MUI: Adili Pimpinan Ahmadiyah!


ERamuslim–Meski Ahmadiyah telah ditetapkan sebagai ajaran sesat dan harus dihentikan kegiatan di Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mentolerir tindakan anarkis, kekerasan dan aksi pengerusakan terhadap para pengikutnya.

“Sejak awal MUI, sudah meyakini bahwa dia tidak pernah berubah, tapi jangan dijadikan Fatwa MUI tentang Ahmadiyah dijadikan kambing hitam sebagai pemicu lahirnya kekerasan itu, ” kata Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin dalam jumpa pers di Sekretariat MUI, Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu(16/4).

Dalam pernyataan sikapnya, MUI juga menyerukan agar para pemimpin ajaran Ahmadiyah segera diadili, terkait keputusan Bakor Pakem Kejagung yang menyatakan ajaran Ahmadiyah menyimpang. Sedangkan untuk para pengikutnya yang tertobat, lanjut Ma’ruf agar dibina dan diarahkan serta diberi kesempatan untuk mengelola aset-aset Ahmadiyah.

“MUI dari pusat sampai ke daerah bersama dengan ormas-ormas Islam siap untuk membina mereka supaya mereka kembali ke jalan yang benar. Dan mereka yang tidak mau bertobat, kita serahkan kepada pemerintah untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, kalau diadili ya adili saja, ” tandasnya.

Mengenai keberadaan kelompok pendukung Ahmadiyah yang mengatasnamakan Hak Asasi Manusia, Ma’ruf menegaskan, pembubaran Ahmadiyah tidak melanggar HAM, sesuai denga HAM konstitusi, sebab negara Indonesia menganut HAM yang sesuai dengan konstitusi memiliki batasan berbagai aspek-aspek lain, seperti agama dan norma-norma.

“Yang mendukung Ahmadiyah itu kan HAM sekuler, HAM sekuler itu HAM yang tanpa batas, HAM kita itu HAM konstitusi. Kalau dinegara sekuler mungkin boleh ya, tapi Indonesia bukan negera sekuler, ” ungkapnya.

Ia menyatakan, aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia tidak memperbolehkan adanya penodaan terhadap agama. Namun, negara-negara Islam sudah melarang keberadaan Ahmadiyah. (novel)

Advertisements
  1. #1 by Mahasiswa Untuk bangsa on April 17, 2008 - 10:16 am

    mantab MUI ,,, maju terus
    salam kenal

  2. #2 by Ahmad on April 18, 2008 - 12:40 am

    Kayaknya bangsa ini sudah menjadi hakim, masak orang berbeda keyakinan sudah diadili, biarkan saja jika akhir zaman Tuhan yang mengadili mereka. Untuk apa kita meyakini pengadilan akhir jika kita pun saat ini menjadi hakim yang tidak adil. Sayang bangsa ini tidak pernah hidup bersahabat dengan kelompok kecil yang berbeda, padahal bangsa ini memiliki slogan Bhinneka Tunggal Ika

  3. #3 by Mohammad on April 21, 2008 - 2:41 pm

    Ahmad, Tengok diri sendiri saja. Tak usah buruk sangka apalagi fitnah kepada orang apalagi suatu bangsa. Kalau Anda yakin dengan keyakinan anda tak usah takut apalagi mati karena keyakinanmu. Tapi kalau takut dihakimi ya.. Tak usahlah yang macam macam simpan saja keyakinanmu atau membuka mata dengan hati nurani

  4. #4 by Umat Muhammad on April 21, 2008 - 7:48 pm

    Virus (walopun minoritas) kalo tidak diberantas akn menyebar dan membuat kerusakan thd komponen yg lain. Kita akan membiarkan virus tsb jika dia hanya berdiam diri dan tdk menginfeksi yg lain, tp jika karna virus tsb sifatnya menyebar dan menginfeksi yg lain mk virus tsb hrs dibrantas.

  5. #5 by oRiDo on April 22, 2008 - 4:27 am

    semoga kita semua selalu dalam bimbingan Allah swt..
    selalu berada dalam jalan NYA yang di ridhai..

  6. #6 by mahmara on April 24, 2008 - 9:57 am

    Hanya Tuhan lah yang Maha Benar.
    Semoga Engkau memberikan petunjuk terbaik bagi umatMu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: