Takut Dukung Khilafah, Hasyim Tak Hadiri Undangan HTI


Takut Dukung Khilafah, Hasyim Tak Hadiri Undangan HTI
Selasa, 10 Juli 2007

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi tak akan menghadiri KKI yang digelar Hizbut Tahrir . Takut dianggap mendukung khilafah, katanya

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan tidak akan menghadiri Konferensi Khilafah Internasional (KKI) yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Gelora Bung Karno Jakarta, Agustus mendatang.

“Saya tak akan datang karena Nahdlatul Ulama dengan Hizbut Tahrir Indonesia memiliki perbedaan pandangan dalam konsep kebangsaan dan keindonesiaan,” kata Hasyim di Jakarta, Senin (9/7) kemarin.

Hasyim merasa perlu memberi penegasan karena banyaknya pertanyaan dari dalam dan luar negeri, baik melalui PBNU maupun langsung pada dirinya sendiri, mengenai kehadirannya pada Konferensi Khilafah Internasional tersebut. Kehadirannya ditakutkan bisa memberi persepsi bahwa NU mendukung Khilafah Islamiyah yang dikampanyekan oleh HTI.

“Sejak awal telah disampaikan kepada pihak pengundang, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mengenai ketidakhadiran saya mengingat pada waktu yang sama harus menghadiri acara di tempat lain,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur, itu.

Meskipun sama-sama berdakwah dan berjuang untuk menegakkan ajaran Islam, katanya, NU dan HTI memiliki pandangan yang mendasar tentang konsep kenegaraan. NU turut berjuang dalam upaya kemerdekaan Indonesia dan akan tetap mendukung tegaknya NKRI, sementara HTI berjuang mengembangkan Khilafah Islamiyah.

“Gagasan dan pemikiran keagamaan NU memiliki beberapa perbedaan signifikan dengan gagasan dan pemikiran yang dikembangkan oleh Hizbut Tahrir. Sehingga tidak mungkin bagi kami untuk memberi `support` dalam acara tersebut, kendati NU tetap menjunjung tinggi ukhuwah dan keberagaman pemikiran,” katanya.

Sementara itu, sekretaris pribadi Hasyim, Ghozie Al-Fatih, membenarkan pihaknya telah menerima undangan yang isinya meminta tokoh NU yang kini juga menjabat Sekjen ICIS dan Presiden WCRP itu menjadi salah satu pembicara dalam acara HTI tersebut.

Namun, kata Ghozie, sejak awal Hasyim tidak berkenan hadir karena berbagai alasan. “Abah (Hasyim, red) memang tidak berkenan untuk hadir dalam acara tersebut,” katanya.

Sebagaimana diketahui, HTI, akan menyelenggarakan ā€¯Konferensi Khilafah Internasionalā€¯ (KKI), yang akan diselenggarakan pada Ahad, 12 Agustus 2007 pada pukul 08.00 – 12.00 W IB bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara ini, direncanakan menghadirkan beberapa pembicara wakil organisasi Hizbut Tahrir dari Inggris, Australia, Jepang, Palestina, Sudan dan Indonesia. Sampai hari ini, istilah khilafah masih menjadi hal yang menakutkan dan sangat tak diinginkan bagi Barat.

About these ads
  1. #1 by dores on August 15, 2007 - 7:48 am

    Orang muslim awam aja tahu arti penting (wajib)nya khilafah, masa’ kiyai besar ngak tau???

    TANYA KENAPA???

  2. #2 by dores on August 15, 2007 - 7:52 am

    Ingat pak kiyai, ngak ada pak kiayai khilafah tetap akan berdiri.
    itu janji ALLAH.

    “NGAK DA LO MASIH RAME…!!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: