Kekejaman Musharraf Kepada Syabab Hizbut Tahrir…

بسم الله الرحمن الرحيم


KEKEJAMAN MUSHARRAF KEPADA SYABAB HIZBUT TAHRIR
TIDAK AKAN PERNAH MAMPU MENGHALANGI
BERDIRINYA KHILAFAH

Pada tanggal 30 Agustus 2007, deputi jurubicara resmi Hizbut Tahrir Pakistan, Imran Yusuf Zay, telah ditahan oleh pihak intelijen militer. Hizbut Tahrir adalah partai politik yang berjuang untuk mendirikan Khilafah di lebih dari empat puluh negeri Islam. Imran sampai saat ini masih ditahan, dan sampai saat ini kondisinya masih belum jelas.

Tidak adanya alasan yang melatarbelakangi penahanan Imran oleh pemerintah saat ini sesungguhnya merupakan tambahan bukti baru dari berbagai bukti yang sudah ada sebelumnya tentang kekejaman pemerintah terhadap syabab Hizbut Tahrir. Sebelumnya, pemerintahan Musharraf telah melakukan fitnah terhadap Hizb. Pemerintahan Musharraf juga telah melakukan tekanan kepada syabab Hizb, memenjarakan, dan menyiksa mereka dengan siksaan yang kejam, bahkan pemerintah telah memilih cara mendeportasikan mereka (syabab) keluar Pakistan. Semua tindakan yang dilakukan pemerintah ini ditujukan untuk melawan apa yang mereka sebut sebagai “kejahatan” menyerukan tegaknya pemerintahan Islam dan menyatukan umat di bawah satu Daulah Islam, yaitu kekhilafahan yang kuat.

Pemerintah telah melakukan berbagai tindakan represif melawan Hizbut Tahrir, karena kemarahan Amerika terhadap Hizb. Sebab, Hizb terus-menerus membongkar dan menelanjangi berbagai rencana yang telah dirancang oleh AS untuk menghancurkan kaum Muslim. Terakhir kali, Hizb telah berhasil membongkar dukungan Amerika kepada Musharraf dalam aksi pembantaian di Masjid Merah yang menewaskan seratus orang kaum Muslim, baik laki-laki, perempuan, anak-anak maupun orang tua. Kemarahan Amerika terhadap Hizb semakin bertambah, ketika Amerika menyaksikan Hizb sedang memobilisasi kaum Muslim untuk menentang kaum Kafir penjajah melalui penegakan Khilafah.

Pada bulan Rajab tahun ini, Hizb telah melangsungkan serangkaian aksi untuk menghidupkan ide pendirian Khilafah dalam jiwa kaum Muslim di seluruh dunia. Di antara aksi itu adalah Konferensi Internasional Khilafah yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia yang dihadiri oleh lebih dari seratus ribu kaum Muslim. Konferensi tersebut telah memenuhi ruang media massa lokal di Pakistan secara meluas, meski terdapat banyak rintangan terhadap Hizbut Tahrir.

Wahai kaum Muslim di Pakistan

Sejak berdirinya Hizbut Tahrir pada tahun 1953, para thaghut yang terdiri dari para penguasa kaum Muslim telah melakukan berbagai upaya untuk menentang, menangkapi, dan menyiksa syabab Hizb dalam skala besar, sehingga dalam banyak kesempatan, penyiksaan itu telah mengantarkan syabab Hizb menjadi syahid. Meski semua tindakan itu telah dilancarkan, namun semuanya itu tidak pernah mampu melemahkan tekad syabab Hizbut Tahrir, atau pun memadamkan kekuatan dan semangat mereka. Bahkan dengan pertolongan Allah SWT, perjuangan untuk menegakkan Khilafah justru mengakar dalam di negeri-negeri Islam.

Sesungguhnya kami memperingatkan mereka yang mendukung Musharraf dalam tindakannya menentang Hizbut Tahrir, bahwa mereka tidak akan pernah mendapatkan apa-apa kecuali kekalahan dan kerugian di mata umat, ketika Allah SWT menganugerahkan kepada umat ini pertolongan dan peneguhan kekuasaan dengan tegaknya kembali Khilafah. Mereka pun hanya akan mendapatkan siksa yang pedih pada hari pembalasan kelak:

Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (TQS. Ibrahim [14]: 43)

Sesunguhnya kami menyeru kaum Muslim untuk berpihak kepada Hizbut Tahrir, agar Hizbut Tahrir bisa bahu-membahu dengan mereka dalam menyuarakan ungkapan kebenaran di hadapan para penguasa yang zalim. Kami juga menyeru kaum Muslim untuk berjuang tanpa kenal lelah dan letih bersama syabab Hizb untuk menegakkan Khilafah, dimana kabar gembiranya telah disampaikan oleh Rasulullah saw kepada kita:

«… ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»

… kemudian akan ada khilafah yang mengikuti metode kenabian (Hr. Ahmad)

Hizbut Tahrir Pakistan
1 Sya’ban 1428 H
September 2007

3 responses to this post.

  1. [...] kita ini yang menisbatkan kepada salaf. Kita harus bangga menjadi Salafi bukan Hizby, Tablighy, Tahriry, Ikhwany, apalagi Sururi [ pengikut Muhammad Surur yang ASLI bukan asal tembak dan maen tuduh [...]

    Reply

  2. maka adapun orang-orang yang beriman dengan Allah dan berpegang teguh dengan agamanya maka mereka akan dimasukkan ke dalam rahmat dan karunia dan mereka akan diberi petunjuk yang lurus untuk menuju kepadanya. QS. An-Nisa’ (4) : 175

    Reply

  3. Jika menilik ke sejarah masa lampau persis seperti perdebatan para wali songo saat akan menyiarkan Islam, apakah dengan memberangus adat-istiadat, atau diadakan penyesuaian yang dimotori oleh Sunan Kalijaga.

    Suatu saat jika Islam bangkit maka bakalan cekcok seperti perseteruan Aisyah RA dan pengikutnya, Ali Bin Abi Thalib dengan pengikutnya, Yazid bin Mu’awiyah dengan pengikutnya, serta orang-orang Khawarij yang keblinger.

    tapi itu sulit terwujud, orang-orang kafir tambah hari kian kuat, bagaimana mau mengurus hal-hal besar,moralnya orang Islam ,udah bobrok lokalisasi aja dibolehkan,padahal kita adalah mayoritas, dan para oknum di lokalisasi juga MUNGKIN sebagian besar Muslim

    malu aku jadi orang Indonesia
    mending jadi orang Arab Saudi, bisa seenaknya memperbudak orang Indonesia

    Reply

Respond to this post