum Muslim Palestina beberapa waktu lalu di kota Rafah, perbatasan dengan Mesir. Khilafah Islamiyyah, tak kan lama lagi segera menyelesaikan persoalan ini. Insya Allah! [m/z/f/nu/okz/syabab.com]

Advertisements
  1. #1 by Naufal Abqory Adiwibowo on May 16, 2008 - 8:41 am

    Orang seperti GUS DUR hendaknya tidak perlu kita percaya segala tindakkannya. GUS DUR bisa memecah belah umat dengan bertameng sebagai Kyai Haji (KH) dan sebagai tokoh prularisme dan HAM. Awas bahaya mengancam setiap anggota keluarga kita dengan mempercayai segala ucapan dari orang yang bernama GUS DUR.

  2. #2 by Widada on May 19, 2008 - 12:56 am

    Tidak perlu dipublikasikan segala macam omongan, tingkah laku, dll yang di dapat dari mulut Dur.
    Perlu diboikot.
    Boikot Dur..
    Boikot Dur

  3. #3 by riekay on May 24, 2008 - 1:31 pm

    jangan percaya omongan orang macam gus dur…

    otaknya udah geser… jelas jelas sodara seimannya di sakiti… dy malah ikut merayakan penzaliman sodaranya…

    ????? kyai kah itu?????…

    sayang yang sebenernya masih sangat dangkal ilmunya dalam agama aj tau… kalo sodara se iman di sakiti seharusnya ikut membela… bukan merayakan penjajahan atas sodara sendiri…

  4. #4 by iebe on July 7, 2008 - 9:59 am

    ya Alloh…. sebenarnya dur itu titisan apa sih?????….

  5. #5 by Sofian on July 27, 2008 - 3:23 am

    Saya posting dua buah tulisan dari Gus Dur dengan harapan semoga dapan mnjernihkan pandangan.

    Pertama:

    Benarkah Arafat Pemimpin Gerakan Islam?

    Oleh: Abdurrahman Wahid*

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membawa tiga orang pemimpin organisasi Islam Indonesia ke upacara penguburan Yasser Arafat, pemimpin Palestina yang meninggal dunia di Paris dalam usia 75 tahun. Ketiga orang itu adalah Hidayat Nurwahid (PKS), Hasyim Muzadi (NU) dan Din Syamsuddin (MUI). Walaupun ia juga membawa pejabat pemerintah lainnya dan Agung Laksono (Ketua DPR RI), namun hal itu menunjukkan SBY menganggap Arafat sebagai pemimpin gerakan Islam. Karena itulah, patut kita pertanyakan benarkah Yasser Arafat seorang pemimpin gerakan Islam? Jawaban akan hal ini memang tidak penting sekali artinya, karena bagaimanapun juga Arafat adalah orang besar yang memiliki kharisma tersendiri. Tetapi dalam kompleksitas pekembangan politik di Timur Tengah, status seseorang, apakah ia seorang pemimpin gerakan Islam ataukah pemimpin gerakan kebangsaan, menjadi sangat penting artinya. Untuk memperoleh kepastian tentang status Arafat itulah tulisan dibuat dan agar masyarakat kita tahu benar dan tidak keliru memahaminya.

    Terlebih dahulu kita harus menyadari benar bahwa kabilah Filistin (dari mana bangsa Palestina berasal) sebenarnya bukanlah bangsa Arab. Suku Filistin, Phoenisia (dari mana orang Lebanon berasal) dan Israel adalah tiga dari dua belas kabilah (suku bangsa) yang mendiami kawasan pantai timur laut Tengah itu beberapa ribu tahun yang lalu. Nama-nama mereka diabadikan oleh kitab suci Torah (dalam bahasa Al-Quran disebut Taurat). Karenanya bahasa mereka sangat berdekatan dan sangat banyak persamanya dengan bahasa Arab. Kita tidak tahu tepat, bahasa siapa yang diambil dan yang dibuang, namun yang jelas kemudian bahasa Filistin dan Phoenisia akhirnya hilang dari peredaran untuk digantikan oleh bahasa Arab. Tetapi cukup banyak kalangan bangsa Arab tidak mau mengakui hal itu.

    Karena perasaan seperti itulah, almarhum Raja Hussein dari Yordania dengan gampang memerintahkan legiun Arab untuk menumpas gerilyawan Palestina di perbatasan Yordania pada tahun 1970. Ini adalah suatu bukti bahwa perasaan orang-orang Palestina dianggap oleh cukup besar bangsa Arab sebagai bukan dari kalangan mereka.Tetapi justru Inilah yang membuat Arafat besar di mata orang-orang Palestina, dan memberikan kepadanya kharisma sebagai pemimpin yang dicintai rakyat. Yaitu karena Arafat berhasil membuat orang-orang Palestina diterima oleh mayoritas bangsa Arab sebagai bagian dari diri mereka.Walaupun ia tidak menerima Pan Arabisme Nasionalis-Sosialistik dari Gamal Abdel Nasser, atau mendukung pemerintahan tidak demokratis dari para penguasa Arab, namun hasilnya pada umumnya rakyat Arab menyetujui anggapan bahwa orang orang Palestina adalah bagian dari bangsa Arab. Ini ditunjang oleh kenyataan bahwa banyak sekali kaum profesional (terutama guru/tenaga pengajar,para dokter dan hakim) adalah orang orang Palestina, yang tersebar di banyak negara-negara Arab. Bahwa Arafat dianggap sebagai salah seorang pemimpin dunia Islam oleh satu dua orang pemimpin lain, tidak berarti bahwa anggapan itu benar.Tak ada seorangpun pemimpin Arab lainnya, maupun rakyat Arab sendiri, menganggapnya demikian.

    Dalam hal ini, penulis lalu ingat akan disertasi berjudul “Islam Against the West: Shakib Arslan and the Campaign for Islamic Nationalism” yang ditulis oleh Cleveland tentang diri Shakib Arsalan pengarang buku “Limadza Ta’akh-kharal Muslimun wa Taqaddama Ghairuhum” (Mengapa orang Islam terkebelakang dan yang lain-lainnya maju?). Dalam distersasi doktoralnya itu Cleveland menyebut Arsalan bukanlah orang Arab, karena sebab itu Arsalan mengemukakan Islam ideologis sebagai acuan, agar ia dapat diterima di kalangan kaum Muslimin sebagai pejuang yang gigih. Ini dilakukannya agar ia tetap menjadi anggota parlemen dari wangsa atau dinasti Utzmaniyyah (Ottoman empire) yang mengusai dunia Islam sebelum tahun 1924.

    Ini adalah kenyataan sejarah yang tidak dapat dibantah oleh siapapun. Inipun yang menjadi sebab dari timbulnya beberapa gerakan sempalan (splinter groups) dalam gerakan Islam seperti Hammas dan Brigade Al Aqsa di kalangan orang-orang Palestina. Bagaimanapun juga mereka tetap saja menjadi minoritas dari bangsa Palestina, sehingga tidak dapat dikatakan bangsa Palestina adalah bangsa Muslim, karena cukup besar juga prosentasi orang beragama Kristiani di kalangan mereka. Walaupun Arafat menyantuni dan terkadang tampak lemah di hadapan dua kelompok Muslim itu dalam banyak hal, tidaklah berarti ia dianggap pemimpin Islam oleh mereka. Bahkan dalam kenyataan, ia harus berpisah ranjang dari istrinya yang bernama Suha yang beragama Kristiani, jelas karena ia dimarahi oleh golongan keras itu, dan ia tidak menggunakan haknya sebagai seorang pria Muslim yang boleh beristri Kristiani atau Yahudi.
    ****

    Dari kasus diatas, dapat dilihat bahwa Arafat bukanlah pemimpin Islam melainkan seorang pemimpin kebangsaan (nationalist leader) Palestina. Kenyataan inilah yang harus kita pegangi untuk tidak melakukan perhitungan politik yang salah. Karena bangsa Palestina kebanyakan adalah muslim dengan sendirinya puncak teratas kepemimpinan bangsa itu beragama Islam. Hal itu tidak hanya berlaku bagi Arafat, tapi akan berlaku pula bagi para pemimpin Palestina lainnya, seperti Mohammed Dahlan, Ahmad Qorei alias Abu A’la yang sekarang menjadi perdana menteri, Mahmud Abbas alias Abu Mazen (mantan perdana mentri dan wakil Arapat dalam gerakan Al-Fatah yang menjadi tulang punggung PLO).

    Dalam mengembangkan kebijakan luar negeri, yang berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan geopolitis, pengetahuan dasar semacam ini sangat diperlukan agar kita tidak membuat kesalahan politik yang besar terhadap bangsa Palestina. Karena ini mengandung implikasi sangat luas dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang terkait dengan kawasan Timur Tengah. Kepentingan kita sebagai negara dan bangsa, harus diutamakan di atas pertimbangan pertimbangan ‘emosional’ kita. Dengan tidak mengutamakan pendapat- pendapat obyektif dan rasional dalam menentukan kebijakan luar negeri kita, sama seperti dengan kebijakan ekonomi, budaya, demi kepentingan kita sendiri sebagai bangsa dan negara, maka hal itu akan mengakibatkan kita menjadi pihak yang lemah.

    Dalam hal pandangan obyektif ini, penulis pernah mengemukakan kepada seorang ahli pertanian agar kita juga”pandai” dalam mengembangkan sikap swasembada beras yang dikembangkan oleh pemerintah Orde Baru. Dalam pandangan penulis, istilah swasembada beras berarti menyesuaikan jumlah hektar sawah untuk ditanami padi guna kepentingan bahan makanan kita sendiri. Sementara areal tanah selebihnya, harus ditanami produk-produk agribis lainnya untuk dijual di pasar dunia.

    Sekali kita keliru dalam memandang peta politik internasional, akan sulit untuk memperbaiki kesalahan dalam kebijakan luar negeri. ”Kesalahan” itu dilakukan Amerika Serikat dengan dengan menduduki Iraq pada saat ini, berakibat pada meluasnya perlawanan bersenjata di bumi Mesopotamia itu terhadap AS. Akibatnya AS harus banyak mengorbankan banyak tentaranya dan melakukan pemboman besar-besaran atas kota Fallujah di Iraq tengah. Belum lagi perlawanan bersenjata di Baqubah di timur laut Iraq (perbatasan dengan Iran dan Najaf makam Sayyidina Ali, sekitar 130 KM diselatan Baqdad). Begitu pula AS tidak segera menampakan keinginan membentuk. pemerintahan federal, karena komposisi penduduk yg beragam kaum yaitu orang Kurdi, Sunny dan Syiah di kawasan negara itu, namun tetap menyatakan perlunya negara unitaris di kawasan itu.
    *****

    Tentu saja dengan berbicara tentang bangsa palestina, kita tidak dapat meninggalkan pembicaraan mengenai hubungan kita dengan negara Israel. Harus digunakan kenyataan, bahwa diperlukan adanya sikap yang adil terhadap bangsa palestina dan bangsa dan negara Israel. Pada ujungnya, ini berarti perlunya pengakuan Israel akan negara Palestina merdeka. Persoalanya adalah bagaimana hal itu juga kita perjuangkan? Dengan mengakui secara resmi adanya negara Israel atau tidak? Kalau jawabnya ya, apakah dasar-dasarnya ?

    Di sini ingin penulis ingin kemukakan bahwa Israel secara konstitusional adalah negara yang mengakui Tuhan dan agama. Kalau kita dapat memberikan pengakuan diplomatic kepada negara-negara yang tidak mengakui Tuhan dan agama seperti Uni Sovyet dahulu dan Republik Rakyat Tiongkok, tentu saja sangat mengherankan bahwa kita sebagai bangsa dan negara yang tidak berdasar agama tertentu, tidak memberikan pengakuan diplomatik kepada bangsa dan negara Israel. Semua ini adalah proses politik, yang dalam sejarah berarti tindakan membuat kebijakan yang umum, bukan?

    Jakarta, 18 November 2004

  6. #6 by Sofian on July 27, 2008 - 3:24 am

    Kedua:

    Palestina, Setelah Arafat Wafat

    Oleh: Abdurrahman Wahid

    BARU-baru ini penulis terlibat percakapan dengan seseorang yang mengenal betul bangsa Palestina. Ia katakan, kematian Arafat akan membawa bangsa Palestina kepada era baru, terutama dengan rencana Marwan Barghouti menjadi calon presiden Palestina dalam pemilihan 9 Januari mendatang.

    Rencana itu disampaikan istri Marwan, seusai menjenguk suaminya yang dipenjara seumur hidup oleh pengadilan Israel karena dituduh melakukan tindakan teroristik terhadap sebuah komunitas Yahudi. Maka bisa dibayangkan, jika Marwan menang, akan terjadi perubahan besar di Palestina.

    PERTANYAANNYA kini, mungkinkah itu terjadi? Mengapa tidak. Menurut orang itu, tidak ada larangan bagi seseorang dalam penjara Israel dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan atas tindakan teroristik. Kemungkinan Marwan menang dalam pemilihan itu juga amat besar, karena ia adalah seorang “pejuang” Palestina yang amat populer, terutama di kalangan kaum muda Palestina.

    Bagaimana dengan hukumannya? Bila ia memperoleh kemenangan dan terpilih menjadi Presiden Palestina, kawan bicara penulis itu yakin, Marwan akan dibebaskan oleh Pemerintah Israel. Demikian kuat penghargaan bangsa Israel atas keputusan politik yang dicapai melalui sebuah pemilihan, sehingga kawan penulis itu yakin atas keputusan Pemerintah Israel. Penulis tidak membantah karena ia juga tahu sikap dasar bangsa Israel.

    Mengingat percakapan berlangsung di sebuah ruang tunggu kelas utama lapangan terbang Changi, Singapura, dan karena ia harus segera keluar, penulis tidak dapat bertanya lebih jauh tentang hal itu. Penulis hanya memperkirakan keadaan menurut apa yang diketahuinya, sebagai bahan ramuan yang membentuk pandangan penulis tentang berbagai hal setelah bangsa Palestina ditinggalkan Yasser Arafat untuk selama-lamanya.

    Banyak yang penulis ketahui, tetapi tidak dapat dikatakan dalam tulisan karena akan “merugikan” perjuangan bangsa Palestina mendirikan negara sendiri yang independen dan berdaulat. Namun, apa yang akan dikemukakan dalam tulisan ini, menunjang perjuangan itu.

    Di antara hal-hal yang jarang diketahui di negeri kita adalah kenyataan bahwa kepemimpinan Yasser Arafat dalam kehidupan bangsa Palestina juga berarti kepemimpinan “kelompok Tunisia” di lingkungan gerakan Al-Fatah, yang menjadi tulang punggung Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO). Karena pimpinan formal bangsa Palestina umumnya datang dari gerakan Al-Fatah, dengan sendirinya pimpinan PLO juga “amat diwarnai” kelompok itu, yang biasanya dijuluki “kelompok pengasingan dari Tunisia”.

    Yasser Arafat sendiri, Mahmud Abbas (Abu Mazen), dan Ahmad Qorei (Abu ’Ala) adalah tokoh-tokoh utama kelompok itu. Mereka tidak memiliki pengalaman pahit yang diperlukan untuk perjuangan yang harus dilakukan.

    Karena itu, jika nanti bangsa Palestina memilih Marwan Barghouti sebagai presiden dan Pemerintah Israel melepaskannya dari penjara, dengan sendirinya akan muncul kepemimpinan baru di kalangan bangsa Palestina yang mengalami sendiri pahit getirnya perjuangan bersenjata melawan Israel, yang sering melakukan tindak kekerasan terhadap mereka.

    DIBANDINGKAN dengan perjuangan bersenjata yang dilakukan Marwan dan kawan-kawan, perjuangan “kelompok Tunisia” di bawah Arafat, terlihat hanya bersifat perjuangan diplomatik yang tidak begitu dirasakan warga awam bangsa Palestina. Itu pun sering dilakukan dengan keragu-raguan, seperti saat Arafat menolak penandatanganan sebuah naskah perdamaian di hadapan mendiang Yitzhak Rabin (saat itu Perdana Menteri Israel) dan Presiden Hosni Mubarak dari Mesir.

    Keengganan Arafat itu membuat Presiden Mesir Mubarak marah dan membuatnya membubuhkan tanda tangan. Tetapi karena ia “terpaksa” membubuhkan tanda tangan, maka ia tidak melaksanakan isi kesepakatan yang ditandatanganinya. Cara kerja dan sikap main-main dalam mengambil keputusan seperti itu, akhirnya membuat para pemimpin muda Palestina yang tidak termasuk dalam “kelompok Tunisia” itu tidak begitu percaya kepada kepemimpinan Arafat. Inilah yang sebenarnya membuat para pemimpin muda Palestina mengambil sikap teroristik, seperti dalam kasus Brigade Al Aqsa dan Intifadah.

    Karena itu, kunci untuk menghilangkan tindakan-tindakan teoristik, seperti serangan bom bunuh diri (suicidal bombing), terletak pada pergantian kepemimpinan kelompok lebih muda yang lahir dan dibesarkan di tanah Palestina (kawasan Gaza, tepian barat Sungai Jordan).

    DARI uraian itu tampak situasi di Palestina amat kompleks, selain bangsa Palestina mengalami pertentangan strategi perjuangan di antara para pemimpinnya, juga ada perpecahan berkepanjangan di kalangan bangsa Israel. Hal ini terlihat dalam perbedaan sikap yang diambil para pemimpin Israel. Misalnya, Perdana Menteri Ariel Sharon dari Partai Likud yang memerintah, menjalankan langkah-langkah yang oleh sebagian besar dunia dianggap penuh kekerasan. Sebaliknya, strategi yang diambil Partai Buruh pimpinan Simon Perez mendasarkan diri pada upaya mencari perdamaian dengan bangsa Palestina. Situasi yang sudah kompleks itu bertambah rumit oleh perbedaan sikap Amerika Serikat dari kebijakan Uni Eropa di satu sisi, dan para pemimpin bangsa Arab di sisi lain.

    Sementara itu, orang-orang awam Paletina mengalami diskriminasi lebih besar. Mereka yang memiliki kebolehan atau kelebihan profesional dielu-elukan oleh bangsa-bangsa Arab maupun masyarakat Israel. Jika kita ada di kawasan negara Israel, kita akan lihat betapa besar kebutuhan mereka akan kecakapan profesional itu. Tetapi mereka yang tidak memiliki kecakapan atau keahlian profesional akan berada dalam kamp pengungsian yang terletak di kawasan Gaza maupun Tepi Barat Sungai Jordan.

    Sebagai bangsa yang terbilang paling pandai dan berkecakapan profesional di kalangan bangsa-bangsa Arab, tentu saja kalangan pejuang bangsa Palestina sendiri (terutama kaum muda), timbul pertanyaan: sudahkah strategi dasar perjuangan bangsa Palestina untuk mendirikan negara yang berdaulat secara politis dan maju secara ekonomis, tercapai?

    Hal-hal seperti itulah yang merupakan kebutuhan utama untuk dijawab para pemimpin bangsa Palestina. Nah, jika Abu Mazen atau Abu Ala yang memenangi pemilihan presiden sebagai pengganti Arafat, maka situasi muram yang dihadapi bangsa Palestina tidak banyak berubah. Tetapi, jika orang- orang muda menggantikan Arafat dalam pemilihan nanti, maka akan terjadi perubahan amat besar, penuh berbagai kemungkinan yang diharapkan oleh bangsa itu. Ini adalah proses lumrah tentang pelestarian atau perubahan yang dilakukan atas strategi dasar bagi kemerdekaan bangsa Palestina. Proses yang biasa terjadi dalam sejarah umat manusia.

    Jakarta, 3 Desember 2004

  7. #7 by Sofian on July 27, 2008 - 3:25 am

    Pertanyaan saya:

    Adakah yg lebih paham dari Gus Dur tentang persolalan yg dihadapi bangsa Palestina?

  8. #8 by agungk on August 18, 2008 - 3:07 pm

    @Sofyan:

    “Fakta-fakta” yang oleh Gus Dur seolah-olah hanya diketahui dia sebenarnya tidak ada yang memperdebatkannya. Semua (yang cukup memperhatikan) mengetahui kalau PLO itu gerakan nasionalis dan Yasser Arafat itu berjuang dengan basis nasinalis.
    Pun mengenai kearaban orang Palestina, mungkin benar, mungkin salah. Apa sih yang mendefiniskan ke-araban dewasa ini? Suku, genetika? Saya kira sudah bukan, melainkan bahasa saja. ‘Arab’ sudah melebar mulai dari Afrika Utara sampai Asia Barat.
    Apa lagi tentang orang Palestina bukan bangsa Islam? Dari data sekarang, sekurang-kurangnya 80%-90% orang Palestina adalah muslim. Apa itu masih tidak desebut bangsa Islam?
    Lalu apa pula maksudnya bahwa seseorang pempimpin itu mesti dipenjara dulu baru sah karena telah siap mental? Omong kosong saja itu.
    Jadi kesimpulannya, Gus Dur gak cerdas amat. Malah tulisannya mutar-mutar tidak jelas alurnya.

  9. #9 by -peace- on January 6, 2009 - 9:59 am

    Kalo menurut saya ini bukan tentang kaum muslim. Ini tentang kaum manusia. Kita semua itu sama di hadapan TYME.

  10. #10 by Dunia Maya on January 6, 2009 - 10:40 am

    Banyak orang berpura-pura muslim dan mengajak untuk seolah-olah mencapai standar Islam lewat internet, tetapi kita tahu banyak tangan intelijen bermain di dunia maya yg justru untuk menghancurkan kaum muslim. Berpikirlah yang cerdas wahai kaum muslim. Waspadalah terhadap musang berbulu domba!

  11. #11 by OCEARIEE on January 6, 2009 - 3:01 pm

    GUSDUR TERUS PERJUANGKAN KEADILAN…. SAYA MUSLIM.. IKUT MENDUKUNG GUSDUR. BIARKAN MEREKA BICARA DAN MENGHUJAT ANDA KARENA MUNGKIN TIDAK PAHAM BENAR.

  12. #12 by Salam_Laut on January 7, 2009 - 1:51 pm

    Yang Pro Gus Dur yang Anti Gus Dur, jika anda2 adalah orang muslim, berhati-hatilah dengan tangan-tangan intelelijen yg berpura-pura membela Islam. Bisa saja Tangan Sang Intel dari Laut memecah belah anda. Teruslah bekerja dan didiklah anak2 anda biar pintar2, tidak termakan oleh lautan disinformasi. Kita sama2 berdoa insyaAllah kita bisa berhasil. Amin

  13. #13 by netralman on January 8, 2009 - 4:45 am

    sebelum bro semua ngasi komen, alangkah baekny jika bro2 semua melihat sejarah israel dan palestina di wikipedia. mana yg terlebih dahulu berdiri? dan mengapa israel disebut2 sebagai bangsa terpilih??? lalu mengapa juga mereka melakukan agresi militer ke palestina? jgn hanya menerima informasi secara sepihak.

    saya s4 googling kemana2, dan sy mencari tahu mengapa bnyk korban sipil yg berjatuhan di pihak palestina?? stlh sy baca2 bnyk situs ternyata pejuang2 palestina memakai anak2 dan wanita sebagai tameng?? bnr2 kasian mreka…
    klo msh ragu mending bro cari tau aj sndiri mengapa smpe terjadi sperti ini.

    biasaknlah selalu mencari tau penyebabnya sebelum kita memutuskan. jgn hanya karena berkeyakinan sama lalu kita mendukung penuh segala perbuatan mereka, dan masalah keyakinan adalah mslh individu seseorang kepada sang pencipta dan tidak dpt dipaksakan (kan ud ad di UUD 45) dan bangsa kita sudah mengakuinya sejak kita merdeka.

    jd jgn campur adukkan antara agama dengan kepentingan politik segelintir orang.

    ***peace 4 indonesia***

  14. #14 by ANTI GUSDUR on January 11, 2009 - 4:34 am

    GUSDUR BUDAK YAHUDI,ORANG TOLOL

    YANG NGEBELA DIA LEBIH TOLOL LAGI…

    FUCK GUSDUR!!!! SEMOGA ALLAH AZZA WA JALLA MELAKNAT ELU

  15. #15 by Salam_laut on January 11, 2009 - 7:20 am

    Sekali lagi, berhati-hatilah nyebur ke dunia maya. Banyak propaganda Israel yg berpura-pura menyodorkan diskusi intelektual. Ujung2nya mereka berusaha menghancurkan orang Islam di Indonesia. Berdasarkan pengalaman sy, salah satu propaganda yg misinya menghancurkan orang Islam adalah Radio Belanda. Bukannya tak mungkin di media lain yg 90 % lebih isinya adalah soal intelek, perdamaian, tp selebihnya adalah senjata mereka. Mereka dgn sengaja mencampur yg HAK dan yg BATHIL.
    Bekerjalah anak2 muslim!!!

  16. #16 by muhammad ALI ALAYDRUS on January 13, 2009 - 5:17 am

    GUS DUR = DAJJAL GILA BER MATA SATU

  17. #17 by kolomcetak on January 14, 2009 - 1:40 pm

    ya maklum gusdur kan memandangnya sebelah mata jadi penglihatannya tidak sempurna .sama dengan omongannya. biarkan dia ngomong .mumpung masih bisa ngomong ‘

  18. #18 by Purple on January 15, 2009 - 5:34 am

    Aduh.. Aduh.. Biarin aj Gusdur mo ngdukung sapa juga, toh dulu juga orang2 mah pada kontra ma goyangan inul eh dia mah malah pro! Jadi wajar2 aj klo skrang dia pro ke israel! Jangan hujat gusdur trs dounk! Ksian kan udh tua, biarin aj mo ngpa2in jg, mungkin dia pengen menikmati sisa hidupnya! Dia gitu krna di negara nya sendiri udh pda ga dianggap..
    Aku udh baca soal sejarah trjadi nya konflik antar israel-palestine dan qta sharusnya ga perlu mempermasalahkan siapa yang pertama tinggal ditanah itu, tpi yang perlu kita permasalahkan adalah siapa yang paling biadab diantara mereka saat ini..

  19. #19 by faisal on January 17, 2009 - 2:28 am

    Mungkinkah Gus Dur si “Dajjal bermata satu???

  20. #20 by Guntur on January 22, 2009 - 9:57 pm

    Untunglah Gus Dur itu “Dajjal Bermata satu”, jika bermata dua anda semua pasti diajak main mata…ya nggak…
    Gus Dur emang oks banget,,,,biar merem,,pikirannya seterang yang melek,,,harusnya yang melek lebih teliti donk melihat sejarah dunia,,,
    Ayo Gus Dur,,,maju terus,,,!!! vote for you,,!

  21. #21 by KopiSalamLaut on January 23, 2009 - 6:24 am

    Sekali lagi, berhati-hatilah nyebur ke dunia maya. Banyak propaganda Israel yg berpura-pura menyodorkan diskusi intelektual. Ujung2nya mereka berusaha menghancurkan orang Islam di Indonesia. Berdasarkan pengalaman sy, salah satu propaganda yg misinya menghancurkan orang Islam adalah Radio Belanda. Bukannya tak mungkin di media lain yg 90 % lebih isinya adalah soal intelek, perdamaian, tp selebihnya adalah senjata mereka. Mereka dgn sengaja mencampur yg HAK dan yg BATHIL.
    Bekerjalah anak2 muslim!!!

  22. #22 by c0ntolE_yezZUuz on February 11, 2009 - 5:24 am

    gwe sehh seh dah ga heran ama si pendekar mata satu ini ……
    orang dah mata satu pengen terkenal yahhh ada ajah tingkah laku wat di publikasikan kwekwkewkekwe
    sukur2 orangnya baca biar nti struk truZZZ ga usah mecah belah kita sebagai orang islam F**k U pemecah belah muslim

  23. #23 by panji on February 11, 2009 - 5:46 am

    walalalahhh2 dasar pendekar mata satu ….!!!!!!!!!!
    klo dlu film sibuta dari gua hantu masih punya temen kera yang setia menemani di pundaknya… nah sekarang ada lagi pendekar mata satu muncul tanpa teman yahhh wajar aja pengen punya temen kera bikin sensasi yang ngg’2 kwkewkekwekwe

    berkuranglah pemecah belah kita hai muslim

  24. #24 by ufrtvcr on May 10, 2009 - 7:06 am

    jl.tipar cakung

  25. #25 by drazs on January 5, 2010 - 12:20 pm

    alhamdulilah dah mati tuh orangnya……met menikmati aja adzab kuburnya bersahabat sama yahudi
    dur dur

  26. #26 by M.Askari on September 20, 2010 - 1:28 am

    Walaupun tulisan ini sudah lama namun saya baru baca. Saya tidak selalu sependapat dengan Gusdur. Namun dalam hal ini barangkali perlu kita bersikap bijak. Bersahabat dengan Israel belum tentu mendukung kejahatannya. Dalam tatanan hidup di dunia Internasional ini kita perlu bersikap lebih cerdas. Melawan Israel selama ini apa ada hasilnya ?. Kalau hanya mendukung bangsa Palestina karena sama-sama muslim sangat keliru, karena sekitar 40 % penduduknya beragama kristen dan lain-lain. Dukunglah perjuangan bangsa Palestina karena kemanusian. untuk itu sangat perlu cara-cara yang cerdas karena bangsa Israel bangsa yang cerdas. Perlu mencontoh perjuangan Anwar Sadat dan Yasser Arafat. Mudah-mudahan umatku menjadi umat yang lebih cerdas. Amin.

  27. #27 by miftah on January 25, 2011 - 12:58 am

    utekem jek cetek
    pemikiranmu masih dangkal

  28. #28 by paijo on January 2, 2013 - 4:41 am

    semoga beliau di ampuni segala dosanya..
    Amiin..

  29. #29 by paijo on January 2, 2013 - 4:46 am

    bagi para penghujat apakah kita sudah merasa lebih baik/sudah mendapat Jaminan TIket Buat Masuk SURGA.!!!!!!!!!!

  30. #30 by Rizal on June 14, 2013 - 11:40 pm

    ya wajar kalo dihujat, masa iya perilaku calon penduduk neraka harus dihargai sperti perilaku penduduk surga

  1. Persoalan Zionist : Joseph Biden, Gus Dur dan Anwar « MINDA AIDC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: