Arus Pelangi Penerus Kaum Nabi Luth

Bersama Yayasan Srikandi Sejati, LSM pembela hak-hak kaum “hombreng”, Arus Pelangi pernah meminta kementrian hukum bubarkan Perda Syariah

ImageHidayatullah.com–Persamaan gender dan hak serta kewajiban kaum LGBT di Indonesia” adalah bahasa yang dikampanyekan melalui organisasi ini.  Tapi menariknya, tahun 2006, bersama Yayasan Srikandi Sejati, LSM pembela hak-hak kaum lesbian, gay, biseksual, transeksual dan transgender (LGBT) di Indonesia, Arus Pelangi pernah mendatangi Departemen Hukum dan HAM, guna mengajukan keberatan penerapan perda-perda syariah.

Tanggal 2 Oktober 2006 lalu, mereka sempat mendatangi kantor Depkum HAM di Jalan Rasuna Said jug membatalkan perda-perda Syariah.

Menurut nya, Perda Syariah dianggap diskriminatif terhadap kaum LGBT dan minta agar perda-perda ini dihapus.

Salah satu contoh Perda Syariah yang sedang dipelajari adalah perda di Palembang, Sumatra Selatan yang menyatakan, “yang termasuk pelacuran adalah homoseksual, lesbian, sodomi dan tindakan porno yang lainnya.”

Nampaknya, kalimat itu membuat resah kaum hombreng.

Leonard Sitompul, kepala program advokasi Arus Pelangi Jakarta sebagaimana dikutip Radio Netherland, Belanda pernah mengatakan “Dari perda-perda yang ada di Indonesia kita menyorot satu perda, yaitu perda Palembang yang menyatakan bahwa yang termasuk pelacuran adalah homoseksual, lesbian, sodomi dan tindakan porno lainnya. Sementara kalau kita berbicara mengenai pelacuran, pelacuran itu adalah sesuatu tindakan yang dilakukan oleh dua orang dengan ada imbalan.”

Sebelumnya, kehariran Arus Pelangi juga menimbulkan keresahan warga Banyumas. Tepatnya tahun 2006, massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ka’bah Banyumas pernah berunjuk rasa menuntut Pemerintah Daerah (pemda) untuk mengambil tindakan tegas untuk membubarkan kelompok tersebut.

Komentar:

Kaum Nabi Luth yang diazab Allah tampil dalam bentuk yang lain, di Indonesia Arus Pelangi namanya.

44 Responses to this post.

  1. Posted by kemas yahya yang agung on July 8, 2008 at 12:01 pm

    di gaya nusantara malah lebih parah! masuk pertama anggota seorang laki-laki yang kemudian dididik menjadi bencong!!!

    Reply

  2. Posted by salza on July 17, 2008 at 3:43 pm

    dunia mo kiamat karena orang2 seperti mereka, duh ga mau ngerasain kiamat karena mereka.

    takut kena azab kayak kaum nabi luth.
    manusia seperti mereka ga kan pernah sadar kalo belum dihukum.

    Reply

  3. yang homo dinikahin aja ama yang lesbi, kan biar mereka bisa sembuh menjadi straight, gitu aja kok dibikin repot!

    Reply

  4. kebenaran bukan milik satu orang manusia yang seluruhnya terfitrahkan terlahir hina dari setetes air mani…

    Kebenaran adalah HAK MUTLAK ALLAH SWT…

    Jika benar kita ber syahadat dan memegang teguh Syahadat kita,maka kita tidak meng klaim diri kita adalah SANG MAHA BENAR seperti yang telah kita puja pujikan hanya bagi ALLAH SWT mutlak…

    Kami LGBT tdk pernah meng klaim diri sebagai maha benar, tiada yang satu mahluk pun yang dilahirkan sia2 oleh ALLAH SWT termasuk LGBT,karenanya jika anda masih percaya akan KEMAHA DAYAAN ALLAH SWT,serahkan semuanya kembali kepadaNYA…

    Tak perlu saling menghujat,tak perlu saling membenci karena jika anda mengkaji lagi AL-Qura’an maka anda semua akan mengagungkan KEDAMAIAN dan PERSATUAN diatas segala galanya setelah keagungan ALLAH SWT…

    Mari urusi saja kwalitas keimanan kita masing2,karena kita tidak pernah tau apa kita ahli syurga atau mungkin ahli neraka meski kita telah merasa beriman diatas yang paling beriman…

    Jika anda percaya ALLAH SWT adalah MAHA KUASA,saya yakin anda semua akan berlaku bijak terhadap perbedaan….

    Jika benar kami kaum terkutuk,maka KUN FAYA KUN kami pasti sudah dilenyapkan pada masa nabi LUTH…. nyatanya tidak…

    Stop menganggap diri paling benar, ingatlah:
    TIDAK ADA SETITIKPUN URUSAN YANG BISA TERJADI TANPA IZIN DARI ALLAH SWT…

    Semoga bermanfaat…
    Salam;
    (DSPSH)

    “Accept The Differences, Maximize Tolerance…!!!
    STOP HOMOPHOBIA…!!!
    Sexual Orientation Is Human Rights…!!!”
    Indonesian Federation Of LESBIAN, GAY, BISEXUAL & TRANSGENDER Communities
    Jalan.Tebet Dalam IV/03 Jakarta Selatan 12810-Indonesia
    Telephone/Facsimile: (6221) 829.1310
    Conseling (Call Toll Free): 0800.1401.045
    Website Address: http://www.aruspelangi.or.id

    Reply

  5. Posted by Tabir on July 18, 2008 at 2:14 am

    Beberapa kali saya ikuti dan baca “Hidayatullah.com”. Kebanyakan isinya mencerminkan ketidak pahaman dari pemilik situs tsb. Kalau pemilik situs ini orang Islam, maka dia bisa jadi salah satu penyebab mandegnya perkembangan pemahaman soal Islam yang menurut penghayatan saya adalah aturan yang paling menerangkan soal kehidupan secara utuh ini. Banyak orang semacam dia, mungkin juga termasuk pemilik blog ini, yang mengklaim bahwa pandangannya adalah kebenaran yang didasarkan atas Islam. Tetapi keterbatasan pengetahuan mereka soal ciptaanNya membuat mereka menjadi “Neo-sekularisme”, karena tidak mampu menghayati dunia dalam genggamanNya. Tidak mampu memisahkan mana takdir mana teori. Kalau sudah begini, mereka akan mengklaim tafsiran mereka tentang syariah Islam adalah syariah Islam itu sendiri. Namun jika motivasi mereka menyerukan “kebenaran” adalah tulus, jujur, ekspresi kerinduan terhadap Allah SWT, maka fase “Neo-sekularisme” akan berakhir….
    (semua kesalahan dari yg saya tulis adalah dari diri saya)

    Reply

  6. Posted by mr.odd on July 21, 2008 at 8:38 am

    sebagai muslim yg baik jangan saling menghina dan merendahkan tapi ada baiknya saling mengingatkan.
    Wajar bila pemerintah tidak ingin rakyatnya mengalami penyimpangan.

    Jin dan manusia diciptakan oleh Allah s.w.t untuk beribadah kepadanya.
    beribadah dalam arti sempit(sholat/puasa/zakat/habluminallah) ataupun ibadah dalam arti luas (habluminannas/habluminalalam), maka ada baiknya selain berbuat baik sesama manusia kita BERTAQWA kepada-Nya.

    ibadah>>bertaqwa>>>>mennjauhi larangan-Nya>>>>salah satunya hubungan sesama jenis adalah haram hukumnya. “Sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa-apa yang tidak kami ketauhi.”

    **maaf jika saya salah2 kata, berusaha untuk saling mengingatkan

    Reply

  7. Posted by Anti LGBT on July 23, 2008 at 6:07 am

    LGBT, kalian itu cuman sampah.
    membenarkan perbuatan kalian dengan menggunakan nama Allah.
    Dasar tidak tau malu.

    Reply

  8. Posted by Tabir on July 26, 2008 at 2:23 am

    Kebanyakan teman penuh semangat menyiarkan larangan Allah SWT agar orang lain juga tidak mengerjakan larangan tsb. Itu tidak salah kalau larangan yang dimaksud adalah larangan itu sendiri.
    Namun kebanyakan orang (contoh: Hidayatullah.com) tidak mampu untuk menjawab dan menghayati pertanyaan Allah SWT soal bayang-bayang yang memanjang dan memendek, soal takutnya benda2 di alam ini kepada Pencipta, soal laki2, soal perempuan, soal laki2-perempuan, soal mandul. Lantas dengan ketidak pahaman mereka soal mahluk Allah itu, mereka mengklaim kebenaran. Itu lah sebabnya pernah ada wacana bahwa mahasiswa IAIN itu sebaiknya dari IPA dan bukan dari IPS (saja) agar mereka mampu menghayati gerak gerik alam ini sesuai selera Allah SWT.

    Reply

  9. Tuh para homo dan lesby, coba mikir…. disuruh insyaf malah cari2 pembenaran
    coba kl orang tua lu homo atau lesby emangnya bisa jadi lu ?
    jadi bersyukur ada yang mengingatkan untuk kembali kefitrahNYA
    Kl masalah yg begini malah malah dilindungi bisa berabe…..
    Ketidak sempurnaan orang bukan untuk dimaklumi saja, tetapi berupaya
    bagaimana ketidak sempurnaan itu semakin tidak ada.
    kalau di tempat tinggal kita ada sekelompok yg mempunyai kebiasaan free sex, maksiat,
    mengutil…. apakah kita harus memakluminya dengan dasar ketidak sempurnaan seseorang ?
    Kl maunya tetap demikian lebih baik dikelompokkan di sebuah pulau tengah laut,
    biar kl Azab Allah datang gak bawa yang lainnya….

    Reply

  10. DSPSH say :
    “Jika benar kami kaum terkutuk,maka KUN FAYA KUN kami pasti sudah dilenyapkan pada masa nabi LUTH…. nyatanya tidak…”

    Dari ucapannya jelas tidak menggunakan akal/ fikiran yg sehat justru berkesan
    sombong…. mempertanyakan “kenapa kami tidak dilenyapkan ?”

    KAum Nabi Luth di hukum Allah SWT. sebagai contoh untuk kaum2 yang lain,
    demikian juga Fira’un, Qorun, dll….
    yg jadi pertanyaan :
    Apakah sifat/ kelakuan fira’un, Qorun sudah hilang setelah mereka di azab Allah ?
    tidak… sampai hari ini banyak orang yg mempunyai sifat/ kelakuan seperti itu

    Sekali lagi Allah mengajab kaum2 terdahulu adalah untuk contoh agar kaum2 sesudahnya
    tidak meniru…..
    kalau masih meniru ?
    gak tau kita sebut orang itu apa ?

    Reply

  11. Posted by MikirDong on August 10, 2008 at 2:02 pm

    Kun Faya Kun itu bukan seperti sulap loh….kecuali bagi yang menyia nyiakan otak yang diberi oleh Allah SWT.
    Api yang menyala dalam lautan yang gelap juga “Kun Faya Kun”. Moral wajib ditegakkan, tapi kalau gak tahu ilmunya Tuhan yg namanya genetika, gak usah omong banyak dech soal bencong.

    Reply

  12. Terima kasih untuk smua perhatian’y thdp kami.
    Demi Allah, sesungguh’y, kalau kmi boleh memilih, kami pasti lebih memilih untuk hidup normal seperti kalian.
    Kamipun menolak keadaan kami ini.
    Hanya satu harapan kami, yaitu pengampunan dari Allah SWT.
    Krn kami yakin, Allah pasti punya maksud lain untuk menciptakan makhluk hina seperti kami.
    Jika seandainya Allah memilih kalian untuk menjadi kami, kamipun yakin kalian tdk akan kuat mnghdapi cobaan ini.
    Yg jlas, kmi mncob amnjdi org brguna bg org dskliling km.

    Reply

    • Posted by teddy on June 29, 2009 at 10:28 am

      nice!!!…kita ngga menghujat siapa2,dan kita tau klo yg kita lakukan tidak benar …cuma kita mendapatkan cobaan yg sangat berat..yg tahu rasanya ya hanya yg mengalami..mrk yg tidak mengalami posisi kita sampai kapan pun tidak akan pernah mengerti…klo pun mengerti,hanya pada tahap sekedar simpati…saya pribadi,tidak bangga dgn keadaan saya..tapi bukan berarti malu…saya hanya pada tahap ingin menjadi netral,krn semua ciptaan TUHAN pasti berguna…ya HANYA TUHAN yg paling tahu apa yg terjadi pada kita…kita hanya menjalani hidup kita semaksimal mungkin

      Reply

  13. Posted by Tafakur on September 12, 2008 at 2:04 am

    Saya berpendapat bahwa Allah SWT menganugerahkan “yg normal” yaitu bisa beranak, kelaminnya murni laki2 atau murni perempuan (QS 42:49). Tetapi Allah SWT juga menganugerahkan “yg tidak normal” yakni ada jenis kelamin yg campuran laki2 dan perempuan juga ada yg tidak bisa beranak (QS 42:50). Hewan juga ada ada yg “tidak normal”, dan itu bukan karena hewan itu memilih untuk jadi demikian.
    Jadi, Gay adalah anugerah Allah SWT. Masalahnya bagimana kita mensyukuri ke “Gay” annya, bagaimana kita memahami kehendak Allah SWT. Bukan menghinanya.

    42:49 Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,

    لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاء يَهَبُ لِمَنْ يَشَاء إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَاء الذُّكُورَ (42:49)

    42:50 atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

    أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَن يَشَاء عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (42:50)

    Reply

  14. Posted by Stevan on October 14, 2008 at 10:26 am

    Mengaku percaya Tuhan, mengaku kebenaran hanya milik Tuhan, tapi kelakuan jauh dari yang diridhoi Tuhan.

    Fir’aun, kaum Nabi Luth, Qorun sudah musnah, tetapi tetap saja ada yang seperti mereka, tidak habis, jadi buat apa dicegah.Hmmm…pernyataan yang gak nyambung dan gak logika. Fir’aun dkk dibinasakan sebagai pelajaran bagi orang2 yang ingin berbuat seperti mereka, bukan menghabisi sifat2 mereka. Hal ini supaya manusia belajar dan berbuat lebih baik sehingga tidak terkena azab. Bukan berarti hilanglah semua kejahatan. Kejahatan dan kemaksiatan akan tetap ada sampai akhir dunia (kiamat), kitalah yang memilih, mau di jalan yang benar atau di jalan yang sesat.

    Reply

  15. Posted by cleptomania on December 31, 2008 at 5:18 pm

    kalau keberdaan kaum gay di jadikan rujukan untuk membenarkan hukum (agama), bagaimana dengan kaum clepto? kalau begitu pencurian boleh dong…wah gawat nanti korupsi juga boleh.. hancur dah…

    Reply

  16. Posted by litlle missy on January 11, 2009 at 9:49 am

    Gue seorang gay dan gue merasa risih dengan kelakuan orang gay sendiri
    sepertinya mereka mengkompensasikan tekanan masyarakat dengan makin egp alias emang gue pikirin
    ternyata dari dunia internet banyak yanng mengalami perasaan yang sama spt gue
    gue sengaja tidak bergabung dengan komunitas tertentu krn di komunitas itu yang gue dengar dan lihat orang yang masuk bukan malah menjadi baik, tapi makin buruk, mereka mungkin memang lebih percaya diri, tapi lebih banyak jadi kacau, temen gue yang semula baik-baik setelah bergabung dengan gaya nusantara sekarang malah jadi gigolo, dan banyak info yang gue dapetin di gaya nusantara surabaya kalau anda cakep dan masuk sana sama sajah dengan mendatangi kandang macan! jadi beware guys! gue gay tapi kalau sudah begini pls gak usahlah ikutan atau cari temen di gaya nusantara, selain rata rata mereka tidak bisa menjaga privacy / suka ‘ngember.ngerumpi/ngegosip’ mereka juga demen merebut dan pengen mencicipi kita terutama yang cakep dan muda, gue sekali aja kesana dan itu terakhir gue kesana

    Reply

    • Posted by teddy on June 29, 2009 at 10:33 am

      hahaha…masa???menyeramkan sekali gaya nusantara….ckckck…untung gue ga pernah kepikiran untuk bergabung dgn komunitas2…gue cuma ingin menjalani hidup dengan baik..kalau bisa ,gue ingin membuat prestasi dlm hidup gue…supaya gue merasa,hidup gue ga sia2…hehehe

      Reply

  17. Posted by Destroyed boy on January 25, 2009 at 3:57 pm

    Menarik sekali perdebatan ini… Tapi jangan2 yg b’debat gay semua?ha3
    takut akh,bisa terinfeksi jadi cowo makan laki nanti! Naudzubillah mudah2an laknat dan siksa azab segara datang buat kalian, para gay yg b’debat. Kita nonton aja!! Dan biarkan pada b’antem kaya bencong rebutan dick,ha3..
    Come on to makasar!

    Reply

    • Posted by teddy on June 29, 2009 at 10:36 am

      wow..anda yg merasa anda normal,ternyata lebih sangat tidak manusiawi kata2nya…maaf saja,martabat manusia hanya TUHAN yg maha mengetahui..bukan berarti anda hetero and anda tidak mendapat laknat??who knows…toh kita semua bukanlah nabi…bahkan seorang kyiayi aja belum tentu lolos dr api neraka…maaf,saya hanya mengingatkan..

      Reply

  18. Posted by blablabla on March 14, 2009 at 5:08 pm

    kita semua nggak akan pernah tau jalan Allah, dan yang bisa menentukan dosa atau tidaknya seseorang hanyalah Allah SWT. buka pikiran kalian soalnya yang ada di Indonesia bukan cuma kaum hetero aja! kita para gay, lesbi dan transgender juga ada disini. kenapa kita nggak bisa hidup sama sama dgn damai? lalu pertanyaan saya satu lagi.. SIAPA kalian bisa bisanya mengecap kaum LGBT berdosa semua? “berasa jadi tuhan, lo?”

    Reply

  19. Posted by anti gay on March 16, 2009 at 2:34 am

    Kita semua tahu jalan Tuhan dari petunjuk Tuhan. Petunjuk Tuhan itu dari Rasul dengan rislahNya, dan warisan petunjuk itu masih ada sampai sekarang yg bisa dijadikan rujukan mana yg benar dan mana yg salah. Dikatakan Benar jika sesuai ajaran Tuhan (al Qur’an dan sunnah. Dan salah jika menyimpang dari ajarannya.

    kaum gay dan lesbi berdosa bahkan Tuhan mengadzab kaum Luth dengan membalikkan dan membenamkannya ke bumi.
    gay dan lesbi adalah penyimpangan yg harus diluruskan. gay dan lebsi bukanlah fitrah penciptaan.

    Reply

    • Posted by teddy on June 29, 2009 at 10:53 am

      ya saya setuju memang bukan fitrah penciptaan..tp lebih ke arah cobaan dr TUHAN,apakah kita lulus menjalani nya??tiap manusia mempunyai cobaan masing2….tapi sebagai org yg hetero,mrk tidak akan pernah mengerti rasanya posisi menjadi gay,sedangkan banyak gay yg tau rasanya menjadi hetero…so,kalau para hetero tau rasa beratnya cobaan yg dialami para gay,mrk mungkin tidak menghujat..tapi juga tidak mendukung ke arah gay..harusnya mereka memberi support secara moral,mengingatkan dan mengajak ke arah yg lurus perlahan2…itu pun kalau anda perduli thadap kaum gay…bagaimana klo saudara anda?kakak anda?adik?atau anak anda yg ternyata gay??,ya who knows??apakah anda akan membuang mrk begitu saja??pasti tidak ! kecuali hubungan kalian tidaklah harmonis…so gay is handle with care…

      salam,semoga pikiran kita semua terbuka

      Reply

  20. Posted by Hoho on March 16, 2009 at 5:14 am

    Gaya ngomong kayak FPI mana ada yang dengerin. Kasih contoh islam yang rahmatan lil alamin kayak gimana… yang mendamaikan kayak gimana… siapa sih yang gak mungkin terpengaruh dengan kebaikan? LGBT juga bisa jadi straight kalo lu bisa bikin hati mereka damai…

    Reply

  21. Posted by anti gaya on March 17, 2009 at 3:42 am

    ngomong itu bersabndarakan kepada suatu keyakinan.
    org yg iman kepada Allah, Rasulullah dan Qur’am pasti gaya ngomongnya sesuai yag diyakininya.
    Begitu pula pengikut nafsu syahwat seperti akum gay juga berdasarkan penyelewengan syahwatnya atas nama fitrah Tuhan.

    Reply

  22. Posted by IkutanAh on March 21, 2009 at 7:04 am

    Soal maksiat, bukan monopoli kaum bencong atau gay atau lesbi saja. Yang lelaki tulen kayak anda2 dan wanita tulen kayak andi2, juga kyai pun tidak luput dari maksiat. Jadi bukan khusus para arus pelangi saja yang berpotensi menikmati syetan terkutuk ini, tapi anda juga. So, pilahlah baik2 mana yang diberi Allah dan mana yang kita pilih sendiri. Adakah yang memilih sendiri hidupnya jadi bencong? atau milih sendiri jadi laki2 atau wanita ?

    Reply

  23. Posted by anti gaya on March 22, 2009 at 4:44 am

    Islam ga pandang kyai atau siapapun jk maksiat dan ada hukumnya maka ahrs dihukum apalg gay atau lesbi hukumannya adalh dibunuh…
    Syariat islam menjaga ummatnya untuk menjuhi maksiat dengan hukuman-hukmannya yg mendidik

    Reply

  24. Posted by Hati2 on March 22, 2009 at 5:40 am

    Bisa saja orang yg berkata “bunuh atas nama Islam” adalah bukan orang Islam, tapi domba bodoh yg penghasut. Islam tidak akan kalah dengan para penghasut.

    Reply

  25. Posted by anti gaya on March 25, 2009 at 6:07 am

    Jika kita mau berkata tentang Islam maka rujukannya adalah al qur’an dan hadits. tentang gay dan lesbi mau buka kitab fiqh manapun, semua fuqoha’ atau ahli hukum syariat islam sepakan hukumannya dibunuh, dan eksekusi seperti itu elah dicontohkan oleh para Khulafaurrasyidin, geberasi terbaik ummat Islam.
    Hanya org bodoh terhadap islamlah yg tidak mengetahui hukuman bagi pelaku kriminal lesbi dan gay

    Reply

  26. Posted by Syech_Poedy on March 26, 2009 at 5:12 am

    Gimana tuh Syech Pudji yg ehem-ehem dgn anak kecil? Mau diapakan? Musuh Islam adalah kebodohan yang garang dan narsis, serta sombong.

    Reply

  27. Posted by anti gaya on March 27, 2009 at 2:23 am

    Jangan lari dari masalah dengan mencontohkan masalah yg lain. Lesbi dan gay adalah perbuatan haram dan pelakunya secara fikih atau syariat islam dihukum pelaku krimimnal dengan hukuman mati.

    Islam mengharamkan perzinaan dan sebagai solusinya adalah pernikahan.

    Kehinaan adalah perbuatan yang bertentangan dengan syariat islam sedangkan kemuliaan adalah perbuatan yg sesuai dengan syariat islam

    Reply

  28. Posted by qanie on March 27, 2009 at 3:27 am

    gay or lesbi or else…
    thats so cool…
    kalo udah betah kaya gitu ya…udah!
    dari pada di suruh jadi ‘normal’ malah bikin hal yang ‘aneh’ lagi.
    lagian skrang tuh Gay tuh dah jadi lifestyle lagi…
    so… LGBT it SHOW TIME OK!!!

    Reply

  29. Posted by najis on March 27, 2009 at 7:41 am

    Kerusakan liberal dan kapitalisme adalah cara hidup yang serba permisif.
    sehingga di Al Qur’an mereka disebut seperti binatang ternak bahkan lebih sesat. karena diberi mata, telinga, hati, tidak digunakan untuk melihat, mendengar dan berpikir ayat-ayat Allah.

    jika dunia ini ingin selamat dari kerusakan-kerusakan manusia penyembah nafsu, kembalilah kepada ajaran Tuhan Yang Maha Esa, terapkan syariat allah SWT yaitu syariat islam.

    Reply

    • Posted by komunis tidak sejati on August 19, 2009 at 7:09 pm

      mas/mbak,
      liberalisme dan kapitalisme itu persoalan pendekatan dalam konstruksi ekonomi, gak ada urusannya sama gaya hidup, apalagi pilihan seksual.
      yakin kalo situ bukan orang yang kecipratan liberalisme atau kapitalisme? kalau anda anggota sedulur sikep samin surosentiko atau orang badui dalam, baru deh gue percaya. komputer loe pake apa? microsoft? mac? maka anda adalah bagian dari konstruksi ekonomi liberal dan kapitalis. hahaha

      Reply

  30. Posted by Nikah_Siri on April 1, 2009 at 6:32 am

    Ada lagi tuh, kyai …Nur….Nikah siri di hotel 1 malam saja. Terus yang begini mau diapain? Halal? Haram? Dibunuh juga? Seseorang menjadi banci belum tentu atas kehendak dirinya sendiri. Kalau seseorang berbuat jinah memang atas kemauannya sendiri. Tuhan menciptakan banci dan mandul sesuai perhitunganNya. Udah dijelasin tuh ayatnya oleh komentator sebelumnya. Baiknya kita berpikir soal PR Tuhan tsb. Kalau jinah, siapapun dia, ya mutlak pilihan manusia itu sendiri.

    Reply

  31. manurutku sih antara mandul dengan banci beda… masalah biologis sedangkan banci atau lesbi adalah penyakit jiwa yang harus disembuhkan dengan syariat

    mandul memang anugerah illahi tetapi gay atau lesbi adalah adzab coba baca di ayat tentang luth
    jika anda belajar Islam… hukum bagi lesbi atau gay adalah di bunuh

    sedangkan hukumnya mandul, ya mubah..mubah saja wong anugerah illahi

    mandul adalah biologis tiada terkait dengan perbuatanmanusia

    sedangkan perbuatan wanita yang berprilaku ke laki2an dan laki2 ke wanita2an hukumnya adalah haram

    so…. harus bisa memebedakan hukum perbuatan dan kodrat illahi

    jenis kelamin adalah kodrat illahi sedangkan banci adalah perbuatan menyimpang yang bisa diluruskan dengan syariat islam

    Reply

  32. Posted by gay benci gay on April 26, 2009 at 1:10 pm

    bullshit dengan organisasi dan lsm gay palagi yang dipimpin pak dede dah tau anak buahnya nyalahgunakan kekuasaan masih ajah diberi jabatan
    orang kayak gini cocoknya diumpankan ke ryan si penjagal
    pak dede kapan sih sadarnya masak mabok terus tiap hari anak buahnya ngaco dibiarin ajah
    gn bukan organisasi yang memberi solusi malah membuat gay baik baik menjadi pelacur

    Reply

  33. Posted by Ayu Jelita on May 31, 2009 at 11:12 am

    percumalah gembar gembor mengatasnamakan hak asasi manusia, lha wong orang organisasi nya sendiri pelanggar hak asasi manusia
    sudah banyak orang yang tahu bagaimana oknum organisasi di surabaya yang melecehkan mereka yang datang untuk kebutuhan curhat tetapi dipaksa menjadi umpan dan dilecehkan secara seksual, jika kencan tidak dilakukan suka sama suka bukankah itu beratyi PEMERKOSAAN???
    sayangnya pendiri organisasi itu TUTUP MATA terhadap kelakuan bawahannya, mungkin saja ia melindungi karena ia sendiri juga melakukan hal yang sama?

    Reply

  34. Posted by ady on June 29, 2009 at 11:25 am

    terlalu banyak ketegangan pada isi semua post disini..seharusnya berpendapat bukan dgn emosi…tp dgn pikiran yg bersih dan jernih…bukankah kita semua ini terpelajar?

    kita semua adalah makhluk ciptaan TUHAN,kita semua sama di mata TUHAN,yg membedakan kita hanya lah tingkat keimanan kita.

    kalau untuk opini saya,menghujat itu kurang tepat dilakukan,krn reaksi yg ditimbulkan lebih ke arah negatif..bila si org yg dihujat tahan mentalnya,reaksi dia bisa jadi cuek,atau bisa menjadi sangat open dan lebih agresif…klo mentalnya lemah,reaksinya menjadi sangat tertutup dan depresif..so, dua2 nya tidak lah menghasilkan solusi…padahal,saya rasa para penghujat juga bertujuan baik..dia ingin yang BENGKOK menjadi LURUS,cuma penyampaiannya tidak tepat..

    ada yg bilang GAY itu gift??ya itu terserah opini dia..coba tanya lagi ke hati yg terdalam??kalau saya berpendapat,gay itu adalah cobaan…tiap manusia punya cobaan masing2,jadi apakah kita ini lulus pada cobaan yg diberikan TUHAN?seandainya kita lulus,TUHAN akan memberikan kenikmatan sesuai kehendak-Nya..

    tapi para manusia yg straight tidak akan pernah memahami keadaan gay,krn mrk tidak tau rasanya posisi menjadi gay,sedangkan para gay pernah menjadi straight..kalau pun mereka mengerti atau berusha mengerti dgn keadaan gay, mrk hanya di tahap sekedar simpati saja.tak akan pernah bisa sangat2 ber empati…mrk tidak akan pernah tau rasanya konflik batin yg terjadi…saya yakin ,banyak yg mengalami ini.

    pernah kah para straight membayangkan ini terjadi pada diri anda??…atau saya ingin bertanya,bagaimana bila GAY dialami oleh saudara anda?kakak kandung anda?adik kandung?anak kandung??org yg teramat sangat kalian sayangi??apa kalian akan menghujat mereka??apakah anda akan membuang mereka begitu saja??saya rasa tidak..kecuali hubungan anda tidaklah harmonis..

    so,gay itu tidaklah mudah ditangani…semua nya kembali kepada individu masing2,apakah ingin tetap berada di jalur tsb??atau ingin kembali ke yg lurus?…tidaklah semudah membalikkan telapak tangan untuk menghadapi kasus ini..kalau kalian memang perduli,kalian harusnya tidak menghujat..tp jg tidak mendorong dan menyemangati mrk tuk semakin berbelok arah…tp dengan memberi support yg positif…bisa dgn perlahan2 mengajak yg gay tuk keluar dr lingkungannya secara perlahan2..krn faktor terbesar org tetap menjadi gay ya lingkungan…klo lingkungan kondusif,ya susah tuk kembali,tp klo lingkungannya tidak kodusif,perlahan2 dia akan menekan perasaan itu..walau mungkin suatu waktu akan kambuh,tapi setidaknya dia sudah berusaha..lagian kita hanya manusia biasa…jadi butuh kesabaran yg luar biasa bila anda memang benar2 peduli terhadap gay.

    saya yakin,semua yg beragama,atau pernah mengenal agama,dalam lubuk hatinya yg paling dalam,mengatakan gay ini tidak benar…krn kita telah mengetahui pelajaran agama..bahwa itu dilarang…tp bila seseorang akhirnya menerima keadaan ,dan dia bangga,dan dia yakin bahwa gay itu benar,pasti dia telah melalui proses yg sangat panjang hingga dia mencapai pemahaman seperti itu…kalau sudah seperti ini akan sangat EXTRA SABAR dalam menghadapinya…well,i think to treat gay is HANDLE WITH CARE…

    maaf kalau saya tiba2 jadi berceramah

    semoga hari2 kita di penuhi kebahagiaan

    @ from a friend

    Reply

  35. Posted by Wildan on July 22, 2009 at 11:56 am

    Jangankan gay, temen gue seorang hetero, namanya mas Kholid pernah cerita kalau sewaktu dia kerja /magang di gaya nusantara juga dipegang-pegang dan di gerayangi ama orang-orang disana, makanya dia gak betah terus keluar
    gaya nusantara emang menjijikan!!!!! buat temen-2 yang gay, kalau mau konseling mending ke Arus Pelangi (Jakarta) atau Gessang (Surakarta) dan Igama (Malang), e-mail saja, search di google pasti nemu

    Reply

  36. WUUUUUU…. DASAR GEBLEK LUH GBLT BLTG BLT TERSERAH LAH APA NAMANYA…. JADI ELO PENGEN DI AZAB MA ALLAH SEKARANG JUGA????? GAK USAH LUH MINTA2 AZAB KAYA GITU. MESTINYA ELO MINTA AMPUN . MINTA PETUNJUK. BEROBAT DAN ISTIKOMAH.

    ALASAN YANG ELO KEMUKAKAN ALASAN GEBLEK !!!!!

    Reply

  37. Posted by Irman on October 25, 2009 at 4:29 pm

    Yang bener tetap di benarkan.. yg salah tetap salah !
    Gay itu mank dosa.. Tp, Aku rasa gak ada manusia yg pengen di lahirkan cacat. Secara fisik atau mental.
    Jadi, kita gak bisa sepenuhnya menyalahkan kaum Gay itu, dan bukan berarti pula kita bisa menyalahkan Allah Maha Pencipta.
    Sebenarnya Gay itu juga bukan kemauan tp kehendak.. Bisa di robah tapi gak segampang kalian yg ngomong. Butuh proses….

    Reply

  38. Posted by suporter lgbt on November 2, 2009 at 2:45 pm

    Yang komentar soal glbt musti dibunuh lah apalah, coba diliat dan dibaca lagi komentar2 kalian, sungguh lebih bejat dan tidak berhati nurani dari yg kalian anggap berdosa dan penuh dibunuh. Ngakunya beriman tapi menggunakan teori kekerasan untuk menghapuskan apa2 yang dianggap berbeda, kalau sudah begitu bukannya semakin terlihat cetek otak dan hatinya.

    Dalam teori ada 10% populasi glbt dalam dunia ini, coba aja kalo bisa dibunuh semua, saya tantang kalian, itu berarti kalau ada anggota keluarga kalian yang juga homo/les/waria harus dibunuh tanpa perkecualian kayak emak, bapak, adik, kakak, sepupu dll, hanya karena mereka telah menikah dan punya anak bukan berarti mereka tidak menyembunyikan jati diri yang sebenarnya. Saya doakan kalian2 yang mengutuki kaum glbt dan menganggap itu dosa akan mendapatkan anak cucu yang kalian anggap menyimpang, biar tau rasanya.

    Reply

  39. Posted by Sindon on November 11, 2009 at 10:49 am

    Hai Bro Hai Sister kalian berdiskusi dengan sangat emosional kenapa, saya pikir ada yang salah dan nggak beres otak kalian, udahlah ayo bekerja demi keadilan dan kebenaran serta perdamaian saja, kalau kita berbeda pendapat dan saling tuduh terus menurus ya…nggak bakal ada justice, peace dong….mau hetero, bisex,trangender,gay,lesbian asal jangan korupsi, maling, memperkosa aja dech…PEACE tahu…tetanggaku seorang pendeta gembor gembor anti gay dan lesbian eh..tahu tahu 3 bulan yang lalu memperkosa jemaatnya yang berumur 15 tahun..wow..wow..tetapi aku punya teman Drajat anak madura orang Gay alias Homo dia sekarang bikin pondok untuk anak anak yatim, dia menghidupi 16 anak yatim piatu diajarin ngaji dan sholat dan tahu nggak uang yang untuk menghidupi anak anak miskin itu dia dapatkan dari dia membuka Salon, dan tentunya anak anak dibimbing bukan di jadiin korban sodomi atau di bencongin…aku jadi mikir Kalau Tuhan adil masak si Drajat di masukin Neraka atau dan Pendeta yang memperkosa di masukin surga atau si kyai yang pegang pegang dan melanggar Al Qur’an (baik perkoasaan, mengawini paksa) di masukin Surga…Udahlah cari hiburan yang damai aja daripada berkelahi..he..he….PEACE aja ya…bilang SEDOTTTTT..lebih baik dari pada nyedoting uang Rakyat….
    Komunitas Cinta

    Reply

Respond to this post