Tanya jawab masalah nikah


Bagaimana Menguatkan Azzam Untuk Menikah?
Publikasi: 30/07/2003 15:01 WIB
Pertanyaan
Assalaamu’alaikum Wr Wb
Ustadz, ada beberapa pertanyaan seputar pernikahan yang membuat tanda tanya besar di diri saya. Insya Allah saya kuliah semester 6 di sebuah PTN:
1. Bagaimana menguatkan azzam untuk menikah, sementara saya khawatir niat saya bukan karena untuk ibadah, tetapi atas pertimbangan yang lain?
2. Apakah ahsan jika saya mengajukan nama calon kepada guru ngaji sementara saya khawatir tindakan saya salah?
Jazzakallah Wassalaamu’alaikum Wr Wb
ane
Jawaban
Assalaamu’alaikum Wr Wb,
1. Apa yang anda maksudkan bahwa anda menikah “untuk ibadah?” Lantas apakah yang anda maksud dengan “atas pertimbangan lain”? Niat Lillahi ta’ala bukan sebuah niat yang tunggal semata. Niat melakukan sesuatu “karena Allah” bisa TERMASUK DI DALAMNYA beberapa niat berikut ini: (1) ingin menghindari zina (2) ingin mengendalikan syahwat (3) ingin berketurunan yang shaleh (4) ingin menjalankan sunnah Nabi SAW, (5) ingin menyenangkan hati orangtua (6) dsb asal bukan niat jahat. Anda bisa merumuskan niat-niat baik tsb ke dalam niat anda untuk menikah. Tahukah anda bahwa seorang pemuda yang ingin menikah dengan niat memelihara kesucian kemaluannya, maka orang tsb pada hari Kiamat dijanjikan Allah mendapat naungan yang hanya orang-orang tertentu yang mendapatkannya! Alasan mana yang paling cocok untuk menguatkan azzam anda?
2. Tak ada salahnya mengajukan nama calon pada guru ngaji anda, bahkan persetujuan guru ngaji anda tak termasuk dalam syarat maupun rukun nikah. Itu hanya sopan santun dalam kalangan pergerakan Islam tertentu saja. Katakanlah semacam etika kelompok, yang tentunya tak boleh menghalangi anda berbuat kebaikan dengan niat karena Allah. Wallahua’lam bishshowwaab
Wassalaamu’alikum Wr Wb
HM Ihsan Tanjung dan Siti Aisyah Nurmi
“Nikah Gantung”, Adakah Dalam Islam?
Publikasi: 03/09/2003 15:31 WIB
Pertanyaan
Assalaamu’alaikum Wr Wb
Saya pernah mendengar dari kawan saya mengenai “nikah gantung” (menurutnya, ia mendengar ini dalam sebuah ceramah). Katanya, nikah gantung itu sama dengan “nikah biasa”, ada akad nikahnya. Setelah akad nikah, semuanya halal, kecuali satu yaitu hubungan suami istri. Sebenarnya, hubungan suami istri pun telah dihalalkan, hanya saja, sesaat setelah hubungan tersebut, suami langsung bertanggung jawab penuh terhadap si istri. Jika mereka belum berhubungan, tanggung jawab terhadap si istri dan suami (baik masalah nafkah, pendidikan dsb) masih berada dalam tanggungan masing-masing keluarga mereka.
Benarkah dalam Islam dikenal nikah seperti ini? Lalu, apa saja syaratnya dan apa saja hak serta skewajiban si suami dan si istri? Saya tunggu jawabannya, terimakasih.
Wassalaamu’alaikum Wr Wb
rei
Assalaamu’alaikum Wr Wb,
1. Benar bahwa seorang istri yang belum digauli masih ada hal-hal yang bersifat belum pasti: (1) Mertua maupun anak kandung istri yang belum digauli belum menjadi mahram penuh. Sehingga seandainya si suami menceraikan istrinya ini, maka mantan mertua perempuannya maupun mantan anak tirinya masih boleh ia nikahi. (2) Jika terjadi perceraian atas kemauan suami sebelum digauli, maka suami masih boleh minta sebagian maskawinnya.
2. Namun sepanjang pengetahuan kami, Islam tak memaksudkan nikah menjadi sesuatu yang “tergantung” atau terkatung-katung. Sejak aqad diucapkan, maka hak dan kewajiban sudah jatuh tempo. Betapapun ada kesepakatan antara keduanya untuk menahan diri tidak berhubungan sex, namun jika salah satu diantaranya merasa ingin, maka perjanjian tersebut batal demi hukum. Sebab saling melayani merupakan kewajiban timbal balik.
3. Soal pengaturan nafkah, masih bisa dirundingkan asal sama-sama ridho. Wallahua’lam bishshowwaab
Wassalaamu’alaikum Wr Wb

  1. #1 by Hamba Allah on January 15, 2007 - 4:02 am

    Assalaamu’alaikum wr.wb
    Ustadz saya mau tanya masalah pernikahan. Saya seorang karywan swasta dan ingin menikah dengan pasangan saya dalam waktu dekat ini. Tapi masalahnya kakak saya yang laki-laki juga ingin menikah dalam tahun 2007. Sebagai informasi saya Insya Allah akan menikah pada bulan Agustus dan kakak saya Desember.
    Saya mendengar dari beberapa orang, katanya dalam satu keluarga tidak boleh menikah lebih dari satu kali dalam tahun yang sama.
    Yang saya mau tanyakan apakah ada ketentuan tersebut dlam agama Islam? tolong disertakan dalil-dalilnya. Karena saya sudah mantap utk menikah, dan kakak saya juga begitu.

  2. #2 by ryan on January 20, 2008 - 4:13 am

    ass wrwb,saya menikah 2 bulan yang lalu tapi istri saya menolak pernikahan tersebut,hal tersebut dikarenakan saya pernah menyakitinya sebelum diadakanya pernikahan.istri saya minya cerai terus tapi saya tidak pernah mau,saya sudah sering minta maaf tapi istri saya tidak perrnah mengindahkannya.saya ingin bersatu kembali apa yang harus saya lakukan?bebagai cara sudah saya tempuh tapi belum tampak hasilnya

  3. #3 by mohammad on December 25, 2009 - 12:00 pm

    assalamu’alaikum.
    apakah jatuh talak jika seorang suami berkata spt “istriku kamu tambah kurus aja seperti ibuku” menyamakan kurusnya istri dengan ibu sendiri. mohon penjelasannya. sukron katsir. wassalam

  4. #4 by M. Said on April 4, 2010 - 9:33 pm

    pak ustadz sy mau tanya apakah istri yang durhaka berhak mendapat nafkah terima kasih
    misalnya meninggalkan suaminya bertahun-tahun setelah itu minta cerai dengan alasan tidak pernah di beri nafkah mohon pencerahan

  5. #5 by retno on April 26, 2010 - 1:54 am

    asslm. Ustadz saya adalah seorang muslimah. saya meyakini adanya daulah khilafah dan keempurnaan serta khabar keberadaannya di bumi Allah. kita harus menerapkannya secara menyeluruh, dan memiliki seorang Khalifah sebagai pemimpin ummat. permasalahan saya adalah saya berasal dari keluarga beda agama. ayah saya islam dan ibu saya hindu. mereka menikah dengan cara hindu, bukan islam. jadi status saya seperti anak hasil dari zina. wali nikah saya harus seorang wali khalifah yang menerapkan hukum islam. dan sekarang belum ada khalifah. jika tidak ada wali dari khalifah pernikahan saya tidak sah. dan itu artinya saya akan berzina dengan laki2 yang saya cintai karena Allah. saya tidak mau mengakhiri amal yang sudah saya usahakan dengan perzinahan berkali2. apakah saya harus tidak menikah ustadz?

  6. #6 by Yeshi Fatria on June 14, 2010 - 5:51 am

    Assalammualaikum ustad…saya muslimah berusia 25 tahun dan sudah memiliki keinginan untuk menikah..,begitu juga dengan pasangan saya..namun orang tua saya tidak memperbolehkan saya untuk berkenalan atau bersilaturahmi dengan keluarga pasangan saya yang berada diluar kota..orang tua saya menginginkan saya konsen dengan pekerjaan dan tidak memikirkan pernikahan..bukankah kewajiban orang tua untuk menikahkan anaknya Ustad??saya sedih bercampur bingung.,sementara usia menuntut saya untuk menikah..terlebih lagi Dokter memvonis saya menderita Kista dirahim dan menyarankan saya untuk segera menikah…mohon bantuannya Ustad…
    wassalam…

  7. #7 by FERDIAN MAULANA FAH on December 19, 2010 - 8:52 am

    USRAD:IBU saya berumur 55 tahun , saya mempunyahi 2 kakak yang sekarang ini sudah sukses, tapi usatat ibu saya selama 30 tahun ditipu oleh ayah saya dan tak pernah menafkahi ibu saya selama 30 tahun itu, tapi ayah saya meminta uang kepada ibu saya hanya untuk dirinya sendiri,dan sekarang ibu saya marah krn ibu yang akan naik haji itu dilarang oleh ayah dan uang haji ibu saya sudah habis dan sekarang ibu saya marah dan tak melayani kewajibanya sebagai istri usatat , apakah tindakan yang diambil ibu saya itu salah ustad?????

  8. #8 by ustadz on October 29, 2011 - 4:03 pm

    ibu bisa mengadu kepada hakim,atau setidaknya konsultasi kepada oru dn org yg bisa dipercaya oleh keduanya. untuk kasus perselingkuhan,jgn mudah menuduh dulu sebelum terbukti dan ada pengakuan.
    suami ibu telah berbuat dzalim,maka wajib diberi nasihat.
    andaikan negara ini menrapkan islam, tentu hakim akan memanggil suami ibu dan memerintahkan untuk bertaubat atau akan diberi hukuman krn telah menelantarkan keluarganya

  9. #9 by Raditya Phelo on September 19, 2012 - 2:19 pm

    pak ustadz apakah benar seorang pria dapat menikah tanpa membawa wali.
    karena setau saya hanya wanita yang diwajibkan membawa wali..
    seorang sahabat saya ingin menikah namun dia berada diluar kota orag tuanya sudah tidak ada dua duanya..
    apakah dia tetap bisa menikah

  10. #10 by dyana on September 28, 2012 - 9:48 am

    assalamualaikum. Wr. Wb.
    Saya mw tany. Saya ingn menikah tetapi kedua orangtua saya tidak merestui, padahal saya sudah di minta dan orangtuaku menolak, alasan tidak merestui karena pacar ku kurang ajar, padahal tidak ada bukti yang jelas. Bagaimana apakah masih bisa nikah saya.
    Trmksh.

  11. #11 by hambaalloh on December 15, 2013 - 7:49 am

    aslm..ustadz saya ingin bertanya masalag kontraversi pernikahan yg tak mendapat restu orangtua..

  12. #12 by hambaalloh on December 15, 2013 - 8:19 am

    ustadz..sya ingin bertannya..mslah pernikah..kasus hukum..dan aib..tapi sya tidak bsa memaparkan memalui situs ini yg bsa dibaca banyak orang…bsakan sya mengirim pesan pribadi,,,via email,,sms atau telpon…

  13. #13 by kahar on May 27, 2014 - 9:10 am

    assalamu alaikum,
    saya mo nikah lgi status duda, surat putusan PA sdh di kabulkan, akte cerai masi nunggu ikrar talak 24 juni nnti,
    tpi saya sdh ngajukan rekomendasi numpang nikah sdh di kabulkan mslhnya KUA tmpat calon istri masi mempertanyakan akte carai sedangkan permohonan saya, nikahkan la dulu, surat nikah biar la nyusul di sesuaikan dgn keluarnya akte cerai,
    pertanyaan saya, apa solusinya agar KUA tmpat calon istri mengabulkan permohonan nikah kami tgl 3 juni nanti, terima kasih, mhn solusinya,
    wassalam

  1. konsultasi kesehata, tanya dokter,headache

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: