RI Bisa Raih USD10 Miliar dari Timur Tengah


Indonesia dinilai berpeluang meraup aliran dana dari Negara-negara di Timur Tengah tidak kurang dari USD 10 miliar atau sekitar sekitar Rp90 triliun

ImageHidayatullah.com–Peluang ini terbuka setelah penyelenggaraan The World Economic Islamic Forum (WEIF) V bisa berlangsung di Indonesia pada 2009 mendatang.

”Setiap tahun, aliran keluar dana Timur Tengah mencapai USD200 miliar.Selama ini negara-negara yang dapat kucuran baru Malaysia dan Singapura, kita belum,” ujar anggota Dewan Panel WEIF Tanri Abeng dikutip SINDO.

Menurut Tanri,potensi masuknya dana tidak kurang dari USD10 miliar (sekitar Rp90 triliun) makin terbuka setelah disahkannya Undang-Undang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) oleh DPR.Hal ini memperkuat faktor internal dalam menarik minat investasi, termasuk dari negaranegara Timur Tengah. Menurut Tanri, tahun ini penyelenggaraan WEIF dilaksanakan di Kuwait, 29 April–1 Mei.

”Penunjukan Indonesia sebetulnya sudah didapat setelah meraih persetujuan terbanyak anggota WEIF dibandingkan Afrika Selatan dan Bangladesh pada bulan puasa lalu. Dari dalam negeri, Bapak Presiden juga sangat mendukung hal itu,” tutur dia. Menurut Tanri, untuk memaksimalkan pelaksanaan WEIF 2009, pihaknya akan berangkat bersama tim dari Indonesia mengikuti acara di Kuwait.Tim Indonesia terdiri atas Meneg BUMN Sofyan Djalil, Wakil Ketua DPD Irman Gusman, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab, serta 30 pengusaha.

”Kehadiran kita untuk memberikan sinyal bahwa kita siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan WEIF tahun depan,”papar dia. Menurut Tanri, penyelenggaraan WEIF di Indonesia akan sangat berpengaruh signifikan bagi penarikan aliran modal negara-negara kaya, baik dari Timur Tengah maupun wilayah lain.WEIF, menurutnya, memiliki keanggotaan 56 negara muslim dengan mayoritas keanggotaan dari negara-negara Muslim kaya.

”Ini peluang bagi kita membangun jaringan bisnis di antara sesama negara muslim. Tetapi sebagai catatan, ini juga peluang bagi kita untuk membangun jaringan ekonomi serupa dengan negara-negara Barat,AS,dan Eropa sekalipun,” kata dia.

Dihubungi terpisah, ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Mudradjad Kuncoro mengatakan,Indonesia harus bekerja keras untuk bisa menangkap aliran modal dari negara-negara kaya di Timur Tengah.

Selain menyediakan infrastruktur yang memadai, Indonesia juga dituntut mampu menciptakan iklim investasi yang menarik.

”Butuh keseriusan untuk bisa menangkap itu, baik dari segi persiapan, kelembagaan maupun kemampuan kita menggarap pasar di dalam negeri sendiri,”ujar dia kemarin. Menurut Mudradjad, aliran dana Timur Tengah tidak akan otomatis mengalir ke Indonesia dengan hanya mengatasnamakan kesamaan agama.

Menurutnya, diperlukan kesigapan dari berbagai sektor ekonomi di dalam negeri. ”Perbankan misalnya, meski pertumbuhannya fantastis, dia harus mampu meningkatkan pangsa pasarnya secara lebih luas,” katanya.

Mudradjad membenarkan, kemampuan Indonesia dalam menarik aliran modal negara-negara Timur Tengah masih sangat minim. Menurut dia, Indonesia kalah jauh dibandingkan dua negara tetangga, Malaysia dan Singapura yang telah berhasil menarik miliaran dolar danadana tersebut. [snd/www.hidayatullah.com]

Share this article

Advertisements
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: