Waralaba Malaysia Boikot Produk Belanda

Film Fitnah berujung pemboikotan. Di Malaysia, pemerintah mengajak memoboikot produk-produk yang berasal dari Belanda

 

Hidayatullah.com–Himbauan mantan Perdana menteri (PM) malaysia Mahathir Mohammad untuk memoboikot produk-produk Belanda akibat penayangan film yang mencemarkan kitab suci umat Islam, Al-Quran, tampaknya ampuh.

Sebuah waralaba supermarket di Malaysia memboikot produk-produk Belanda yang sebelumnya mereka jual sebagai bentuk protes terhadap film yang dibuat politisi sayap kanan Belanda, Geert Wilders.

Film itu memicu kecaman keras dari seluruh dunia Muslim, dan juga dikecam oleh organisasi internasional seperti PBB.

Sebagaimana dilansir BBC, Selasa (1/4), beberapa perusahaan Belanda sangat khawatir akan pemboikotan produk mereka dan bahkan mengancam akan menggugat Wilders.

Sebanyak 40 cabang dari salah satu waralaba pasar swalayan terbesar di Malaysia kini menandai produk-produk Belanda dengan tanda merah, agar konsumen bisa memboikotnya jika menghendakinya.

Toko-toko itu akan memasang papan dan poster pemberitahuan untuk menjelaskan bentuk protes itu hanya berlaku di Malaysia.

Jaringan supermarket itu membeli hampir semua barang-barang buatan Belanda senilai hampir 20 juta dolar, mulai dari susu, mentega dan keju hingga kosmetika serta barang elektronik.

Majelis yang mengatur urusan keagamaan di Malaysia mengutuk film tersebut sebagai upaya untuk merusak hubungan antara dunia Islam dan Barat. Partai yang berkuasa di Malaysia juga menyelenggarakan aksi protes kecil di luar kedutaan Belanda.

Sebelumnya, hari Sabtu (29/1) yang lalu, beberapa perusahaan Belanda mengancam akan menggugat Wilders jika filmnya menyebabkan boikot barang komersial.

Kepala asosiasi perusahaan Belanda mengatakan, aksi boikot akan mengancam ekspor karena perusahaan seperti Shell, Philips, dan Unilever dikenali sebagai perusahaan Belanda.

Respond to this post