Nasihat
Archives
Recent Posts
- Anak-cucu Dibebani Utang Negara, UU Keuangan Negara Digugat
- Disidang Warga, Tiga Oknum Janji Tak Lakukan Pemurtadan Lagi
- Ketika FPI Menjadi Martir & Sasaran Kebencian Kaum Fasik Liberal
- Teguh: Korban Salah Tangkap, Sempat Dipukuli Densus Saat Interogasi
- Pengadilan Tinggi Pakistan Meminta Jubir HT Tidak Diserahkan ke Badan Intelijen Asing
- Siapa Yang Mendanai Pemilu Amerika?
- Kaum Homo/Lesbi dan Pembelanya InsyaAllah Pasti Hancur
- Harry Moekti:Goyang Erotis Trio Macan Tak Kalah Ekstrim dari Lady Gaga
- Amerika Serikat Mempersiapkan Perang Total Melawan Dunia Islam
Top Posts & Pages
- Retorika dalam Berdakwah
- Menurut Jamaah Muslimin (Hizbullah): Khilafah Sudah Tegak Sejak 1953
- Hukum Leasing
- Berantas Narkoba dengan Syariat
- AKAR SEJARAH PEMIKIRAN LIBERAL
- PROBLEMATIKA SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA & GAGASAN BASED SYARIA' EDUCATION
- Arus Pelangi Penerus Kaum Nabi Luth
- Kumpulan Berita tentang Arifinto yang Tertangkap Kamera Sedang Menonton Video Porno
- Katanya Mau Lenyapkan ISRAEL, Presiden IRAN Malah Bermesraan Dengan Sejumlah Rabi Yahudi
Recent Comments
Kategori
#1 by masayok on July 27, 2007 - 8:14 am
Silahkan isi nasihat-nasihat harian baik hadits, ayat Qur’an atau apa pun yang bisa untuk saling menasihati dan mengingatkan.
#2 by masayok on July 27, 2007 - 8:15 am
Dakwah itu Wajib!
Oleh: Zaidan SP
“Wahai paman, demi Allah, apabila mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku menghentikan dakwahku, aku tidak akan menghentikannya sampai Allah memberikan kemenangan atau aku mati karenanya”(Al Hadits)
Setangguh karang, seganas ombak. Itulah didikan guru besar manusia, teladan kita, Rasulullah Muhammad SAW. Dengan keyakinan yang mantap rasulullah terus melakukan dakwah menawarkan islam kepada setiap manusia. Dakwah adalah jalan hidup yang telah digariskan Allah kepada setiap mukmin. Dakwah adalah tugas yang mulia, tugas yang dibebankan kepada para nabi dan Rasul. Namun, setelah Nabi terakhir Muhammad SAW wafat maka tugas dakwah ini dibebankan kepada ummatnya yang beriman dan bertaqwa.
Tidak mundur sedikit pun dari medan perjuangan dan tidak gentar menghadapi musuh-musuh Allah yang akan menghancurkan.
“Demi dzatku yang jiwaku berada ditanganNya, engkau harus memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran atau Allah akan menurunkan hukuman kepadamu, kemudian engkau berdo’a kepadaNya tapi Allah tidak mengabulkan kepadamu”(HR. Tirmidzi)
Sungguh terbukti sabda baginda Rasulullah, ketika ummat ini meninggalkan amar ma’ruf nahi mungka, musibah dan mala petaka silih barganti menimpa ummat manusia seluruhnya termasuk orang-orang yang sholih. Doa-doa yang terpanjat belum terkabulkan karena syarat-syaratnya tidak terpenuhi yaitu berdakwah ditengah kerusakan.
Dakwah bukanlah hal yang remeh dan spele. Banyak mukmin lari dari kewajiban ini karena merasa dirinya masih rusak sehingga dengan alasan memperbaiki diri, lari dari amar ma’ruf nahi munkar. Bukankah ketika kewajiban itu telah ditetapkan Allah maka kita sekuat tenaga untuk menunaikannya. Ketika sholat wajib maka kita harus bersegera mengerjakan. Otomatis kita harus belajar agar tidak salah dalam melakukan tata cara sholat. Ketika kita dapati meninggalnya seorang muslim maka kita juga harus menguburkannya dengan cara Islami, otomatis kita harus belajar untuk menunaikan penguburan dengan cara islami. Apa bedanya dengan dakwah?
Dakwah hukumnya wajib. Tiada bedanya dengan kewajiban yang lain. Janganlah kalah dengan hawa nafsu sehingga kita mengira bahwa kita belum layak untuk berdakwah.
Coba lihat Abu Dzar Al-Ghifari hanya sebentar ketemu Rasulullah, dan ilmunya juga belum seberapa tentang Islam kecuali hanya keimanan yang tertancap di dada. Tetapi, berhasil mengajak seluruh kaumnya untuk berislam.
Saudaraku, jangan beralasan dan cari-cari alasan dalam menunaikan kewajiban karena kita pasti akan ditanya Allah tentang kewajiban tersebut. Jangan alasan harta, keluarga, kesempatan, ilmu yang minim, pekerjaan, wanita (pria) kemudian menyurutkan kita dari medan dakwah. Sesungguhnya semua itu adalah ujian dalam perjalanan hidup kita.
Layaklah Hamzah disebut pemimpinnya para syuhada’, sepak terjangnya dalam membela Islam mengantarkannya ke medan perang hingga tubuhnya terkoyak, hidung dan telinganya terpotong. Dia korbankan nyawanya di jalan dakwah. Layaklah Abdurrahman bin Auf menjadi ahli jannah, dengan harta, tenaga dan pikirannya ia perjuangkan Islam.
Sudah layakkah kita mengharap sebaik-baik balasan Allah?
Jika hanya karena kerja, harta, dan wanita (pria) kita meninggalkan dakwah.
Sekali lagi, sungguh tidak layak sebagai mukmin yang bertaqwa jika kita tidak turut dalam perjuangan dakwah, hanya berpikir diri sendiri (egois), tidak mau mengorbankan apa yang kita punya untuk perjuangan Islam. Setiap kewajiban pasti ada ujian dan dibutuhkan pengorbanan.
Jakarta, 27 Juli 2007
#3 by masayok on August 2, 2007 - 5:22 am
Rasulullah saw. dalam sabdanya (yang artinya), “Hampir saja umat-umat menyerang kalian dari berbagai penjuru, bagaikan rayap-rayap menyerang tempat makan mereka.” Para Sahabat bertanya, “Apakah hal itu karena kita pada waktu itu jumlahnya sedikit?” Rasulullah menjawab, “(Tidak), padahal kalian pada waktu itu banyak, tetapi kalian adalah buih, bagaikan buih air bah. Sesungguhnya Allah Swt. akan mencabut kewibawaan kalian dan pada waktu yang sama Allah akan menanamkan wahn dalam hati kalian.” Para Sahabat bertanya, “Apakah wahn itu, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Dawud).
#4 by imro on August 13, 2007 - 8:09 am
Tiada Islam tanpa Syariah
Tiada Syariah Tanpa Khilafah
Tiada Khilafah Tanpa Dakwah
Allahu Akbar!
#5 by Fatma on August 28, 2007 - 11:23 am
Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan
Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketikad kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.
Bermohonlah kepada Allah RabbMu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitab-Nya. Celakah orang yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan pada hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin. Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.
Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waku shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa jalla memandang semua hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa), maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah, Allah bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb Al-‘Alamin.
Wahai manusia! Barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.
Sahabat-sahabat bertanya, “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian”.
Rasulullah meneruskan:
Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari apai neraka walau hanya dengan seteguk air.
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan brhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan tangannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan -Nya di hari Kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya pada bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa menyambung tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan pada bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat pada bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu pada bulan yang lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku pada bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupnya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.
Ali bin Abi Thalib kw. Berkata, Aku berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah! Amal apa yang paling utama pada bulan ini?” Jawab Nabi: Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama pada bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
#6 by FIKRI on August 30, 2007 - 2:32 am
manusia paling dekat dengan kematian
karena kematian akan datang kapan aja dan dimana aja.
maka dari itu tobatlah kalian, sebelum terlambat.
#7 by firman firmansah on December 29, 2009 - 3:38 pm
solat adalah tihang agama
#8 by masayok on August 31, 2007 - 3:21 am
Ya Allah, Sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul karena kecintaan kami kepadaMu, bertemu untuk mematuhi perintahMu. Hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk komitmen menjalankan syariatmu maka eratkanlah ikatannya.
#9 by melati on September 12, 2007 - 4:36 am
Diriwayatkan oleh Saiyidina Ali (r.a.) daripada Rasulullah S.A.W.,
sebagai jawapan dari pertanyaan sahabat-sahabat Nabi S.A.W. tentang
fadhilat (kelebihan) sembahyang sunat tarawih pada bulan Ramadan:
Malam 1:
Keluar dosa-dosa orang mukmin pada malam pertama sepertimana ia baru
dilahirkan, mendapat keampunan dari Allah.
Malam 2:
Diampunkan dosa-dosa orang mukmin yang sembahyang tarawih serta
kedua ibubapanya (sekiranya mereka orang beriman).
Malam 3:
Berseru Malaikat di bawah ‘Arasy’ supaya kami meneruskan sembahyang
tarawih terus-menerus semoga Allah mengampunkan dosa engkau.
Malam 4:
Memperolehi pahala ia sebagaimana pahala orang-orang yang membaca
kitab-kitab Taurat,
Zabur, Injil dan Al-Quran.
Malam 5:
Allah kurniakan baginya pahala seumpama orang sembahyang di
Masjidilharam, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.
Malam 6:
Allah kurniakan pahala kepadanya pahala Malaikat-malaikat yang tawaf
di Baitul Ma’mur (70 ribu malaikat sekali tawaf), serta setiap
batu-batu dan tanah-tanah mendoakan supaya Allah mengampunkan
dosa-dosa orang yang mengerjakan sembahyang tarawih pada malam ini.
Malam 7:
Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa serta menolong Nabi
‘Alaihissalam menentang musuh ketatnya Fi’raun dan Hamman.
Malam 8:
Allah mengurniakan pahala orang sembahyang tarawih sepertimana yang
telah dikurniakan kepada Nabi Allah Ibrahim ‘Alaihissalam.
Malam 9:
Allah kurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hambanya seperti
Nabi Muhamad S.A.W.
Malam 10:
Allah Subhanahuwata’ala mengurniakan kepadanya kebaikan di dunia dan
akhirat.
Malam 11:
Keluar ia daripada dunia (mati) bersih daripada dosa seperti ia
baharu dilahirkan.
Malam 12:
Datang ia pada hari Qiamat dengan muka yang bercahaya (cahaya
ibadatnya).
Malam 13:
Datang ia pada hari Qiamat dalam aman sentosa daripada tiap-tiap
kejahatan dan keburukan.
Malam 14:
Datang Malaikat menyaksikan ia bersembahyang tarawih, serta Allah
tiada menyesatkannya pada hari Qiamat.
Malam 15:
Semua Malaikat yang menanggung ‘Arasy, Kursi, berselawat dan
mendoakan supaya Allah mengampunkan.
Malam 16:
Allahsubhanahuwata’ala tuliskan baginya terlepas daripada neraka dan
dimasukkan ke dalam Syurga.
Malam 17:
Allah kurniakan orang yang bertarawih pahalanya pada malam ini
sebanyak pahala Nabi-Nabi.
Malam 18:
Seru Malaikat: Hai hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha kepada
engkau dan ibubapa engkau (yang masih hidup atau mati).
Malam 19:
Allah Subhanahuwataala tinggikan darjatnya di dalam Syurga Firdaus.
——————————————————————————–
Malam 20:
Allah kurniakan kepadanya pahala sekalian orang yang mati syahid dan
orang-orang solihin.
Malam 21:
Allah binakan sebuah istana dalam Syurga daripada nur.
Malam 22:
Datang ia pada hari Qiamat aman daripada tiap-tiap dukacita dan
kerisauan (tidaklah dalam keadaan huru-hara di Padang Mahsyar).
Malam 23:
Allah subhanahuwataala binakan kepadanya sebuah bandar di dalam
Syurga daripada nur.
Malam 24:
Allah buka peluang 24 doa yang mustajab bagi orang bertarawih malam
ini, (elok sekali berdoa ketika dalam sujud).
Malam 25:
Allah Taala angkatkan daripadanya siksa kubur.
Malam 26:
Allah kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada malam ini
seumpama 40 tahun ibadat.
Malam 27;
Allah kurniakan orang bertarawih pada malam ini ketangkasan melintas
atas titian Sirotolmustaqim seperti kilat menyambar.
Malam 28:
Allah Subhanahuwataala kurniakan kepadanya pahala 1000 darjat di
akhirat.
Malam 29:
Allah Subhanahuwataala kurniakan kepadanya pahala 1000 kali haji
yang mabrur.
Malam 30:
Allah Subhanahuwataala beri penghormatan kepada orang bertarawih
pada malam terakhir ini yang teristimewa sekali, lalu berfirman:
“Hai hambaKu: Makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini
hendak makan di dalam syurga, dan mandilah engkau daripada air
syurga yang bernama Salsabila, serta minumlah air daripada telaga
yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang bernama
‘Al-Kauthar”.”
#10 by xoya on September 25, 2007 - 3:12 am
Jadikan hari ini adalah hari yan terbaik
besok adalah ghaib, tiada yang tahu apakah kita masih bisa membuat yang terbaik
kemarin adalah masa lalu,yang tidak akan bisa dirubah
hari ini adalah hari kita
jangan buang waktu percuma
#11 by xoya on September 28, 2007 - 6:17 am
Ketika hidup di dunia adalah sementara adanya
dan kematian adalah gerbang ke kehidupan berikutnya
Mengapa harus takut mati
dan tidak berani hidup untuk perjuangan mencari bekal
Sekarang, kita d dunia
Menjadi yang terbaik adalah pilihan cerdas
Mencari bekal akhirat lebih cerdas lagi
#12 by Eramuslim on October 15, 2007 - 1:22 pm
Assalamualaikum,
Masayok, jika antum menyalin berita dan artikel dari Eramuslim.com tolong disertakan juga sumber berita/artikelnya. Jangan dihapus. Ini merupakan etika jurnalistik yang paling dasar. Terima kasih.
Wassalammualaikum.
#13 by pembina on October 24, 2007 - 4:49 am
Begitu banyak ujian dan rintangan kehidupan
Hanya iman bekal yg kan selamatkan jiwa
Ya allah, hambamu berserah diri dari segala ujian dunia
meminta perlindungan dan pertolonganMu dari setiap ujian
Jadikan hambamu ini pengikut ahli surga
dengan tekad bulat
hambamu yakin kan hari pertemuan
Ampuni hambamu ya Allah
#14 by pembina on October 25, 2007 - 3:49 am
Kaetika allah menciptakan cinta, ternyata juga ada benci
ketika ada wanita,juga ada lelaki
ada siang ada malam
ada putih ada hitam
semua telah serba berpasangan
keseimbangan sunnahtullah
manusia harus merasakan suka dan duka
cinta dan benci
semaikanlah cinta dan benci karena Allah!
#15 by IBN SARA on October 31, 2007 - 1:00 pm
istifhfar dan taubat sebagai syarat ampunan
dua kenikmatan yang tiada bandingannya
yaitu: KESEHATAN DAN AMPUNAN
#16 by masayok on December 7, 2007 - 6:30 am
Tidak akan pernah berkurang harta seseorang yang disedekahkan, kecuali ia malahan bertambah, bertambah dan bertambah (al Hadist)…so, sudahkah kita bersedekah hari ini..?
#17 by siti on January 4, 2008 - 7:45 am
Jayalah Islam.teguhlah pejuangnya
Jika memag hidup hanya untuk ibadah
mengapa harus terbuang percuma waktu yang tersisa
Jika kita pasti ketemu Sang Pencipta
Mengapa harus takut mati?
Bukankah mati adalah gerbang pertemuan?
Sekarang dan sekarang juga!
Kita mesti bergerak berjuang bersama ummat
Untuk tegakkan Islam Kaffah.
#18 by Wisnu Sudibjo on January 8, 2008 - 9:04 am
Perang!!!!!!!!!Serbu!!!!!!!!!!!!!
Allahu Akbar!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
#19 by aan on January 17, 2008 - 4:33 am
Ya Allah…
satukan hati-hati kami
untuk memperjuangkan agama-Mu
agar Islam tegak di muka bumi ini..
#20 by biliani on January 17, 2008 - 6:05 am
diam adalah emas
jangan bicara kalau tidak paham dan taha permasalahan…………………………karena bicara yang tidak dimengerti sama artinya dengan kebodohan………….
#21 by pinna on February 18, 2008 - 4:19 am
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu..ikhwan..akhwat..moga hati qt slalu dipertautkan karenaNya:)
#22 by cahyooke on February 22, 2008 - 7:26 am
Ngomong apaan sih kalian
#23 by hati on March 28, 2008 - 1:43 am
Mati sekarang atau besok sama saja
Yang penting dalam kondisi apa kita mati?
#24 by juha on April 29, 2008 - 2:28 am
i’ve read some of the statements above….i’d like to join and would like to say…..sejak kapan Rasulullah menetapkan kalau khilafah harus tegak di atas kekuasaan?kekuasan adalah adanya ketho’atan..emang yang ditunggu Ustadz Abu Bashir dan teman2nya kekuasan yang mana????surat An nisa ayat 59 itu jelas…tidak disuruh nunggu????
#25 by juha on April 29, 2008 - 2:36 am
pemerintah meni riweh ngurusin ini sesat…itu sesat…padahal sumber kesesatan berasal dari institusi yang sesat menurut Alloh dan Rasulnya…isalm sekarang cuma di pake buat ibdah ritual aja…padahal islam datang dengan lengkap mulai ngurusin kuku kai sampe ngurusin institusi…tapi kenapa masyarakat yang mayoritas mengaku islam pada nentang kalau ada orang yang istiqomah tuk negakin syariat menurut metode nabi…dibuilang extrimlah,,,atau dah gajamannya lah….sampai Kholifah kedua Umar bin Khoththob pernah bilang”sesungguhnya ikatan Islam itu akan terputus satu demi satu, ketika tumbuh generasi dalam Islam yang tidak mengenal kejahiliyahan”…orang islam jaman sekarang kebanyakanya cuma tahu sholat, ngaji meskipun belum lancar…tapi masalah hubungan ummat boro2 peduli yang dipikirin bagaimana membesarkan keluarganya dengan pendidikan yang sudah terkontaminasi dengan ajaran ajaran syetan…
#26 by Suriyanto Kalimun on November 12, 2008 - 11:18 am
Ass.WW.
Dengan Singkat
Dengan mengucapkan syukur kepad Allah SWT, mari kita berbenah diri, dan mengenal diri kita yang sesungguhnya. karena tidak mengenal maka tidak cinta yang sudah kenalpun kurang cinta. Siapa kita sebenarnya dimana dirikita yang sebenarnya, dan siapa yang ada didalam dirikita.
Mari satu persatu kita selami diri kita agar kita mengenal diri kita, setelah kita mengenal diri kita maka kita bisa mengenal yang mencipta kita.
Di dalam diri kita terdapat dua roh yang disebut doheriah dan batiniah dan bersatu dalam rumah tanga. Bagaimana Prosesnya..?
Roh Doheriah adalah mahluknya dan batiniah adalah perantara Allah mengurus mahluknya. Roh Doheriah bersemayam di dalam darah dan mengalir seluruh tubuh, sementara Roh Batiniah bersemayam di dalam hati sebelah kanan. Setiap mahluk pasti mempunyai Roh Doheriah dan Roh Batiniah.
Didalam tubuh kita ada banyak pintu keluar keduanya, Ubun-ubun bagi Roh Doher Tengkuk bagi Roh Batin. …
Capek dech….Baca di http//:Google.com/Sites/Tulisankusites/
Email : Suriyantok9@Gmail.com
Paswod : suriyantokalimunabdulah
Baru pertama buat wep belajar sendiri, di klik yang paling kanan bawah (tulisanku) yang lain belum di isi, untuk membuat web ini juga berjuang sampai demam panas.
Beri Komentar atau jika ada keraguan hubungai via mail.
Suriyantok9@Gmail.com atau Suriyantokalimun@Yahoo.co.id
#27 by M. Parlan on January 22, 2009 - 7:35 am
Ass. wr. wr.
Mari menjalankan syariat Islam/sunnah rasul dengan penuh kasih, tanpa ada iri hati, tanpa memaksakan kehendak, penuh keadilan dan tanpa ada dendam. Tidak ada bedanya kita dengan penyembah berhala dan kapitalis barat, bila kita juga mengikuti cara mereka bertindak. MEMAKSAKAN KEHENDAK. Islam bukan kaum feodal, bukan pula kaum radikal.
Yang menjadi problem terbesar adalah pada kita sendiri. Banyak kaum yang menyatakannya ISLAM. Dasarnya Qur’an. Tapi mengapa kita sendiri tak sepaham dan tak sejalan. Karena kita selalu salah dan egois menafsirkan nilai-nilai Islam.
Jadi ajaran Islam yang mana yang harus di ikuti. Apa harus mengikuti yang PEMIMPINnya bergaris keras seperti KKI atau yang berhati mulia seperti MUI?
#28 by Erwin Tanjung on April 6, 2009 - 9:27 am
Kehidupan ini hanya sesaat. Hanya sekejap. Namun kehidupan yang sesaat ini menentukan kehidupan yang panjang. Amat rugilah kita kehidudpan yang sesaat ini kita lewati tanpa mau mematuhi aturan Allah dan Rasul-Nya. Semoga saja kita tidak termasuk orang-orang yang merugi.
#29 by alma on April 14, 2009 - 4:14 am
Terapkan Syariah…..
Tegakkan KHILAFAH…..
Allahu akbar…
#30 by umu on November 20, 2009 - 2:49 am
NASIHAT IMAM JA’FAR SHADIQ KPD SUFYAN AL-TSAURI
- Seorang pendusta tidak akan menemukan akhir dustanya
- Seorang pendengki tidak akan pernah tenang hatinya
- Seorang pembosan tidak akan pernah mendapatkanpersaudaraan
- Seorang yang sombong tidak akan mempunyai sahabat dekat
- Seorang yang buruk perangainya tidak akan bisa bergaul dengan orang lain…dst
Lanjutannya baca sendiri di buku, OK!!!!!!!.
“Buku adalah jendela dunia n amatlah rugi kiranya jika kita tak membaca”,itulah sepenggal kalimat yang sering didengungkan seseorang padaku. Dengan nasihat itu pula aku jadi suka membaca. Thankssssss buanyak banget buat dia.
#31 by fatih guzel on July 28, 2010 - 8:52 am
I support you and all muslims. but why don’t you use English? For example I want to to try to read it but I am so sorry I don’t understand anythnig. I want to read all these articles but I need this language.
selamun aleykum.
#32 by abdurrahman alwani on November 18, 2010 - 9:54 am
ALI ZAINAL ABIDIN
Ali Zainal Abidin adalah putera Husein radiallahu’anhu , beliau dilahirkan di Madinah di rumah neneknya Fatimah Az Zahrah puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam pada hari kamis tanggal 7 sya’ban 37 H . Ayahnya Husein radliyallahu ‘anhu mengajari berbagai ilmu agama sejak masa kanak – kanaknya . Oleh karenanya fikiran dan perasaannya berkembang dengan dipenuhi oleh bekal agama . Suatu ketika beliau pergi bersama ayahndanya Husein radliyallahu ‘anhu . dalam perjalan tersebut beliau menyaksikan dengan mata kepala sendiri tragedi karbala , padahal beliau ketika itu masih kanak-kanak . beliau menyaksikan pembantaian berdarah yang dilakukan oleh Ibn Ziyad kepada ahl al-bait , beliau menyaksikan saudaranya Ali Akbar saat terbunuh lalu mayatnya tergeletak didepan kemah para perempuan , beliau menyaksikan saudaranya Ali Ashghar saat terkena panah ketika mendampingi ayahnya yang kemudian dibantai , beliau melihat perbuatan Syamr Ibn Dzijausyan saat menginjak dada ayahnya kemudian kepalanya dipisahkan dari badannya . Semua itu beliau saksikan ketika usianya yang sangat muda , kepedihan tragedi itulah yang mendewasakan jiwanya dalam kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , taat dan tekun beribadah kepada-Nya . Pada suatu ketika , ada seorang sahabatnya mendatanginya disisi Ka’bah , sahabatnya itu menjumpai beliau ketika sedang berdo’a dan menangis didekat salah satu pojok Ka’bah . Setelah selesai beliau berdo’a , ia ( sahabatnya ) berkata kepadanya : “ Tenanglah wahai putera Husein , sesungguhnya Allah memberi karunia kepadamu dengan tiga perkara yang bisa membukakan pintu Rahmat-Nya kepadamu , pertama : bahwa engkau adalah putra cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam . kedua : kakekmu adalah orang yang bisa member syafa’at . ketiga : engkau adalah Ahl al-bait yang dekat dengan Rahmat Allah .
Setelah orang tersebut selesai dari ucapannya , Ali Zainal Abidin memandanginya seraya berkata : “ Sesungguhnya garis keturunanku bersambung kepada Rasulullah itu adalah sebesar-besar nikmat yang diberikan kepadaku . tetapi Allah berfirman pada hari kiamat , “ Pada hari itu tidak berpengaruh garis keturunan , dan satu sama lain tidak dapat melimpahkan tanggung jawab”. Adapun kakekku yang engkau katakan pemberi syafa’at , maka sesungguhnya Allah berfirman ,” Tidak ada yang bisa memberi syafa’at , kecuali bagi siapa yang mendapat ridha-Nya”. Sedangkan rahmat Allah itu sesungguhnya dekat kepada setiap orang yang berbuat baik . ( dipetik dari kitab “ Hayat Ash – Shalihin “ , oleh syekh Abdul Mun’im Qindil )
Allah SWT berfirman : ” Bahkan mereka mengambil pemberi syafa’at selain Allah . Katakanlah : ” Dan apakah ( kamu mengambilnya juga ) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal ”. Katakanlah : ” Hanya kepunyaan Allah syafa’at itu semuanya . Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi . Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan ”. ( Q.S. 39 : 43-44 ).
Dari Abu hurairah diceriterakan , “ ketika turun ayat ‘ dan peringatkanlah olehmu kaum kerabatmu yang terdekat ‘ ( QS, asy-syuara :24 ) Rasulullah segera memanggil dan mengumpulkan kerabatnya , ditengah – tengah mereka beliau berkata :
“ Wahai bani ( keturunan ) abdi Syams , wahai bani Ka’ab bani Lu’ay , selamatkanlah dirimu dari api neraka ! , wahai Bani abdi Manaf , selamatkanlah diri kalian dari api neraka ! wahai Bani Hasyim , selamatkanlah diri kalian dari api neraka ! wahai Bani Abdul Muthalib , jagalah diri kalian dari siksa api neraka! Wahai Fatimah anakku , selamatkanlah dirimu dari api neraka ! karena aku tidak bisa membela kalian kelak dihadapan Allah Ta’ala , walaupun kalian kerabatku , kecuali aku akan meneteskan air-air kekeluargaan ini semampuku menjaga hubungan dengan kalian didunia ini “
( HR Muslim )