Mengingat Allah

Mengingat Allah
Oleh: Ibn Sara

“(Yaitu) Orang-orang yang beriman, hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”. (Ar-Ra’du:28)

Sayyid Sabiq menjelaskan, mengingat Allah (dzikir) adalah segala apa yang dilakukan oleh hati dan lisan berupa tasbih atau memahasucikan Allah Subhanahu wa Ta’ala, memuji dan menyayangiNya,menyebut sifat-sifat kebesaran dan keagungan serta sifat-sifat keindahan dan kesempurnaan yang telah dimilikiNya.
Berdzikir bukan hanya di musholla atau di masjid saja dan bukan hanya setelah sholat saja,tetapi berdzikir wajib dimana saja baik waktu senggang maupun sibuk,berdiri atau pun duduk. Orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah akan selalu mawas diri dalam bertindak. Perbuatannya akan selalu terarah hanya untuk yang diridloi Allah SWT.
Bermaksiat pun akan segera menyadari dan bertobat dengan sebenar-benar taubat.
Manusia memang tempat salah dan lupa,bukan berarti layak berbuat dosa.
Di kehidupan sekarang ini,begitu banyak yang membuat manusia lupa akan Tuhannya sehingga membuat hati tidak tenang,selalu ambisius untuk mengejar dunia yang fana dan tidak tahu akan kemana setelah maut menjemputnya. Manusia tertipu oleh kemewahan dunia tanpa sadar menjerumuskan ke kenistaan.
Manusia yang tidak pernah berdzikir kepada Allah akan keras hatinya sehingga menyulitkan masuknya kebenaran dalam hatinya. Perumpamaan mereka seperti mayat,sebab ruhiyahnya sangat tipis bahkan telah mati (tidak sadar hakikat dirinya sebagi hamba Allah).
Berdzikir banyak yang melakukan hanya dengan lisan tetapi mereka sulit bagaimana menghadirkan hati beserta Allah. Bagaimana agar selalu diawasi oleh Allah dan dekat dengan Sang Pencipta.
Orang-orang yang beriman kepada Allah,Rasulullah,Al-Quran,Qodlo’ Allah,malaikat-malaikat Allah,dan Hari Pembalasan akan selalu menerima dengan lapang dada setiap resiko dari kehidupan yang telah diambil dengan hanya mengharap ridlo Allah semata.
Selalu memperbaiki diri agar bisa selalu dalam keadaan taat kepada Allah SWT.
Orang yang beriman akan menjadikan dzikir sebagai kekuatan utama dalam setiap perbuatannya,tidak akan berpikir panjang untuk segera melaksanakan setiap syariat Allah SWT,tidak berpangku tangan melihat kerusakan yang terjadi bahkan akan menjadi yang terdepan dalam gerak langkah perjuangan agama Islam,menjadi da’i yang tangguh dan tahan banting. Baginya dunia seperti bangkai yang tiada artinya,dunia akan ia raih untuk ia tabungkan sebagai pahala disisiNya.
Kekutan dzikir sungguh dahsyat,menjadikan hidup penuh optimis,apalagi dalam menghadapi ujian dalam berdakwah, hati akan selalu tenang menghadapi setiap ujian dakwah, menjadikan hidup benar-benar hidup.

Rasulullah bersabda:
”Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tak berdzikir kepada Allah,bagaikan perbedaan antara orang yang hidup dengan orang yang mati.”(Riwayat Bukhori)

2 Responses to this post.

  1. terimakasih Ibn Sara, subhanallah,.. tulisan yang bagus,..

    Reply

  2. Posted by nurul on November 4, 2009 at 5:51 pm

    moga dikuatkan hati hamba yang ingin dekat denganNya..

    Reply

Respond to this post