DPC PPP Kota Medan Desak Penangkapan Pimpinan Aliran Sattariyah


abu, 20 Desember 2006 19:03:00
DPC PPP Kota Medan Desak Penangkapan Pimpinan Aliran Sattariyah

Medan-RoL– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Medan melalui ketuanya Ir. Ahmad Parlindungan mendesak pihak berwenang segera menangkap Zubir Amir, pimpinan aliran sesat Sattariyah yang berlokasi di Lingkungan VIII Desa Kurnia, Kecamatan Medan Belawan.

“Kita mendesak pihak berwenang agar segera bertindak, membubarkan dan menangkap pemimpin aliran Sattariyah itu,” katanya di Medan, Rabu.

Menurut dia, aliran Sattariyah pimpinan Zubir tersebut banyak menafsirkan kitab suci Al Quran dengan sesuka hatinya dan sangat bertentangan dengan tafsir Al Quran yang sebenarnya sesuai tafsiran para mufassirin (ahli tafsir). “PPP Kota Medan mendesak aparat yang berwenang segera membubarkan aliran sesat itu dan menangkap Zubir Amir yang telah melecehkan ajaran agama Islam,” tegasnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Medan ini mengatakan, aparat yang berwenang harus cepat tanggap sebelum ada gerakan masyarakat yang cenderung main hakim sendiri. “Jangan sampai masyarakat bertindak di luar kewajaran, baru aparat sibuk menangkap pimpinan Sattariyah. Sebab ajarannya nyata-nyata telah menghina umat Islam,” ujarnya.

Lebih jauh Ahmad Parlindungan menjelaskan, ajaran Zubir itu bukan hanya menafsirkan ajaran Al Quran dengan sesuka hatinya, tapi juga mengajarkan kepada pengikutnya untuk tidak mempercayai ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW karena Nabi Muhammad SAW sudah wafat 400 tahun yang silam. “Ajaran Sattariyah itu tidak bisa ditolelir lagi. Kita minta aparat segera menangkap pimpinannya dalam waktu dua kali 24 jam,” tegasnya.

Ditambahkannya, masyarakat di sekitar lokasi ajaran sesat itu kini juga sudah sangat resah dan marah, bahkan konsentrasi massa di sekitar lokasi sudah sangat sering terjadi. “Jangan sampai masyarakat bertindak anarkis,” tambahnya. Menurut Parlindungan, MUI Sumatera Utara sudah pernah memanggil pimpinan Sattariyah dan menyatakan aliran itu sesat karena melecehkan agama Islam.

“Ketika dipanggil MUI itu Zubir menyatakan bersedia membubarkan alirannya. Namun nyatanya hingga kini aliran itu masih berjalan dengan pengikut lebih kurang 26 orang,” katanya. antara/mim

Advertisements
  1. #1 by huzaifah al ansori on December 9, 2007 - 4:53 pm

    assalamualaikum kang ubaid! sebaiknya sebelum anda menyebarkan fitnah tentang seseorang ada baiknya anda selidiki terlebih dahulu. sesuai dengan firman Allah ‘hai orang-orang yang beriman jika datang seorang fasik membawa berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak melimpahkan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan kamu itu”

  2. #2 by Muh Rofik Asngadi, SS on January 3, 2009 - 7:26 am

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Saya, Muh Rofik Asngadi, Salah satu pimpinan jamaah Thariqat Syattariyah Jogjakarta. Saya prihatin bila ada aliran Syattariyah seperti diajarkan yang terhormat Zubir Amir. Sungguh berbeda dengan yang selama ini kami pahami.

    Padahal Syattariyah yang sebenarnya adalah Thariqat yang beriman dan tunduk dengan apa yang telah diajarkan Allah lewat Rasulullah Muhammad SAW.

    Semoga kita semua dituntun dalam kesempurnaan ajaran Allah lewat Nabi Besar Muhammad SAW. Dan kejadian itu tidak membawa masyarakat menggeneralisir bahwa Syattariyah semua seperti apa yang diajarkan yang terhormat Zubir Amir.

    Salamun qaulammirrobirrohiim, Insyaallahu la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.

    Wassalamualaikum wr. wr.

  3. #3 by Muh Rofik Asngadi, SS on January 3, 2009 - 7:34 am

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Dengan keikhlasan hati karena Allah, saya berdoa, semoga Saudara Zubir Amir diluruskan jalannya oleh Allah SWT.

    Tiada yang terjadi di dunia ini tanpa kehendakNya. Selaku insan pengikut risalah nabi besar Muhammmad SAW, saya yakin, Allah akan meluruskan segala yang bathil. Inna nahnu nazalna dzikro, wa inna lahu lahafidhuun

    wassalamualikum Wr. Wb

  4. #4 by Insyafli on May 12, 2009 - 1:37 am

    Kalau membicarakan Thariqat Syathariyah harus dibedakan dengan pembicaraan tentang Zubir Amir. Kalau benar dia menafsikan al-Quran sesuka hatinya dan kalau benar dia menganjurkan untuk tidak mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, sekali kalau benar demikian, maka dia bukan penganut Thariqat Syathariyah, karena Thariqat Syathariyah adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Untuk itu Zubir Amir telah mengaku-ngaku penganut Syathariyah, karena di Indonesia Thariqat Syathariyah termasuk Thariqat Mu’tabarah dan tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah.

  5. #5 by hencip on August 13, 2010 - 4:37 am

    mohon penjelan nya ..apakah ajaran sattariyah megharam kan orang yg tidak mengkaji isi alquran untuk sholat ..seperti yg di katakan kawan saya yg menganut ajaran sattariyah..trims

  6. #6 by Angga on February 7, 2012 - 8:55 am

    TUESDAY, 26 FEBRUARY 2008 07:34
    Zubir Tetap Berkeras Ajarannya Benar
    Warta
    Banyaknya perbedaan pendapat tentang faham ajaran Zubir Amir telah mengakibatkan banyak ulama berbeda pendapat. *Peristiwa Main Hakim Sendiri Urusan Polisi

    Medan Labuhan, WASPADA Online

    Banyaknya perbedaan pendapat tentang faham ajaran Zubir Amir telah mengakibatkan banyak ulama berbeda pendapat.

    Beberapa hari lalu ulama dan masyarakat tergabung dalam Kesatuan Alim Ulama dan Masyarakat (Kalami) Medan mendesak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut untuk segera mengeluarkan fatwa yang tegas terhadap ajaran Zubir Amir.

    Belakangan desakan dari sejumlah ulama dan masyarakat Medan Utara itu mendapat respons dari Zubir Amir.

    Kepada Waspada, Sabtu (23/2), Zubir mengatakan kalau Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak layak menilai tentang kesesatan sebuah ajaran.

    “Sejak MUI dibentuk sekitar tahun 1970-an, lembaga ini hanya berhak mengeluarkan fatwa mengenai fiqih sehingga beberapa orang sering mengatakan MUI itu MUI Fiqih,” kata Zubir didampingi beberapa pengikutnya.

    Menurut Zubir, apa yang diajarkan kepada muridnya tidak sesat karena dia hanya menyampaikan apa yang tertulis dalam Al Quran.

    “Saya tidak pernah menerjemahkan Al Quran karena Al Quran telah diterjemahkan oleh ulama terdahulu. Saya hanya menyampaikan apa yang tertera dalam kitab suci itu,” ujarnya.

    Dilanjutkan, jika ada pihak yang menilai apa yang diajarkannya sesat itu merupakan hak orang menilainya. Namun dia sangat menyesalkan penilaian itu muncul sebelum ada penelitian dari orang yang menilai.

    “Dalam Al Quran disebutkan, jika kamu dapat sebuah kabar buruk dari orang fasih maka datangilah terlebih dahulu sumber kabar itu. Berdasarkan ayat itu seharusnya sebelum mereka mengeluarkan pernyataan, mereka mendatangi kami terlebih dahulu,” ujar Zubir.

    Selanjutnya Zubir dengan tegas membantah kalau dirinya dikatakan sesat dan dia juga sangat menyesalkan adanya anggapan sebagian masyarakat dan ulama yang telah menilai buruk terhadap ajarannya. “Saya ini hanya menyampaikan apa yang dikatakan dalam Al Quran. Tuhan kami Allah, Rasul kami Muhammad, jadi tidak ada yang beda. Kalau mereka menilai itu salah jadi yang benar yang mana,” kata Zubir balik bertanya.

    Diakui dirinya telah berulang kali menghadiri undangan dari MUI dan Muspika untuk membahas ajarannya. “Saya sering datang ketika diundang untuk membahas permasalahn ini, namun yang ngundang malah sering tak hadir,” katanya.

    Terakhir dia diundang dalam pertemuan di kantor Camat Medan Labuhan, dia datang pukul 09.00 sesuai undangan tapi yang mengundang malah tak datang meski telah ditunggu pukul 11.00.
    Zubir dengan tegas mengatakan, pihaknya siap untuk memperjuangkan apa yang dianggapnya benar namun pihaknya juga tetap membuka diri jika ada pihak yang ingin menyelesaikan.

    Urusan Polisi
    Peristiwa main hakim sendiri atau ‘eigenrichting’ pengikut Zubir maupun warga sudah jelas merupakan tindak pidana murni sehingga bukan menjadi urusan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
    “Polisi tidak perlu lagi menunggu fatwa MUI untuk melakukan proses hukum pidananya,” demikian ungkap praktisi hukum, Advokat H. Maswandi, SH, M.Hum, Senin (25/2) di Medan.

    Dia mengemukakan itu ketika diminta tanggapan secara hukum sekaitan dengan kasus Zubir dan warga yang menimbulkan bentrokan sehingga kedua belah pihak ada yang mengalami luka-luka.

    Maswandi yang mengakui terus mengikuti dan mengamati kasus tersebut melalui pemberitaan di media massa, menyebutkan, sampai sekarang MUI Pusat selaku pihak yang berwenang belum ada mengeluarkan fatwa apakah Zubir dan pengikutnya merupakan aliran sesat atau tidak.

    Sedangkan dampak dari dilepasnya oleh polisi, baik dari pihak Zubir maupun warga dalam konteks main hakim sendiri, lanjut Maswandi, bukan tidak mungkin akan terjadi lebih leluasanya tindak pidana yang bisa saja merenggut nyawa manusia. (cre/m34) (ags)

  7. #7 by pistol on March 8, 2014 - 1:15 pm

    Assalamualaikum, sebaiknya pimpinannya dan beserta anggotanya segera di tangkap dan dihukum sesuai dengan hukum islam, karena di gang amal garu dua b Medan ada beberapa warga yang sudah mulai tersesat dan menyesatkan serta bertindak sadis dan kejam. waalaikumsalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: