Negara Wajib Memenuhi Kebutuhan Pokok Setiap Rakyat

Menyelesaikan Masalah Kemiskinan Melalui Distribusi yang Adil
Masalah kemiskinan sesungguhnya berpangkal pada buruknya distribusi kekayaan di tengah masyarakat. Karena itu, masalah ini hanya dapat diselesaikan dengan tuntas dengan cara menciptakan pola distribusi yang adil. Di mana setiap warga negara dijamin pemenuhan kebutuhan pokoknya dan diberi kesempatan yang luas untuk memenuhi kebutuhan sekundernya. Kesalahan sistem ekonomi Kapitalis yang diterapkan saat ini adalah, bahwa upaya penghapusan kemiskinan difokuskan hanya pada peningkatan produksi, baik produksi total negara maupun pendapatan per kapita, bukan pada masalah distribusi. Maka, sistem ekonomi Kapitalis tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah kemiskinan karena titik pusat persoalannya, yaitu distribusi kekayaan, tidak ditata sebagaimana semestinya.

Akibatnya, pemerintahan yang datang silih berganti, termasuk di Indonesia, selalu mengarahkan pandangan mereka pada pertumbuhan produksi serta peningkatan pendapatan rata-rata penduduk, namun tidak pernah memberi perhatian pada persoalan bagaimana kekayaan tersebut didistribusikan dengan adil di tengah masyarakat. Padahal, dari waktu ke waktu, seiring dengan meningkatnya produksi, telah terjadi penumpukan kekayaan di tangan segelintir orang. Pihak yang kuat meraih kekayaan lebih banyak melalui kekuatan yang mereka miliki. Sedangkan yang lemah semakin kekurangan, karena kelemahan yang ada pada diri mereka. Hal ini tak ayal semakin menambah angka kemiskinan. Continue reading

MEWASPADAI DATANGNYA MUSIBAH LAIN

Sudah lebih dari sepekan lalu ‘Gempa Sumatra’ terjadi. Korban tewas akibat gempa berkekuatan 7.6 skala ritcher itu terus bertambah. Berdasarkan data dari Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumatera Barat (4/10), korban tewas berjumlah 603 orang. Kemungkinan korban tewas bisa mencapai 1.000 orang. Korban luka-luka juga terus mengalami peningkatan; yang luka berat sebanyak 412 orang dan luka ringan sebanyak 2.093 orang. Adapun korban yang mengungsi sebanyak 736 orang (Republika Online, 4/10/2009).

Namun, Pemerintah seperti tidak mau belajar. Seperti sudah menjadi kebiasaan, penanganan korban gempa oleh Pemerintah selalu terlambat. Buktinya, meski ribuan orang selamat, sebagiannya—terutama para pengungsi—tetap menderita. Pasalnya, meski telah enam hari pasca gempa, distribusi bantuan gempa terkesan lamban, padahal akses jalan ke sejumlah kabupaten dan kecamatan telah lancar. Akibatnya, sebagian besar korban gempa kini mulai mengaku kelaparan. Menurut warga, jangan bantuan sembako, tenda plastik darurat untuk berteduh pun tidak mereka dapatkan. Jika kondisi ini berlanjut, bukan tidak mungkin nasib yang lebih buruk akan menimpa mereka, terutama anak dan balita. “Jangankan susu bubuk untuk bayi, beras pun belum pernah kami terima walau hanya satu kilogram. Kalau terus begini, bayi kami bisa kelaparan dan meninggal dunia,” keluh Siswandi warga Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman (5/10). “Biarlah rumah kami hancur diterjang gempa, yang penting anak-anak kami selamat…,” keluh Ibu Aisah yang mempunyai balita usia dua tahun (Detiknews, 5/10/2009). Continue reading

Narkotika, Cara Baru Israel Melumpuhkan Pemuda Palestina

Analis Rusia mengumumkan, Dinas Rahasia Israel (Mossad) terlibat dalam penyediaan dan penyebaran narkotika di kawasan Palestina

.com–Seorang analis Rusia di bidang Narkotika, Dmitry Sumarkov, dalam laporannya menyebut Israel sebagai pusat perdagangan narkotika terbesar di dunia. Sumarkov menjelaskan bahwa Dinas Rahasia Israel (Mossad) bahkan terlibat dalam penyediaan dan penyebaran narkotika di kawasan Palestina.

Menurut Sumarkov, setiap tahunnya, Israel mengimpor lebih dari 100 ton mariyuana, lima ton heroin, tiga ton kokain, satu juga pil ekstasi, dan ratusan ribu pil narkotika lainnya. Continue reading

Menakar Komitmen Politik Ikhwan: Benarkah Mereka Moderat?

Namun, jangan lupa, Ikhwan juga menyerang kebijakan luar negeri Barat, terutama Washington: dukungan AS bagi Israel, dan pertanyaan lama tentang komitmen AS yang sebenarnya terhadap proses demokrasi itu sendiri. Namun AS sendiri kemudian kebingungan dengan sikap (atau strategi?) Ikhwan—karena ia merangkul fitur lain dan tak cupat berinteraksi dengan negara adidaya yang kerap disebut sebagai memusuhi orang Islam itu. Dalam beberapa dekade, Washington telah melihat Ikhwan sebagai sebuah kesatuan di semua bidang, dan tanpa AS sadari, di tengah kecemasan dan kecurigaannya, Ikhwan telah membawa dimensi kesempatan yang berbeda. Continue reading

BERHARAP PADA DPR BARU?

1 Oktober 2009, negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini kembali disuguhi oleh salah satu peristiwa cukup besar sekaligus mewah: Pelantikan Anggota DPR Terpilih Periode 2009-2014. Pelantikan yang dikawal tidak kurang oleh 3000-an pasukan keamanan ini dikatakan peristiwa besar karena para anggota DPR baru tersebut selama lima tahun ke depan akan turut ‘menentukan nasib’ jutaan rakyat negeri ini. Pasalnya, sebagaimana sebelumnya, melalui tangan para anggota DPR-lah sejumlah produk UU yang mengatur seluruh kehidupan rakyat bakal lahir. Pelantikan ini juga sekaligus mewah karena menelan biaya sekitar Rp 11 miliar hanya untuk acara sekitar dua jam saja. Jumlah sebesar itu baru anggaran dari KPU. Padahal, sebagaimana lima tahun sebelumnya, acara pelantikan tersebut lebih bersifat seremonial belaka. Adapun dari DPR sendiri, Setjen DPR telah menganggarkan Rp 26 miliar atau sekitar Rp 46,5 juta peranggota untuk biaya pindah tugas (tiket keluarga anggota Dewan dan biaya pengepakan) bagi anggota baru terpilih dari luar Jakarta. Hal itu didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 7/KMK.02/2003 (Kompas.com, 9/9/2009). Continue reading

Dzikir Itu Taat Syariat

Image

Oleh: Ust. Muhammad Arifin Ilham |

Dzikir itu ingat. Awal dari dzikir itu gerak hati. Hanya hati yang beriman yang berdzikir (Al Ahzab: 41, Ar Ra’du 28). Orang beriman selalu berdzikir. Dimulai dari dzikir kemudian dilanjutkan dengan dzikir akal. Hati yang penuh dengan dzikir, akalnya itu membawa hikmah. Hikmah yang paling besar adalah semakin bertambah ilmunya dan semakin takut kepada Allah.

Ada orang yang bertambah ilmu tapi tidak bertambah hidayah padanya, malah tambah jauh kepada Allah. Ini karena memang ilmunya bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ilmunya hanya untuk dirinya, dunia, untuk statusnya, untuk duit.

Ini bisa saja terjadi kepada seorang pendakwah sekalipun. Dia mencari ilmu supaya untuk bisa dakwah, bukan untuk diamalkan dan takut kepada Allah. Dakwah itu poin yang kesekian. Jadi thalabul ‘ilmi itu, jadilah orang yang terbaik di antara kita yakni dengan belajar dan mengajarkan Alquran. Continue reading

Akankah Yahudi Bertahan dalam Waktu Lima Tahun ke Depan?

Ada sebuah pertanyaan besar dari laporan online CIA: akankah Israel bisa bertahan dalam jangka dua dekade ke depan? Berlepas dari validitas laporan tersebut, dengan hubungan berat-sebelah Israel dan AS, pertanyaan itu semakin mengerucut: Israel jatuh dalam waktu lima tahun lagi?

Lebih dari enam dekade, dukungan AS terhadap Israel begitu mendominasi media, sehingga memudahkan Tel Aviv untuk meletakkan gambaran positif menutup kelakuan buruknya, termasuk juga pembantaian dalam tragedi Gaza, delapan bulan lalu. Dan sekarang, dengan terbukanya akses online yang mengglobal, Zionis yang sumir menunjukkan sisi-sisi sebenarnya. Continue reading

Hizbut Tahrir: Otoritas Palestina Menjadi Penjaga Yahudi

ImageMediaUmat- Hizbut Tahrir menyatakan penghinaannya terhadap keputusan otoritas Palestina yang membentuk sebuah komisi investigasi terkait sikap otoritas Palestina dengan menunda pemeriksaan laporan “Goldstone”. Dan Hizbut Tahrir mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang salinannya telah sampai kepada kami “bahwa negara Yahudi telah memerintahkan otoritas Palestina yang digambarkan sebagai “nasional Palestina” agar mendukung sikap zionis Yahudi yang menolak laporan “Goldstone” tersebut. Kemudian, otoritas Palestina pun tanpa segan dan rasa malu melakukan seperti bisanya dalam menjaga kepentingan dan keamanan pendudukan,” seperti yang dikatakannya dalam pernyataan itu. Continue reading

Tokoh Pluralis Pesimis Nasib Pluralisme di Indonesia

Seorang teman pernah mengatakan, cobalah lihat orang-orang yang ideologinya salah saja berani berkorban dan ingin hidup selamanya agar bisa melihat ideologinya diterapkan. Meskipun, kita yang hidup akan menyaksikan kekalahan mereka. dan lihatlah bagaimana ahir hayat mereka? pasti mengenaskan… petikan dari dialog seroang teman.

Judul bukunya “Merayakan Kebebasan Beragama”, tapi penulisnya pesimistis hal itu akan terjadi

Hidayatullah.com–Salah satu sesepuh kaum liberal negeri ini, Djohan Effendi, merasa pesimistis akan terwujudnya kebebasan beragama di Indonesia. Hal itu disampaikannya pada acara peluncuran dua buku barunya, yang sekaligus perayaan ulang tahun Djohan yang ketujuh puluh, di Wisma Serbaguna, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (6/10) malam.

“Merayakan kebebasan beragama di Indonesia masih jauh. Belum saatnya,” ujar Djohan mengomentari judul buku barunya “Merayakan Kebebasan Beragama”. Buku lainnya yang diluncurkan malam itu, biografi Djohan berjudul “Sang Pelintas Batas”. Continue reading