Ditemukan Fakta Pelanggaran HAM Berat Densus 88


Ditemukan Fakta Pelanggaran HAM Berat Densus 88
Rabu, 27 Juni 2007

Menurut Ketua Advokasi Korban Penangkapan Densus 88 (TANGKAP Densus 88) Munarman S.H, ada fakta pelanggaran berat pada Densus 88

Hidayatullah.com–Tim Advokasi Korban Penangkapan Densus 88 (TANGKAP Densus 88) hari ini mendaftarkan gugatan perwakilan golongan (class action) atas dugaan sejumlah pelanggaran HAM berat yang dilakukan Densus 88 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, (17/6) pukul 10 WIB pagi tadi.

Gugatan didaftarkan oleh Ketua ”TANGKAP Densus 88” Munarman S.H dan anggota Tim Pengacara Muslim Achmad Michdan. Gugatan diterima Panitera Muda Perdata Sobari Achmad. Sesudah membayar administrasi sebesar Rp 470 ribu, gugatan resmi terdaftar dengan nomor 893/PDTG/2007/PN Jaksel.

”TANGKAP Densus 88” mewakili nama seluruh korban penangkapan Densus 88, baik yang diadili ataupun yang tidak diadili. “Korban-korban ini mengajukan gugatan yang diwakili Ustad Abubakar Ba’asyir. Yang digugat adalah Pemerintah Indonesia dan Kapolri,” jelas Munarman kepada para wartawan.

Munarman melanjutkan, dengan Surat Keputusan (SK) Kapolri lah Detasemen Khusus 88 dibentuk. Maka atas nama seluruh korban, ”TANGKAP Densus 88” meminta Pemerintah membubarkan Densus 88 dengan beberapa alasan.

Secara konstutisional, menurutnya Densus 88 telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Karena di dalam pasal 28 i UUD 1945 ada klausul hak untuk tidak disiksa dalam keadaan apapun juga.

“Pengertiannya adalah siapa pun dia, apa pun profesinya, apa pun kasusnya, apa pun kejahatannya, dalam keadaan perang atau damai seseorang tidak boleh disiksa untuk diperoleh pengakuan atau informasinya, katanya”

Dari hasil temuannya Munarman mengatakan, dalam setiap penangkapan terhadap tersangka kasus terorisme polisi menggunakan metode penyiksaan. Baik psikis (mental) maupun pisik.

Secara psikis yakni, Densus 88 memaksa para aktivis Islam yang mereka tuduh sebagai teroris ini untuk menonton film porno, atau menelanjangi mereka. Sedang secara pisik dengan menyetrum atau menembak mereka. Hal ini dilakukan dalam setiap penangkapan. Hal-hal tersebut diakui sendiri oleh para korban penagkapan.

Selain itu lanjut Munarman, Densus 88 juga melanggar hukum. Yakni UU No. 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia, maupun UU No. 5 tahun 1998 yang merupakan ratifikasi konvensi anti penyiksaan.

“Yang dimaksud penyiksaan dalam konvensi tersebut adalah tidak boleh memperlakukan seseorang dengan tidak manusiawi, merendahkan martabat kemanusiaannya baik pisik atau mental untuk mendapatkan pengakuan atau informasi.”

Sementara alasan politiknya, berdasarkan data primer dan sekunder yang kita miliki, Densus 88 dibiayai oleh Amerika Serikat. Bantuan sebesar $10 juta untuk tahun 2001, tahun 2002 sebesar $16 juta. Bukti-bukti tersebut kata Munarman, di antaranya dokumen-dokumen asli Departemen Pertahanan AS tentang bantuan dana jutaan dolar untuk melatih dan melengkapi Densus 88.

Bahkan pada konfresi pers, ”TANGKAP Densus 88” di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta kemarin dia mengungkapkan, untuk tahun 2006, AS telah mengeluarkan dana sebesar 4,8 juta dolar AS (sekitar Rp 43,5 miliar). ”Untuk tahun 2007 dan 2008 jelas lebih besar lagi,” katanya.

Munarman menegaskan, seharusnya penanganan tersangka kasus terorisme bisa dilakukan prosedur standar. Tidak perlu dengan melakukan penyiksaan atau penembakan.

“Para pelaku korupsi, yang melakukan kejahatan luar biasa tidak pernah ditembak-tembak tuh orangnya,” tukasnya Geram.

Kata Munarman, sesuai prosedur, gugatan diajukan sesuai domisili tergugat. Salah satunya Kaporli yang berkantor di Jalan Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Maka gugatan ini diajukan di PN Jakarta Selatan.

About these ads
  1. #1 by hamba on June 29, 2007 - 2:08 pm

    inilah indonesia.negara yg tidak pernah mau belajar dari masa lalu.

  2. #2 by tw on October 30, 2008 - 8:09 pm

    Pantas saja Indonesia banyak bencana, lha wong aparatnya selalu memerangi Islam, berarti sama saja dia memerangi Alloh.
    Pantas nggak makmur-makmur.

  3. #3 by Hadi on November 2, 2008 - 6:02 am

    Bapak Tw, jangan ngelantur ngomongnya. negara2 yang sampean sebut kafir lebih makmur dari Indonesia

    mas ayok.. yang dipost kok timpang?

    giliran ada berita kayak gini:
    http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/01/21160682/melapor.diperkosa.malah.dirajam.hingga.tewas

    diam..

    giliran ada berita anak 12 tahun ga bisa sekolah gara2 dikawin paksa oleh kyai

    diam..

    itu berita buat intropeksi.. nggak usah selalu merasa teraniaya
    selalu merasa dizholimi
    selalu menuduh konspirasi yahudi

    salam

    • #4 by Mahe on August 8, 2009 - 4:06 am

      Semoga Allah memberi hidayah padamu…

      oleh kyai? Jgn nambah2in deh… posting kok timpang?
      Lebih makmur dari Indonesia? Ya iyalah, indonesia banyak yang muslim tapi ahlaknya gk muslim.
      Anda belum tau konspirasi Yahudi (Mungkin lebih tepatnya Zionis, karena gak semua Yahudi bejad dan sepaham dgn Zionisme) ya? Hmmm… mungkin terlalu rumit dijelaskan pada Anda…

  4. #5 by abu on November 5, 2008 - 5:39 am

    Pak hadi. semoga engkau mendapat hidayah… biar sesuai dengan namanya.

  5. #6 by alex on November 5, 2008 - 5:41 am

    yak… betul kata pak abu.

  6. #7 by san on November 5, 2008 - 12:51 pm

    Eh, berapa org yang udh tersiksa gara2 bom bali? hah? apa itu nga melanggar ham? itu mah namanya udh pembunuhan masal.
    Jemaah Islamiyah membuat musuh sendiri dgn ngebom bali..benar2 bodoh, sekarang akhirnya Densus 88 d bentuk.

    ” tw Says:
    October 30, 2008 at 8:09 pm
    Pantas saja Indonesia banyak bencana, lha wong aparatnya selalu memerangi Islam, berarti sama saja dia memerangi Alloh.
    Pantas nggak makmur-makmur”

    memerangi Islam? ga salah tuh? mereka udh membuat musuh sendiri yaitu: Aparat. Sblm ada bom bali mana ada tuh Densus 88

  7. #8 by panji on January 8, 2009 - 2:45 pm

    Mas Tw orang xxxxx apa xxxx ya…kebanyakan membaca ya..dah tau perang terhadap teroris pimpinana AS koq bawa2 agama…xxxxxx.siapapun yg melakukan teror dan membunuh itu perbuatan salah.Kecuali Amerika membantai afganistan dan Irak. itu bukan terorisme

    untuk :skate@yahoo.com
    Karena ada kata-kata yang terlalu menjanjung berlebihan maka saya edit.

  8. #9 by Siregar on March 9, 2009 - 1:09 am

    Assalammualikum,

    Jemaah Islamiyah itu bukan kelompok Islam tapi kelompok setan.

    Islam yg saya kenal mengharamkan pembunuhan dan segala macam aksi teror seperti yg dilakukan oleh JI

    • #10 by razfaren on July 26, 2009 - 10:49 pm

      Assalamualaikum

      Betul kata Siregar
      Jamaah Islamiyah sendiri hanya membawa nama Islam padahal Islam sendiri TIDAK PERNAH mengajarkan berjihad dengan membunuh sesama umat Allah, dan orang yang bunuh diri di luar jalur jihad sesuai syariat Allah neraka jahanamlah tempatnya

  9. #11 by indonesian on August 12, 2009 - 4:07 am

    pasti ini konspirasi yahudi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: