Membina Diri Dengan Dakwah
Oleh: Ibnu Sara
“Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedangkan kamu melalaikan (kewajiban) diri kamu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab,Apakah kamu tidak berfikir?”(Al-Baqarah:44)
Mukmin yang berdakwah,tentunya memahami bahwa apa yang ia sampaikan dan ia ajarkan adalah kebaikan dalam Islam. Namun, Islam sendiri telah mengajarkan agar jangan seperti lilin yang mampu menerangi sekitarnya tetapi melupakan dirinya sendiri sehingga punah. Da’i ibarat cahaya yang menerangi ummat, harus selalu bersinar dan tidak padam dimakan jaman. Banyak ditemukan di medan dakwah yang jenuh dengan aktivitasnya karena melupakan pembinaan iman dirinya untuk meraih ketaqwaan. Para da’i sibuk dengan kegiatan dan aktifitas eksternal tetapi lupa internal dirinya,sehingga ia baru merasakan bahwa yang ia dapat hanya ketrampilan teknis dan manejerial organisasi. Kejenuhan mulai terasa karena tidak ada peningkatan ketaqwaan.
Bukan berarti kemudian para da’i meninggalkan kegiatan melayani ummat karena alasan untuk memperbaiki diri. Seharusnya yang terjadi adalah kesadaran yang terus bertambah dan persiapan diri untuk menyongsong tugas yang lebih berat di medan dakwah. Para da’i harus mengupgrade diri untuk menyiapkan diri semaksimal mungkin dengan segala hal yang menyangkut dakwah.
Oleh karena itu,AlQur’an memperingatkan bagi setiap mukmin berakal untuk menjadi teladan dalam berdakwah, bukan hanya sekedar mengajak orang lain kepada kebaikan,tetapi terlebih dahulu menjadi yang terdepan (teladan) dalam setiap kebaikan.
Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak perbuat? Amat besar kemurkaan disisi Allah bahwa kamu mengatakan sesuatu yang kamu sendiri tidak mengerjakannya”. (Ash-Shaff:2-3)
Allah SWT sangat mengecam manusia yang hanya pandai berbicara tetapi tidak mau malakukan (berbuat) kebaikan yang ia serukan. Dakwah adalah tempat penggemblengan diri dan aktifitas yang akan menjaga diri di jalan Allah,karena para da’i selalu berpikir dan berbuat untuk kebaikan yang ia serukan.
Keseimbangan perbaikan diri guna persiapan terjun di medan dakwah dan aktifitas pelayanan kepada ummat akan menjaga diri untuk istiqomah dan tidak mudah jenuh dalam beraktifitas.
Dakwah selalu berkenaan dengan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Mukmin yang terjun di medan dakwah, mulai dari pembicaraan dan aktivitasnya berkenaan dengan keimanan.
Kejenuhan terjadi karena melupakan dirinya sendiri dalam pembinaan keimanan. Hasil dalam dakwah adalah ketaqwaan dan kekuatan iman yang paripurna karena setiap hari dan aktifitasnya bersinggungan dengan keteguhan iman.
Inilah pentingnya dakwah dan keseimbangan dalam beraktifitas persiapan diri untuk dakwah. dengan menjadikan dakwah sebagai poros hidup maka akan terjadi muhasabah atau evaluasi diri yang terus-menerus.
Berbenah diri dan berdakwah adalah kewajiban yang harus dilakukan secara bersamaan dan sekarang juga tanpa menunda-nunda sedikit pun.

Posted by Nur_LH on May 3, 2008 at 8:37 am
I’m very agree,semoga Allah memberi qt kekuatan dan kesabaran untuk tetap istiqamah di Jalan-Nya,menuntun qt untuk berbuat dan beramal,menghindarkan qt dari kata – kata dan perbuatan sia-sia.