AS akan Tuduh Pengawal Revolusi Sebagai Organisasi Teroris

Kamis, 16 Agustus 2007

Amerika akan memberi sebutan pasukan militer Iran sebagai ”organisasi teroris”. Stigma yang sudah jamak dilakukan pada kelompok yang tak tunduk AS

Hidayatullah.com–Pemerintah AS dikabarkan segera mendeklarasikan Pasukan Pengawal Revolusi Iran sebagai ”organisasi terorisme”. Demikian laporan The New York Times edisi Rabu (15/8) seperti dikutip Reuter.

Menurut laporan surat kabar yang bermarkas di New York itu, jika deklarasi itu benar-benar jadi diumumkan, maka itu merupakan pertama kali AS menempatkan pasukan bersenjata sebuah pemerintahan tertinggi ke dalam daftar organisasi terorisme.

Sebagaimana diketahui, Pasukan Pengawal Revolusi Iran (Sepah-e Pasdaran-e Enqelab-e Eslami), adalah satuan pasukan elite Republik Islam, Iran. Korps Pengawal Revolusio membawahi lima cabang pasukan; Qods Force (pasukan khusus), Basij (paramiliter), AL, AU, dan AD. Keduanya mempunyai perlengkapan nyaris mirip. Sama-sama independen, hanya saja Korps Pengawal Revolusioner Islam punya tanggung jawab kedua yaitu mengontrol kekuatan rudal Iran.

Pemerintah AS sudah lama menganggap Iran sebagai salah satu negara yang aktif mensponsori aksi-aksi –yang disebutnya—sebagai ”terorisme dunia”. Langkah memojokkan Pasukan pengawal Revolusi Iran sebagai organisasi ”terorisme” boleh jadi bakal menjadi isyarat kian memansnya konfrontasi antara AS dan Iran.

AS menuduh Iran berupaya keras mengembangkan senjata nuklir dan mempersenjatai kelompok-kelompok militan di negara-negara kawasan Timur Tengah dalam upaya mengacaukan stabilitas Iraq dan Afghanistan. Namun hal itu tak terjadi pada Israel, di mana negeri kaum Yahudi itu telah mengembangkan nuklir di Dimona.

The New York Times lebih jauh melaporkan, penyebutan Pengawal Revolusi sebagai ”kelompok teroris” akan mengizinkan AS mem-blok rekening keuangan dan aset-aset lain yang dikontrol oleh unit militer elit Iran itu di kemudian hari. Pejabat-pejabat AS mengatakan, gerakan unit-unit pasukan elit Iran ini kian meningkat dalam melakukan operasi-operasi komersial di bawah Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Secara terpisah, The Washington Post melaporkan bahwa sasaran utama rancangan baru Pemerintah AS adalah membidik jaringan bisnis Pengawal Revolusi, termasuk peusahaan-perusahaan asing yang terkait dengan unit militer Iran dan personal-personalnya.

Pemerintah AS kini sedang berencana memasukkan ke dalam daftar khusus kegiatan operasi-operasi finansial Pengawal Revolusi Iran.

Namun Departemen Luar Negeri AS tidak segera memberikan tanggapan terkait dengan masalah ini.

The New York Times mengutip pejabat-pejabat senior pemerintahan Bush mengatakan, rencana pendeklarasian bahwa Pasukan Pengawal Revolusi Iran adalah ”organisasi teroris” akan disampaikan akhir bulan ini.

Namun deklarasi itu diramalkan akan runtuh jika Dewan Keamanan PBB bergerak lebih cepat nntuk segera menjatuhkan sanksi kepada Iran atas program nuklirnya. Masalahnya, ketika Israel melakukan tindakan ”terorisme” (state terorism), tak ada tindakan apapun yang dilakukan Amerika

Respond to this post