Hukum Leasing


Hukum Seputar Leasing

oleh : MR Kurnia

Sekilas Pengertian Leasing
Dalam realitasnya, leasing merupakan suatu akad untuk menyewa sesuatu barang dalam kurun waktu tertentu. Leasing ini ada dua katagori global, yaitu operating lease dan financial lease. Operating lease merupakan suatu proses menyewa suatu barang untuk mendapatkan hanya manfaat barang yang disewanya, sedangkan barangnya itu sendiri tetap merupakan milik bagi pihak pemberi sewa. Sewa jenis pertama ini berpadanan dengan konsep ijarah di dalam syariah Islam yang secara hukum Islam diperbolehkan dan tidak ada masalah.

Adapun financial lease merupakan suatu bentuk sewa dimana kepemilikan barang tersebut berpindah dari pihak pemberi sewa kepada penyewa. Bila dalam masa akhir sewa pihak penyewa tidak dapat melunasi sewanya, barang tersebut tetap merupakan milik pemberi sewa (perusahaan leasing). Akadnya dianggap sebagai akad sewa. Sedangkan bila pada masa akhir sewa pihak penyewa dapat melunasi cicilannya maka barang tersebut menjadi milik penyewa. Biasanya pengalihan pemilikan ini dengan alasan hadiah pada akhir penyewaan, pemberian cuma-cuma, atau janji dan alasan lainnya. Intinya, dalam financial lease terdapat dua proses akad sekaligus : sewa sekaligus beli. Dan inilah sebabnya mengapa leasing bentuk ini disebut sebagai sewa-beli. Leasing dalam tulisan ini dikhususkan pada pembahasan financial leasing atau sewa-beli ini.

Beberapa Persoalan dalam Sewa-Beli
Merujuk pada kenyataan di atas, nampak bahwa dalam sewa-beli terdapat dua bentuk muamalah yang berbeda dalam satu proses yang bersamaan. Sewa sekaligus beli. Sampai di sini terdapat minimal dua persoalan yang memerlukan kajian, yaitu perbedaan sewa dan beli, serta kedudukan dua akad sekaligus dalam suatu proses muamalah.

Pertama, perbedaan sewa dan beli. Dalam hukum muamalah Islam sangat berbeda antara sewa dengan beli. Sewa (ijarah) merupakan suatu akad untuk mendapatkan suatu manfaat dari barang, jasa, ataupun orang dengan adanya kompensasi tertentu, biasanya berupa uang (‘aqdun ‘alal manfaat bi ‘iwadh). Jadi, pihak penyewa mendapatkan hanya manfaat yang dikandung oleh barang yang disewanya. Adapun barangnya itu sendiri tetap merupakan hak milik pihak pemberi sewa.

Hal ini berbeda sekali dengan jual beli. Secara syar’iy, jual-beli (al bai’) merupakan mubadalatu malin bi malin tamlikan wa tamallukan ‘ala sabilit taradhi, yaitu pertukaran antara suatu barang dengan barang lain (termasuk uang) untuk pertukaran kepemilikan di atas dasar saling meridloi satu sama lain. Berdasarkan hal ini, barang dari pihak penjual akan menjadi milik dari pihak pembeli. Sebaliknya, uang atau barang (bila barter) dari pihak pembeli akan langsung menjadi milik pihak penjual. Proses jual-beli ini, tentu saja, dapat kontan dan bisa pula dilakukan dengan cicilan (kredit). Jelaslah, perbedaan mendasar antara sewa dengan beli terletak pada siapa yang berhak memiliki barang pada akhir masa transaksi. Dengan demikian, akad yang terjadi antara sewa sangat berbeda dengan akad pada jual-beli. Akad sewa berkonsekuensi pada tetap dimilikinya barang oleh pihak pemilik barang, sedangkan pihak penyewa hanya boleh memanfaatkan barang tersebut selama masa penyewaan. Sedangkan akad jual-beli berujung pada pertukaran kepemilikan dari penjual ke pembeli dan dari pembeli ke penjual.

Kedua, Rasulullah SAW melarang dua akad berbeda terjadi dalam satu aktivitas muamalah. “Rasulullah SAW melarang (kaum muslimin) dua akad dalam suatu proses akad tertentu, “ demikian diriwayatkan oleh Imam Ahmad tentang larangan Rasulullah SAW. Hadits ini maksudnya adalah tidak boleh seseorang melakukan dua akad berbeda dalam suatu proses muamalah tertentu. Tidak boleh, misalnya, seseorang menyatakan ‘Saya menjual rumah saya ini kepada Anda dengan syarat Anda menjual rumah Anda yang di Puncak pada saya’, ‘Saya menjual perusahaan ini pada Anda dengan catatan Anda menikahkan putri Anda kepada saya’, atau ‘Saya menjual barang ini dengan harga 10 juta rupiah pada Anda dengan cicilan selama 2 tahun, tetapi bila di tengah jalan Anda tidak dapat melunasinya maka barang tersebut tetap menjadi milik saya dan uang yang telah Anda berikan dianggap sebagai sewa barang selama Anda menggunakannya.’ Di dalam muamalah tadi terdapat dua akad sekaligus, menjual rumahnya sekaligus membeli rumah pembeli rumahnya dalam satu akad, menjual perusahaan sekaligus menikahi putri pembeli perusahaannya dengan hanya satu akad, dan jual-beli sekaligus sewa dalam satu akad tertentu. Semua ini bertentangan dengan sikap Rasulullah SAW tadi.

Berdasarkan hal ini nampaklah bahwa dalam muamalah financial leasing (yang secara umum dikenal dengan istilah ‘leasing’ saja) terdapat dua akad sekaligus dalam satu proses muamalah tertentu. Dan hal ini tidak sesuai dengan titah Rasulullah SAW. Padahal, dalam syariat Islam, bila akad yang terjadi sewa maka tetap berlaku sewa sampai batas akhir waktu penyewaan. Demikian pula, suatu akad jual-beli tetap sebagai jual beli. Andaikan jual-beli itu dilakukan dengan mencicil dan pihak pembeli belum dapat melunasi seluruh utang pembeliannya pada waktu yang telah disepakati, akad tersebut tetap jual-beli dan tidak dapat dialihkan menjadi akad apapun, termasuk diubah menjadi akad sewa.

Selain itu, bila dilihat dari realitasnya, muamalah jenis ini nampak mengunggulkan pemberi sewa (perusahaan leasing) dibandingkan dengan penyewa. Terlebih-lebih bila pihak pembeli merasa mencicil barang dengan harga ‘pembelian’. Di tegah jalan, karena sesuatu hal, ia tidak mampu melunasinya. Akhirnya, barang yang diangankan untuk dimilikinya pada akhir cicilan nanti harus dikembalikan, dan ia hanya menyewa saja. Padahal, tentu saja, harga sewa logisnya lebih kecil dibandingkan dengan harga beli dengan cicilan.

Satu hal lagi, persoalan leasing menjadi bertambah bila dalam cicilannya itu melibatkan riba (bunga). Sebab, Allah SWT memfirmankan : “Dan Allah telah menghalalkan jual beli serta mengharamkan seluruh riba” (QS. Al Baqarah [2] : 275).

Alternatif
Allah SWT telah menurunkan aturan yang memenuhi rasa keadilan manusia. Kaitannya dengan jual-beli dengan kredit, syariat Islam telah menggariskan apa yang disebut dengan Bai’ Bitsaman Ajil (BBA). Bai’ Bitsaman Ajil merupakan suatu proses perjanjian jual untuk barang tertentu antara pemilik dan pembeli, dimana pemilik barang akan menyerahkan barang seketika, sedangkan pembayaran dilakukan dengan cicilan dalam jangka waktu yang disepakati bersama. Secara ringkas, penjual dan pembeli menyepakati total harga barang tersebut, lama waktu pembayarannya, dan pembayaran tiap bulannya tanpa disertai bunga. Sejak terjadi transaksi, barang tersebut resmi menjadi milik pembeli, hanya saja ia menanggung hutang seharga barang tersebut kepada pihak penjual. Untuk berjaga-jaga, dapat ditentukan adanya barang jaminan, termasuk barang yang diperjualbelikan tersebut. Bila pihak pembeli tidak dapat memenuhi kewajiban hutangnya dalam waktu yang disepakati tidak dilakukan penentuan harga ulang (repricing) ataupun pemberian sanksi. Salah satu jalan yang ditempuh adalah barang tadi (bila sebagai jaminan) dijual. Hasilnya, sebagian digunakan untuk melunasi sisa hutangnya dan, bila ada, sisanya diberikan kepada pihak pembeli.

BBA sebenarnya merupakan salah satu bentuk jual-beli dengan cicilan/kredit (Al Bai’ bid Dain wa bit Tqsith). Jual beli dengan hutang ini dibenarkan secara syar’iy. Beberapa aturan Allah SWT menegaskan hal ini, diantaranya :

1. Firman Allah SWT : “Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al Baqarah [2] : 275). Dalam ayat ini kata Al Bai’ bersifat umum. Artinya semua jual beli hukum asalnya halal kecuali ada nash-nash yang menjelaskan keharamannya.

2. Imam Bukhari, Muslim, dan Nasai meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah membeli bahan makanan dari seorang Yahudi dengan hutang dan beliau memberikan baju besinya sebagai jaminan.

Jadi, ringkasnya, muamalah ada beberapa hal dalam leasing yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. Oleh karena itu, perlu ada muamalah alternatif yang manfaat dan kegunaannya sama, serta legal menurut syari’at Islam. Alternatif dimaksud adalah al bai’ bid dain (jual-beli dengan hutang) yang salah satu turunannya adalah bai’ bitsaman ajil.

  1. #1 by bhell on October 2, 2007 - 3:45 am

    MAKASIH YACH…!!! AKHIRNYA ADA JUGA YANG UPLOAD PENGERTIAN LEASING!!! fiuhh, repotNy kalo pacar punya tugas, hehehe, cowoNy jadi ketumpuan.. Met puasa,,

  2. #2 by Muhammad gufron Hidayat elmuhajir on November 28, 2007 - 10:00 am

    alhamdu lillah ternyata ada juga makalah yang dicari-cari semoga bermanfaat bagi kita semua amin……

  3. #3 by wulan on December 29, 2007 - 11:15 am

    makasih ya… udah bantu tugas gw

  4. #4 by Adang on July 7, 2008 - 3:48 pm

    thx boss infonya semoga bermanfaat

  5. #5 by Adi Kurniawan on August 3, 2008 - 3:04 pm

    Trims yah buat artikelnya yang bagus banget.
    Jadi pengetahuan yang berharga neh ttg leasing secari syariat islam.

  6. #6 by lolye on October 9, 2008 - 4:08 am

    aw2.
    salam kenal dari_q yang paling imut….
    dengan adanya penyediaan data2 disini,saya jadi bisa ngerjakan tugas..
    thank’s for all….

  7. #7 by anti on October 30, 2008 - 5:55 am

    good..

  8. #8 by Dika on November 16, 2008 - 1:17 am

    mkasih bgt yah bwt info ya…
    akhrya gw tau ttg leasing

  9. #9 by ar"z on December 1, 2008 - 3:38 am

    thnx brt buat infone, so ak bs dapat bahn tgs….

  10. #10 by tommy on March 18, 2009 - 8:08 am

    thankx yach
    atas info nya?? karna saya lagi bermasalah ama leasing
    walau saya non muslim tp infonya tetep keren
    semoga kedepan masih bnyk temen2
    yg up load tentang info2 menarik thanks yach

  11. #11 by indri on April 7, 2009 - 5:17 am

    salam kenal.bisa minya bantuan cari jirnal leasing yang bagus dimana ya? mksih..

  12. #12 by 3r!k4 !mo3t on May 6, 2009 - 3:29 pm

    tolongggggg………………………………………….
    tau gak sedih banget nch gara-gara cowok tmn aq yang ngeselin aq jd nyari tugas tengah malam gini, cowok aq jg kasian dah ngantuk-ngantuk nemenin aq
    tapi syukur dpt juga yang di cari thank’s berat bt leasing nya yach……………..

  13. #13 by 3r!k4 !mo3t on May 6, 2009 - 3:31 pm

    tolongggggg………………………………………….
    tau gak sedih banget nch gara-gara cowok tmn aq yang ngeselin aq jd nyari tugas tengah malam gini, cowok aq jg kasian dah ngantuk-ngantuk nemenin aq
    tapi syukur dpt juga yang di cari thank’s berat bt leasing nya yach……………..

  14. #14 by irna. shabry on June 9, 2009 - 7:40 am

    Ass…

    Sebelumnya mohon maaf… jd klu menurut artikel diatas hukum leasing itu haram (karena ada terdapat unsur riba) or halal?? tolong dijawab dengan detil, terima kasih.

    Wass

    • #15 by Bambang Sujatmiko on July 12, 2011 - 2:38 am

      Mau yg halal ? bikin koperasi yg betul-betul koperasi, anggotanya bukan anggota jadi-jadian, yg mau jd anggota diseleksi kl gak potensial ngeplang duit pinjaman, ada rapat anggota, ada dewan pengurus, dewan penasehat, ada divisi bisnis yg profesional utk memutar uang (bs dirikan toko, atau ush lain), ada pembagian SHU (sisa hasil usaha) tiap thn tutup buku. Yg sring pinjam dia banyak terima SHU. Kelolalah koperasi scr profesional.

      Itulah jiwa koperasi Indonesia yg dicanangkan Moh. Hatta, lbh manusiawi, dan lbh agamis.

      Sdh bnyk koperasi yg melenceng, jgn ditambah lagi dgn dirikan koperasi melenceng, tp dirikan koperasi yg spt Moh. Hatta inginkan.

  15. #16 by masayok on June 11, 2009 - 9:01 am

    Haram dong

  16. #17 by SYAFEI on June 16, 2009 - 3:15 pm

    ALHAMDULILLAH, THANKS YAA DAH MEMBANTU SAYA…….SEMGA MNDAPAT BALASAN DARI ALLAH SWT, ATAS SEGALA KEBAIKANNYA……………….AMIN

  17. #18 by setiajie ep on November 13, 2009 - 7:42 am

    Leasing? dibenci tapi kadang justru dicari? yg halal2 aj deh boz (Syar’i)

    • #19 by Bambang Sujatmiko on July 12, 2011 - 2:19 am

      habis ntu dibobol…he..he..

  18. #20 by Indra on February 12, 2010 - 3:13 am

    Kami dari lpksm Al Hikam menginginkan adanya pengkajian masalah lising, untuk mensikapi kenyataan/ realita leasing di lapangan, oleh karena itu kami meminta untuk bertemu dengan bapak (MR Kurnia), Wassalam
    Indra (085223294943)

  19. #21 by rohan on August 22, 2010 - 12:38 pm

    leasing yang ada di indonesia seperti, fif, wom, adira dan mandala itu hukumnya gimna??????

    • #22 by Bambang Sujatmiko on July 12, 2011 - 2:18 am

      Leasing ntu slh atu kegiatan usaha dr badan hukum keuangan non bank. Jd FIF, WOM, ADIRA dkk bukan lbga leasing tp lembaga yg kegiatan usahanya di Pembiayaan Konsumen. Lht psl 2 jo psl 6 PP Menkeu no. 84/PMK.012/2006.

  20. #23 by acut on September 23, 2010 - 5:42 pm

    izin copas..

  21. #24 by Ucup on August 8, 2011 - 12:21 pm

    motor saya di over alih sama orang Al Hikam karena saya tidak mampu bayar angsuran, kenyataan nya bukan nolongin saya malah saya dikejar kejar orang Leasing karena motor sama sekali tidak diangsur oleh orang Al hikam, saya minta motor saya dibalikin eh motor nya ga ada.. kalo cara nya seperti bukan nolongin orang, tapi cuma nambah masalah orang yang lemah saja.

    • #25 by orang kecil on September 14, 2011 - 4:48 am

      Betul gan ada lagi sekrang lagi musim seperti itu selain Al Hikam ada lagi Al Jabar… hati 2x!!
      bukannya nolongin malah nyusahin..
      itu namamya penipuan !!

      • #26 by kuro kuro on February 6, 2013 - 12:53 pm

        Jika di tarik lising atau finace apakah anda semua bisa mendapatkan konfensasi atas hak kita di barang tersebut jngn sllalu memfonis sesuatu pekerjaan dengan tidak baik

  22. #27 by Zoddey Zocx Ngintief on April 14, 2012 - 1:55 am

    mkasih dgn ad’y sira pasundan saya bisa paham tntang nama’y lleasing……… jmpol buat sira pasundan saya salut……..!!!!!!!!!!!!!!!!!

  1. LEASING « Argamakmur’s Weblog
  2. Leasing « Argamakmur’s Weblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: